
Seharian Lily berada di apartemen karena Vendra juga sedang pergi ke lokasi proyek bersama dengan Septian dan juga ada Jessie.
Dia sama sekali belum mengetahui kalau upaya ke luar kota juga melibatkan Jessie yang juga sudah membuatnya cemburu tempo lalu di kantor.
" Kak... aku boleh keluar nggak? "
Langsung mengirim pesan ke nomor Vendra.
Sambil menunggu kekasihnya membalas pesannya, Lily memutuskan untuk menonton televisi drama kesukaannya.
Hari ini tidak ada kelas jadi cukup santai untuknya rebahan.
Dilokasi terlihat Vendra selalu bersama Jessie karena memang ini proyek mereka berdua.
Suasana cukup serius dan juga masih aman terkendali bagi Vendra sendiri.
" Jam berapa Sep...? "
" Jam 11 kurang sedikit, lebih baik kita makan siang terlebih dahulu... "
" Kamu sudah kelaparan? "
Ejek Vendra.
" Ini memang sudah jam makan siang, kamu pikir tidak capek kerja langsung terjun begini, mana panas... "
" Ya sudah, pesan kan saja makanan... kamu sudah tahu kan pesan berapa? "
" Oke.... "
Vendra langsung menghampiri Jessie yang sedang berdiskusi dengan salah satu pegawainya.
" Jess... lebih baik kita istirahat dahulu, ini sudah jam 11 waktunya makan siang "
" Iya kah? nggak terasa juga ya ternyata... "
" Septian sudah memerankan makanan, kita tunggu di ruangan saja... "
" Okey, tadinya aku mau ngajak makan di luar, berhubung Septian sudah pesan jadi yasudah "
" Baiklah, kita pergi sekarang... "
Pergi meninggalkan lokasi menuju ruang kerja.
šš
" Lama sekali, aku bosan juga di sini... apa aku pesan makanan saja ya dari luar, aku pengen banget makan seblak "
__ADS_1
Lily berniat untuk menelfon Vendra, namun ia mengurungkan niatnya dan memilih order makanan yang benar-benar membuatnya ngiler siang ini.
" Ven... habis ini kamu mau pulang atau kamu mau kemana...? "
" Sepertinya aku harus langsung balik ke apartment Jess, Septian juga ada acara "
" Oh, yasudah... tadinya mau ngajak jalan, kan berhubung masih jam segini "
" Mungkin lain waktu... makasih untuk ajakannya "
Selesai makan siang Vendra memutuskan untuk pulang bersama Septian menuju ke apartment "
.....
" Lily sendirian di sana...? "
" Terus sama siapa...? "
" Kali aja kamu bawa seseorang.... "
Ucap Septian.
" Cepat sedikit.... tadi dia mengirim pesan mau beli makanan Sep, takutnya keluyuran keluar "
" Kayaknya nggak mungkin, ini tempat baru dan asing juga buat dia.... "
Vendra menelfon ke nomor Lily namun tidak di angkat karena memang ponselnya di taruh di atas tempat tidur, sementara dia makan seblak di ruang tengah sambil menonton televisi.
" Jangan-jangan dia kabur Sep...? "
" Udah jangan lebay.... ini hampir sampai "
Septian langsung melajukan mobilnya secepat mungkin, bagaimanapun dia juga cemas kalau sampai Lily hilang pasti dia juga ribut dan pusing mencari kekasih boss nya.
Tak lama kemudian mereka sampai di halaman apartment dan Vendra langsung berlari keluar menuju ke kamarnya.
" Awas saja kalau dia berani keluar tanpa seizin ku "
Tangannya sudah mengepal.
Dengan langkah cepat ia buru-buru membuka pintu.
Perasaan cemas dan juga rasa takut langsung sirna ketika kedua matanya melihat sosok wanita mungil yang duduk di lantai sambil makan dan menonton televisi di depannya.
" Sayang.... "
Lily langsung menengok.
__ADS_1
" Sayang, kamu sudah pulang..... "
Vendra langsung berjalan cepat dan memeluk kekasihnya yang sudah berdiri.
" Ada apa...? "
" Aku kira kamu kabur... "
" Kabur kemana..? kan aku izin tadi "
" Udah mulai sekarang jangan sekali-kali minta izin keluar atau kemanapun kalau sedang pergi dengan ku.... nanti justru aku malah pusing mikirin kamu.... "
" Tapi aku kan nggak kemana-mana "
" Kamu udah makan..? "
" Udah.... kamu belum makan..? aku pesan satu aja... "
" Kamu pesan apa...? "
Menengok ke mangkuknya yang sudah tinggal sendok.
" Seblak heheheheh "
" Kamu makan makanan nggak sehat itu...! "
" Kak... jangan gitu... "
" Kalau sakit gimana... "
" Aku sehat... "
" Kamu mau makan apa? biar aku order... "
" Apa ya, tapi aku sudah kenyang ... "
Ucapnya.
" Yakin...? "
" Iya.... tadi aku kira kamu pulang sore "
" Mana mungkin... membaca pesan mu saja pikiranku sudah ketar-ketir... takut kamu kabur, dan hilang "
" Ih, lebay deh... "
" Kamu tahu aku khawatir sayang... "
__ADS_1
Ucapnya lembut