BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MEMBENCIMU...!


__ADS_3

Pagi.....


Hembusan angin dari jendela terasa sampai ke dalam kamar, apalagi dengan satu jendela yang terbuka sejak semalam.


Sedikit dan perlahan Lily membuka kedua matanya berusaha untuk menyadarkan dirinya.


Sakit, pegal...


ia hannya bisa terdiam sambil menatap ke arah sekitar.


" Tuhan...


kenapa kau masih memberikan kehidupan untukku, aku sempat berfikir bahwa malam itu benar-benar menjadi malam terakhirku.... "


Batinnya.


Ia menoleh ke samping kanannya.


Air mata itu menetes hingga membasahi bantal tempat ia berbaring tidur saat ini.


Dengan pelan dan sekuat tenaga Lily berusaha menggeser tubuhnya menjauh dari Vendra.


" Akh.... "


ucapnya pelan merasakan sakit di kewanitaannya.


" Sakit banget..... "


seraya menggigit bibirnya.


Vendra yang bisa mendengar dan merasakan pergerakan pada tempat tidurnya mulai sadar dan berdiri seraya memajukan kepalanya menengok Lily.


" Hey... jangan banyak gerak sayang.... "


Ucapnya sangat lirih dan lembut.


" Jangan nyentuh ku.....! "


Memperingatkan Vendra.

__ADS_1


" Sayang..... "


" Aku bilang jangan menyentuhku....!! "


Bentak Lily.


" Maaf..... "


" Pergi... "


" Baby... no.... kamu sakit.. "


" Pergi....!!! "


Terlihat Lily memejamkan matanya menahan sakit ketika menggerakkan tubuhnya.


" Lily aku minta maaf, please... jangan kayak gini "


Protes Vendra.


" Aku tidak mau, pergi kau dari sini...! kau membuatku jijik dengan diriku sendiri...! "


Perdebatan di pagi hari hingga membuat emosi Lily kembali memuncak.


...


aku tidak sengaja.... "


Vendra menundukkan kepalanya menyesal.


" Tidak sengaja...? "


Tertawa dengan ekspresi menahan sakit.


" Kau bilang tidak sengaja...?


aku sudah menyuruhmu berhenti, kau melanjutkan aksimu tanpa memikirkan keadaanku, kau memperkosa ku tuan Vendra....!!!! kau memperkosa ku..... "


Air mata semkin menetes deras.

__ADS_1


" Lily aku minta maaf, aku akan tanggung-jawab atas perbuatanku tadi malam.... sungguh maafkan aku, aku tidak sadar dan pengaruh obat.... "


" Aku sudah mencoba menghentikan mu, aku menangis kesakitan tapi kau malah menikmati semuanya...! bahkan suara kenikmatan mu tadi malam masih menggema di telingaku sampai saat ini... kau jahat...!!! kau merusak ku, kau merampasnya secara paksa dan kau malah menyalahkan dirimu karena pengaruh obat...? kau harusnya bisa menuntaskan hasrat mu itu pada wanita jalan di luar sana...!!! bukankah memang itu kebiasaan mu hah...!!!! "


Air mata semakin deras hingga membasahi wajah Lily, sementara itu Vendra hannya diam.


" KAU MERUSAK KU....!!!!! "


" KAU MERENGGUT APA YANG SELAMA I I AKU JAGA...!!!! "


" Sungguh, penilaian diriku tentangmu ternyata salah.... kau sama saja dengan laki-laki yang berkeliaran mencari mangsa untuk pemuas nafsunya.... PENDOSA.... "


Deg....


deg.....


Jantung Vendra berdetak sangat kencang, sakit... ya itu yang dia rasakan saat ini setelah mendengar penuturan dari mulut Lily.


Tak ada satu kata yang keluar dari mulutnya saat ini untuk menjawab omongan wanita yang ada di hadapannya.


" I'm sorry..... "


Lirihnya.


" Apa kau fikir semua akan baik-baik saja dengan kata maaf....? bahkan jika kau mengucapkannya seribu kali pun aku tidak akan memaafkanmu....! "


Hatinya bertambah sakit mendengar kalau Lily benar-benar membencinya saat ini, ia tahu ia salah.


Tapi baginya ia memilih pulang dan melampiaskan semuanya pada Lily karena baginya sekarang ia tidak mau menyentuh wanita ****** manapun hannya untuk menuntaskan nafsunya semenjak ia berhubungan dengan Lily.


" Aku... "


" KELUAR....!!!! "


" Baiklah, aku akan keluar.. tolong jangan banyak gerak sayang... "


" PERGI... !!! "


Vendra berjalan ke arah pintu dengan perasaan kacau, kecewa dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Kedua mata Lily memandang punggung Vendra sekilas, mungkin kata yang tepat saat ini untuk laki-laki yang selama hampir satu tahun bersamanya adalah kecewa.


Sangat kecewa hingga sejenak Lily mengira semua ini hannya mimpi baginya.


__ADS_2