BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MENJENGUK IBUNYA


__ADS_3

Kring.....


kring....


" Ya.... ada apa...? "


Ucap Vendra hingga membuat Lily menoleh.


" Aku akan kesana.... bilang sama nyonya... "


.....


" Siapa....? "


" Anak buah.... "


" Ada apa...? apa ada sesuatu...? "


" Aku harus pergi... Ibuku sedikit tidak enak badan.... "


" Ibumu....? maksudnya ibu kamu tinggal di negara ini...? di kota ini...? kenapa kau tidak bilang kak.... "


Protesnya.


" Lily.... kau tidak bertanya padaku.... "


" Haruskah aku bertanya...? aku bahkan tidak tahu menahu soal ibu dan ayahmu.... "


" Kau mau ikut...? "


Tawarnya.


" Aku....? "


" Ya... aku mengajakmu sayang... kamu mau ikut...? "


" Tapi aku.... "


Vendra sudah memotong perkataan Lily.


" Tidak ada penolakan.... ganti baju dan ayo kita temui Ibuku.... "


" Kak.. tapi aku... "


" Cepatlah mandi.... "


Lily terdiam sejenak.


Menemui ibunya Vendra...? bagaimana mungkin bisa dia melakukannya, mereka tidak pernah bertemu.


Ada perasaan takut yang sangat besar di hatinya sekarang, cemas dan juga bingung.


" Menemui ibunya.... aku...? bagaimana ini...? apa aku pura-pura tidak enak badan saja ya...? ah, tapi tidak....! bagaimana aku bisa membohongi laki-laki itu...? "

__ADS_1


" Hey... cepatlah mandi sayang.... kau tidak mau menemui atau menengok ibuku..? "


Ucapan Vendra berhasil membuat Lily terkejut.


" Oh.. iya.. baiklah.. aku akan mandi, tunggulah sebentar.... "


Jawabnya langsung berlalu ke kamar mandi.


Setelah satu jam bersiap-siap akhirnya mereka turun ke bawah dan segera menuju ke kediaman orang tua Vendra.


" Apa ini tidak, maksudku.... apa aku harus ikut....? "


" Kau tidak perlu takut.... tenanglah, ada aku "


Vendra meraih telapak tangan Lily dan memegangnya erat.


Sementara itu dia hannya tersenyum bingung menatap laki-laki yang duduk di sampingnya.


Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Lily, ia masih bergelut dengan kecemasannya. Tentang bagaimana nanti dia bersikap, apa yang akan ia katakan nanti ketika bertemu dengan orang tua dari Vendra yang sekarang posisinya sebagai kekasihnya. Walaupun sebenarnya ia tidak pernah memanggil Vendra dengan panggilan istimewa.


Mobil Vendra memasuki halaman rumah, besar, dan mewah.


" Ayo.. turunlah.... "


Lily justru diam dan seolah tidak mendengar perkataan Vendra.


" Sayang... "


" Ah.. iya...."


Vendra mengulurkan telapak tangannya.



" Wow....


apa ini rumah...? bahkan bayangan mewah rumah yang aku bayangkan lebih indah "


" Rumahmu sangat indah, dan besar.... "


" Ini rumah orang tuaku.... kau suka..? "


Lily menganggukkan kepalanya.


" Setelah menikah, aku akan bangun yang lebih indah dari ini.... "


Sambil membelai pipi Lily secara tiba-tiba.


Mereka sampai di pintu berwarna putih dihiasi ukiran yang sangat indah.


" Selamat pagi..... hay mah.... "


" Vendra.... kau disini...? "

__ADS_1


Ucap wanita yang tak lain adalah ibunya Vendra.


" Yes... kenapa...? mamah tidak suka...? "


" Bukan begitu, aku tidak tahu kalau kau pulang... biasanya kan kau menelfon mamah dulu.... "


" Kejutan.... "


Ibunya mengalihkan pandangannya, melihat ke arah Lily yang berdiri mematung dan hannya menyunggingkan senyum manisnya.


" Siapa....? "


" Dia Lily mah.... Lily kemarilah.... "



" YaTuhan...


aku benar-benar takut, tanganku gemetaran.


Bagaimana ini....?


aku harus apa....? "


Vendra berjalan menggandeng Lily dan itu membuat ibunya terkejut sekaligus membelalakkan kedua matanya.


" Mah.. ini Lily.... "


" Pagi... tante.... "


" Pagi..... kamu... "


" Mah... dia "


Vendra mengedipkan matanya untuk memberikan kode kalau Lily orang yang spesial untuknya.


" Tante... maaf aku tidak membawa buah tangan kemari, karena buru-buru... "


" Tidak apa-apa Lily.... terima kasih sudah berkunjung.... "


" Kata kak Vendra, tante sakit... semoga lekas sembuh... "


Ucap Lily gugup dan bingung.


" Tak perlu canggung nak... duduklah.... "


Lily menatap Vendra seolah meminta pertolongan.


" Duduklah... ibuku bukan orang galak, kau tidak akan dimakan olehnya.. tenanglah... "


Ucapnya.


" Vendra.. ! mamah bukan hewan buas... "

__ADS_1


Sambil tersenyum menatap ke arah Lily.


__ADS_2