BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
TAMAN


__ADS_3

" Nanti kita mau kemana lagi Mel..... "


" Enaknya kemana...? aku bosen tahu dirumah, sendirian nggak ada temannya.... kamu sih enak masih ada kak Vendra... "


" Nggak juga Mel... kalau dia kerja aku juga sendirian di apartment, bosen tahu.... tidur, makan, nonton TV gitu-gitu aja... "


Ucap Lily sambil memakan spaghetti.


" Benar juga ya, dia posesif juga ya sama kamu.... "


" Iya Mel... kamu tahu kan... aku tidak punya siapa-siapa.... aku hannya punya dia di dunia ini, kadang juga aku merasa beruntung.


Aku punya dia yang menjagaku, benar-benar menjagaku... kalau nggak ada dia, ntahlah gimana nasib dan kehidupanku... "


Lily tersenyum saat menjelaskan betapa istimewanya Vendra.


" Kau benar juga, mungkin orang seperti dia tidak banyak Ly... hannya ada 1 dari seribu orang.... beruntung banget kamu... "


" Ya... sangat beruntung banget Mel..... sangat beruntung... "


" Kamu sudah ngabarin dia kan kalo pergi... "


Tanya Mellanie, takutnya nanti Vendra marah besar.


" Udah kok.. tapi mungkin dia sibuk, belum balas pesan dariku tadi .... "


" Kita kemana ya Ly.... "


" Ntahlah.. terserah kamu saja.... "


" Apa kita ke Mall....? "


" Kamu mau belanja...? "


Tanya Lily.


" Bingung juga si hahahaha..... "


Tiba-tiba ponsel Mellanie berbunyi.


" Siapa Mel.. "


" Papah aku... bentar ya.... "


Mellanie langsung mengangkat telfon dari ayahnya.


Sementara Lily mengecek ponselnya yang masih belum ada balasan dari Vendra.


" Kak.... kamu sudah makan...? "


" Jangan sampai telat makan ya.... "


Hampir 10 menit akhirnya Mellanie duduk kembali setelah berbicara dengan ayahnya.


" Kenapa Mel....? "


" Nggak... cuma papah nyuruh aku pulang, ada kepentingan mendadak.... "


" Sekarang...? "


" Yes.... aku sudah bilang bentar lagi aku pulang.... "


" Mel... kamu pulang aja nggak apa-apa... aku nanti biar pulang pake taksi.... "

__ADS_1


" Heh.. kamu mau pacar kamu itu ngamuk sama aku...? bisa habis nanti hahaha "


" Aku serius Mel.... nggak apa-apa kali.... udah... santai aja... "


Ucap Lily yang berusaha meyakinkan sahabatnya.


" Yakin...? kamu telfon aja dulu kak Vendra, siapa tahu dia bisa jemput kamu Ly.... "


" Udah... santai aja... nanti aku akan menelponnya... kamu pulang aja, nggak apa-apa.. yakin deh... "


" Kamu serius... aku malah nggak enak nanti.. maaf... "


" Udah.. percaya sama aku... kasihan papa kamu nunggu nanti, mungkin aja penting lho.. "


" Ya udah... aku pulang dulu ya Lily.... I'm sorry.... kamu kabarin ka Vendra ya, takutnya nanti kalau ada apa-apa.. "


" Iya..... bawel banget sih hahahaha.... "


Kini Lily sendirian di salah satu tempat makan yang masih menikmati makanannya.


Ia menunggu pesan dari Vendra namun belum juga di baca ataupun di balas.


" Kamu ngapain si ka....? apa sibuk banget kali ya....? aku kemana ya habis ini....? masak iya ke kantor....? "


Sudah hampir jam 3, Lily yang bingung memilih pergi ke taman kota sambil membeli beberapa camilan disana.


Vendra yang sudah menyelesaikan rapat terakhirnya duduk di kursinya, ia langsung menyuruh Septian mengambilkan ponselnya di ruangannya.


" Ini ponselmu.... "


Vendra membuka pesan dari Lily dan langsung menelfon kekasihnya.


" Dimana kamu...! "


Tanya Lily dari balik telfon.


" Kamu dimana...! "


" Aku di taman.... "


" Taman mana...? kamu sama siapa hah...! "


" Sendiri.... "


" Dia pasti ngamuk.... "


Batin Lily.


" Berani kamu ya pergi sendiri....!! "


" Aku tadi sama Mellanie tapi dia pulang soalnya ada urusan mendadak ka..... "


" Harusnya kamu telfon....... kalau terjadi apa-apa gimana...? "


" Maaf... aku fikir kakak sibuk jadi aku nggak mau ganggu.... "


" Tunggu disana...!!!! awas kalau sampai kamu kemana-mana.... "


Vendra langsung mematikan ponselnya dan turun untuk segera pergi menyusul Lily.


" Hey mau kemana tuan...! "


" Ambil mobil cepat...! "

__ADS_1


" Baiklah.... "


Septian langsung mengambil ponselnya di meja dan bergegas turun untuk mengantar Vendra menemui Lily.


❤❤❤❤


" Sep... pergilah.. kau bisa pulang.... "


" Nanti aku suruh supir untuk jemput kalian kemari... "


" Terserah.... "


Vendra berlalu meninggalkan Septian.


" Dasar bucin..... "


Ucapnya sambil tertawa menatap Vendra.


.......


" Ngapain disini..... "


" Ah... kak.... mengagetkan saja... "


" Kamu ngapain kesini....? harusnya kamu langsung pulang, atau langsung ke kantor.... "


" Ka... please... aku bosan.... "


" Kalau terjadi sesuatu gimana...? temanmu benar-benar tidak bertanggung jawab...! "


Vendra terlihat kesal.


" Ka... tadi aku kan sudah jelasin semuanya.. jangan kayak gitu.... "


" Ayo pulang.... "


" Kakak bawa mobil....? "


" Tidak.... "


" Terus...? "


" Udah jangan banyak tanya kamu.... kita pulang, ini sudah sore Lily... lain kali langsung ke kantor... atau kau telfon aku pasti aku akan menjemputmu... "


" Aku tidak mau pulang.. aku mau disini sebentar saja kak.... "


" Mau ngapain....? mendung juga nanti kalau hujan.... kamu bisa sakit.... "


" Kamu takut hujan...? "


Ejek Lily.


" Bukan begitu... bagaimana nanti kalau kamu demam..... "


" Jangan khawatir ka... kan ada kamu... kamu mau kan merawatku... "


Terlihat manja.


" Idih.... manja sekali..... "


Vendra tersenyum.


Akhirnya mereka menghabiskan sore hari di taman sambil menikmati udara sore dan aneka jajanan yang mengundang lapar.

__ADS_1


__ADS_2