BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
KEPULANGAN VENDRA


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


Tanpa sadar Lily dan Alex menghabiskan waktu berdua di cafe dan berbincang-bincang banyak hal di sana.


" Lex.... sepertinya aku harus pulang... sudah jam 3 lagi "


Lily terlihat cemas melihat beberapa panggilan tak terjawab dari supir pribadinya pak Jamal.


" Kamu mau pulang...? biar akau antar... "


" Eh, nggak usah... supir aku udah on the way kemari... beneran nggak usah... "


" Yakin...? aku antar aja nggak apa-apa... "


" Udah.. nggak perlu Lex... makasih buat traktirannya hari ini... makasih banyak buat waktunya juga... "


" It's ok... sama-sama... sering-sering datang kemari kalau kamu sedang bosan... "


Ucap Alex.


" Tentu saja... makasih banyak ya... "


" Ayo, biar aku antar... "


" Kamu pikir aku ini anak kecil...? "


" Udah, nurut aja hahahaha... kamu tamu.. tamu harus diperlakukan spesial... "


Ucapnya keceplosan, ya spesial... karena Lily memang orang spesial untuknya.


" Yasudah, ayo aku temani di depan nunggu pak Jamal... "


" Makasih banyak Lex... "


" Sama-sama.... "


Alex merasa hari ini adalah hari yang spesial untuknya, selain bisa bertemu dengan Lily ia juga bisa leluasa tanpa Vendra yang mengganggunya.


Ia memang masih belum tahu siapa Vendra sebenarnya, yang ia tahu hannya sebatas kakaknya Lily yang over dan juga pemarah.


" Lex.. makasih.. aku pulang dulu, dan untuk bekalnya ini.. makasih banyak.. "


Sambil menenteng satu kantung plastik berisi makanan dan minuman untuk Lily.


" Sama-sama, jangan makasih terus... kabari aku kalau sudah sampai rumah.. "


" Iya, duluan ya... "


" Oke, hati-hati ya pak... "

__ADS_1


" Siap tuan... "


Sahut pak Jamal.


Sebenarnya pak Jamal sudah sangat cemas karena Lily pulang jam segini, padahal perginya juga dari jam setengah 10 pagi sampai jam 3 sore.


Belum juga nanti sampai rumah mungkin sekitar jam 4.


šŸ’•šŸ’•


Sesampainya di rumah Lily langsung menuju ke kamar.


" Ya ampun... senang sekali rasanya bisa keluar seharian kayak tadi... "


Saat Lily hendak berdiri untuk mengambil handuk, ia justru terkejut bukan main melihat sosok laki-laki yang berdiri tegak di depannya.


" Kak Vendra.... "


Ucapnya Pelan.


" Kamu dari mana...? "


" Aku...


aku tadi.... aku... "


" Dari mana...!!! "


Ucapnya bohong.


" Kau sudah pandai berbohong...? "


Lily langsung terkejut dan menatap ke arah Vendra.


" Kemana aku bilang...!!!! "


Lily hannya diam.


Perlahan Vendra berjalan mendekati Lily yang langsung berdiri dan mundur untuk menjauhinya.


" Berani kamu pergi dan berbohong seperti ini...? bukankah aku sudah bilang jangan membantah ku...!!!! "


Teriakan Vendra membuat Lily ketakutan.


" Aku... aku hannya keluar sebentar... "


" Bukankah aku sudah bilang, pergilah jika memang ada perlu.... apa itu kurang jelas untukmu...!! "


" Aku hannya bosan di rumah... "

__ADS_1


" Apa itu alasanmu...? kau yakin cuma itu..? atau kau memang mau bertemu dengan laki-laki di luar sana hah....!!! "


" Kak cukup ya... cukup...! apa kamu pikir aku tidak bosan di kurung di rumah terus, kamu pikir aku tidak bosan kak...? kamu saja pergi tanpa kabar dan baru pulang hari ini, aku yang baru keluar setengah hari saja kau permasalahkan..."


" Apa salahnya, kalau kau perlu sesuatu bilang...! aku sudah memberitahumu bukan..? "


" Aku tidak perlu apapun... "


" Tidak perlu kamu bilang...? tidak perlu...? oh ya... kamu hannya perlu ketemu dia diluar sana..!! "


" Aku tidak percaya kau bisa bicara seperti itu kak...! harusnya aku yang marah sama kamu... kamu kemana aja hah..!


aku memang tidak perlu apapun di rumah ini... aku cuma perlu kamu...kamu kak... cuma kamu... walau itu hannya sebuah kabar singkat yang kau tulis untukku.... "


Ucap Lily sambil menunjuk dada lebar milik Vendra.


Terlihat Vendra hannya diam tanpa menjawab.


" Kenapa diam..?


memang aku terus yang selalu salah, aku dan aku.


Aku capek... kamu tahu, aku capek, entah sudah berapa ratus pesan dan panggilan dari aku ke kamu yang nggak kamu respon.


Terus apa aku salah kalau cuma ingin merefresh otakku yang benar-benar buntu..? "


Vendra masih terdiam.



Lily melepaskan tangan Vendra yang dari tadi menahannya, dan segera menjauh darinya.


" Aku minta maaf.... "


" Untuk apa kak...? apa kamu punya salah sama aku...? aku pikir, aku yang sudah banyak melakukan kesalahan padamu... "


Lily kembali berjalan hingga pada akhirnya Vendra menarik dan memeluknya.


" I'm sorry.... "


Lily hannya diam, namun air matanya mengalir deras.


Ada rasa bahagia melihat Vendra pulang, tapi saat ini pikiran nya memang sedang kacau dan dia hannya butuh me time untuk menenangkan hatinya.


" Kau tahu.. aku menunggumu hannya sekedar membalas pesan dari ku, bahkan untuk berharap kamu pulang saja aku cukup tahu diri.


Aku capek.... aku capek kak... "


Lily menangis sesenggukan.

__ADS_1


" Aku mohon jangan menangis... "


Vendra berusaha menenangkan Lily.


__ADS_2