BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
SWEET


__ADS_3

Esok hari di apartemen...ā¤


Vendra menatap wajah wanita yang sekarang tidur disampingnya.


Seperti tempo lalu, ia sama sekali tidak berani menyentuh Lily ataupun mengganti pakaian yang di kenakan, padahal ia berani menciumnya tapi kenapa ia merasa tidak berhak apalagi sampai mengganti baju yang dipakai Lily.


Vendra menyeduh teh hangat dan menambah gula sejumput untuk memberikan rasa manis.


" Lily..... "


Wanita itu masih tertidur pulas dengan berbalut selimut.


" Lily...... "


" Hm..... "


Sahutnya pelan.


" Are you okay...? "


" Em.... kita dimana...? "


" Di apartemen pribadiku, maaf aku membawamu kemari... "


" Owh.... "


" Ini teh untukmu... "


Menyodorkan satu cangkir kecil pada Lily.


" Terima kasih...... "


" Mandilah... aku sudah menyuruh anak buah membelikan baju untukmu, kau bisa memakainya.


Selepas itu kita sarapan... "


" Baiklah... "


Lepas itu mereka langsung sarapan berdua di kamar, masih sama dengan suasana yang canggung.


" Kapan kita pulang....? "


Tanya Lily menatap ke arah Vendra.

__ADS_1


" Mungkin besok.... "


" Tapi nanti kalau kakak kamu nyariin bagaimana..? "


" Dia menelfonku... dia liburan hari ini bersama teman-temannya ke bali.. "


" Owh... apa kamu cerita soal semalam..? "


" Aku hannya cerita seperlunya saja.... "


" Terima kasih... "


" Untuk apa Lily...? "


Vendra berhenti makan dan menatap ke arah wanita yang ada di depannya.


" Karena sudah menyelamatkan ku... aku tahu kau juga kedinginan ... "


" It's okay... apa kamu sekarang sudah lebih baik...? "


" Emmmp.... "


" Baguslah.... aku akan pergi sebentar, kau tetaplah disini.... "


" Kau mau kemana..? "


" Oh... baiklah... "


ā¤ā¤ā¤


Selepas sarapan Vendra berdiri sementara Lily masih duduk di meja makan, ia menatap laki-laki itu yang sedang bingung makai dasinya sendiri karena biasanya ia selalu meminta tolong orang kepercayaannya untuk belajar cara memakai dasi dan mempraktekkannya di leher Vendra langsung setiap ada rapat.


" ****....!!! kenapa ada orang yang menciptakan cara serumit ini... "


Umpat nya kesal melihat bentuk dasinya yang tidak bisa dikatakan itu layak bagi seorang pengusaha.


" Apa kau perlu bantuan...? aku bisa jika kau tidak keberatan... "


Vendra menatap Lily dan langsung memberi isyarat lewat lirikan mata agar langsung mendekat ke arahnya.


" Cepat... aku akan terlambat... "


Vendra kini sedang memegang ponsel tanpa memperdulikan Lily yang kecil sehingga ia tidak bisa meraih lehernya karena Vendra sedikit mendongak.

__ADS_1


" Lily.. cepatlah... "


" Maaf tapi tanganku tidak sampai... "


Tanpa aba-aba karena fokus dengan isi pesan dan sedang buru-buru Vendra menggendong Lily dan mendudukkan nya di meja kerja miliknya yang lumayan tinggai hingga posisi sekarang sangat pas, bahkan Lily bisa merangkul bebas leher laki-laki yang sekarang bersamanya.


Deg...


deg


..


" Kenapa aku deg-degan seperti ini, ya Tuhan. .... aku mohon sadarkan fikiran ku ini, bagaimana mungkin ini terjadi...?


Apa aku....????


Ah... tidak...


tidak Lily, fikiranmu itu terlalu jauh... "


Ia langsung mengedipkan matanya untuk membuyarkan tentang apa yang di fikirannya saat ini.


Dengan telaten tangan mungil itu mengalungkan dasi di leher Vendra, perlahan.. lembut dengan sesekali matanya menatap dan kadang tanpa sadar itu terjadi berkali-kali.


Kini Vendra meletakkan ponselnya di meja, posisinya sekarang tangan kirinya menempel di meja dengan badan yang sedikit membungkuk ke arah Lily.


Tangan Lily gemeteran karena posisi mereka sekarang, hampir sudah tidak ada jarak.


Hembusan nafas dapat mereka rasakan satu sama lain, kedua pasang mata juga tak. luput saling memandang.


" Su... suuuuu.... suuda.. dah.... "


Vendra hannya diam.


Kini Lily tertunduk karena merasa gugup dan bingung serta gemeteran.


Tangan kanan Vendra langsung memegang pinggang ramping dan mungil milik Lily hingga menariknya kedalam pelukan.


Ia terkejut karena kepalanya langsung mengenai dada lebar Vendra.


Seolah lupa kalau ia sedang tergesa-gesa Vendra menikmati momen ini dengan baik, secara gesit tangan kirinya langsung meraih dagu dan langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum milik Lily.


Tanpa meronta, tanpa penolakan, ia semakin memperdalam ciumannya hingga kini Lily justru membalas pelukannya.

__ADS_1



Nah... ilustrasinya gini dulu šŸ˜šŸ˜ƒ .


__ADS_2