
" Rasanya aku sia-sia jika terus berada disini... dia benar-benar tega meninggalkanku seperti ini, egois.
Dia juga pergi tanpa membiarkan aku bebas, apa sebenarnya maksud dari semua ini...? "
Ntah sudah sejak kapan ia selalu meneteskan air matanya merasakan hatinya dan perasaannya yang benar-benar menggantung.
" Non... mau kemana...? "
Teriak salah satu pelayan.
" Ada urusan bi... sama teman... "
" Non tapi tuan tidak mengizinkan pergi Non... "
Lily berjalan dengan cepat dan segera memasuki mobil di antar oleh supir rumah, lebih tepatnya supir pribadinya.
" Kemana Non....? "
" Jalan aja pak, aku ada acara sama teman nanti di suatu tempat... "
Lily kali ini berbohong.
" Oh, baiklah.... "
Mobil langsung melaju dan meninggalkan kediaman Vendra.
Sebenarnya Lily tahu Vendra mengirim pesan untuknya, tapi kali ini ia memilih untuk diam.
" Aku pergi kemana ya....pasti pak jamal bakal nungguin dan ngawasin aku terus... "
Ia memegang kepalanya, terlihat bosan, pusing, dan juga cemas.
" Apa aku bilang aja sama pak jamal kalau aku janjian sama teman di cafe... cafe yang pernah aku kunjungi waktu ada Alex juga, aku masih ingat... ya... "
....
" Pak kita ke cafe ****** nanti bapak tungguin saja di depan ya... atau bapak bisa langsung pulang, nanti biar aku kabarin lagi kalau urusan aku sudah selesai... "
" Tapi Non... "
" Udah.. nggak apa-apa, aku nggak bakal pergi kok pak.. tenang aja... "
Ucapnya seramah dan semanis mungkin hingga membuat pak Jamal percaya begitu saja.
Lily benar-benar tidak menganggap pesan Vendra kalau kekasihnya itu akan pulang.
__ADS_1
Baginya sekarang, tidak mudah untuk mempercayai kekasihnya kembali.
Setelah menunggu 10 menit akhirnya sampai juga di cafe yang Lily tuju.
" Non... ini bapak pulang...? tapi sebaiknya bapak tunggu saja ya Non... "
" Pulang aja nggak apa-apa pak.. kasihan bapak kalau nunggu nanti lama, nanti aku juga kabarin secepatnya... bapak nggak usah khawatir.. "
" Yakin Non...? "
" Iya pak.... pulang aja nggak apa-apa... "
Ucap Lily.
Pak Jamal langsung memutuskan untuk pulang sesuai perintah Lily kali ini.
Hannya perlu menunggu kepergian pak Jamal, Lily langsung buru-buru masuk kedalam cafe dan duduk di salah satu meja sambil memesan minuman dan makanan untuk menemaninya.
" Aku pergi kemana ya habis ini... ? apa aku kabarin Mellanie aja ya...? tapi kayaknya dia kemarin bilang mau liburan sama ayahnya ke rumah saudara... "
Kedua matanya menatap jendela menikmati pemandangan mobil yang lalu lalang.
Bosan, ia ingin sekali pergi seharian penuh untuk melupakan beban pikiran yang sudah di berikan oleh Vendra.
" Lily......? "
" Ya ampun Lily, hati-hati.... "
" Alex..... ya ampun, sumpah aku kaget.. maaf. "
" Kamu ngapain...? "
" Aku..? "
" Ya iya.. kan aku tanya kamu... kamu ngapain disini..? sama Mellanie...? "
" Nggak... aku sendirian kok... "
Alex terlihat heran dengan ungkapan Lily kali ini.
" Sendirian...? kamu sendirian...? yakin..? "
" Iya... kenapa si..? nggak percaya..? "
" Hahahaha... tentu saja... biasanya kan di temani kakak kamu, atau anak buah kakak kamu... kamu yakin sendirian...? kamu naik apa..? nyetir sendiri...? "
__ADS_1
" Ya ampun Alex... kamu banyak tanya banget hahahaha.... aku tuh sendiri, tadinya aku di antar sama supir.
Tapi aku suruh pulang, bosan juga di rumah terus.. "
" Abang kamu...? "
Tanya Alex kembali.
" Dia... dia ada urusan di luar negri... "
" Owh... bisnis...? "
" Ya, begitulah... "
" Boleh duduk...? "
" Tentu saja.... duduk aja Lex... kamu kesini mau ngapain..? "
" Aku memang biasa kesini.... "
" Ngapain...? "
" Hanya mengecek saja... "
" Maksudnya...? "
" Kebetulan... ini cafe papa aku, salah satu usahanya.... "
" Kamu serius...? aku baru tahu, lah waktu itu kamu juga biasa aja kayak nggak bersikap gimana gitu.... "
" Ya nggak lah, ngapain... aku tiap hari kesini sih, cuma sekedar ngecek aja... kamu ngapain sebenarnya...? "
Alex masih penasaran, karena selama ini yang dia tahu kalau Lily hampir tidak pernah pergi kemanapun sendirian.
" Keluar aja, cari angin.... udah jangan banyak tanya... "
" Kamu pesan ini aja..? "
" Iya, ini juga nggak habis... "
" Habis ini kamu mau kemana..? "
" Entahlah Lex... aku benar-benar bosan di rumah... kamu tahu kan "
Pertemuan Lily dan Alex kali ini tanpa disengaja sudah di awasi oleh anak buah pribadi Vendra.
__ADS_1
Dia sengaja membiarkan Lily kali ini, menurutnya memang pengekangan yang di lakukan terhadap kekasihnya sedikit berlebihan, lagi pulang dia juga belum sampai rumah.
Alex dan juga Lily membicarakan banyak hal dan bergurau satu sama lain hingga lupa waktu.