
" Kak rayen memintaku untuk datang ke tempat temannya besok pagi... "
" Pergilah... aku tidak apa-apa.... memang ada acara apa...? "
" Hannya makan-makan mungkin, sama reuni... sudah lama aku tidak berjumpa dengan teman kakakku yang hampir semua temannya aku kenal dan akrab "
Vendra berusaha menjelaskan semuanya pada Lily.
" Owh.. pergilah... "
" Kau tidak apa-apa...? "
Sebenarnya Vendra sedikit merasa cemas dan takut kalau terjadi sesuatu pada Lily, ia hannya tidak mau kalau wanita yang membuatnya nyaman terluka.
" Tidak.. aku tidak apa-apa... "
Lily tersenyum menatap ke arah Vendra.
" Perutmu tidan sakit...? "
" Tidak.... kamu tidak usah khawatir soal diriku... "
" Baiklah... hannya sebentar.. sore aku pulang... kamu bisa memasak apapun di dapur.. "
" Baiklah, tidurlah.. sudah jam 2.
Aku juga berterima kasih, kau membelikan aku pembalut.. maaf kalau itu membuatmu risih.. "
" Tidak... it's Okay... tidurlah... "
" Aku pasang seprei dulu.... "
" Tidak usah, tidurlah di sofa ini saja, ini cukup untuk 2 orang.. "
Vendra berkata seperti itu seolah tidak ingin jauh dari Lily, tidak bisa di elak lagi kalau sisa waktu sebelum pagi ini pasti penuh dengan pelukan.
š
š
š
__ADS_1
Pagi ini Lily pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi.
Vendra tertegun ketika bangun dan menuju ke dapur.
Pemandangan yang menurutnya sangat indah di pagi hari, di dapur apartemen miliknya berdiri seorang wanita yang tengah bertempur dengan bumbu dapur untuk menyajikan sarapan pagi.
" Selamat pagi... "
Ia berbisik tepat di telinga Lily hingga membuat wanita yang di sampingnya kaget.
" Kau mengagetkanku.... "
Terlihat senyum menyungging di sexy milik Vendra.
" Kau sudah rapi..? "
" Ya.. aku akan berangkat setelah memakan sarapan pagi buatan mu... "
" Aku harap kau tidak memuntahkannya... "
" Apapun akan aku makan jika kau yang membuatnya... "
" Astaga Ven.. dari mana kamu bisa punya keberanian nge gombal seperti itu padanya.. "
" Aku tunggu di meja makan... "
Vendra berlalu meninggalkan Lily untuk berusaha menghindar karena groginya.
" Huh.... mulutmu lemes sekali "
Ia memegang mulutnya sendiri.
Setelah menunggu hampir 10 menit akhirnya Lily selesai membuat sarapan pagi untuk mereka makan.
" Maaf aku hannya memasak nasi goreng... "
__ADS_1
" No baby... ini semua sudah sangat cukup dan membuatku lapar... "
Lily terdiam meresapi dan terkejut ketika laki-laki yang di depannya memanggilnya dengan sebutan " BABY ".
" Duduk dan makanlah.... "
Ucap Vendra kali ini berhasil membuat Lily tersadar dan langsung ikut sarapan pagi bersamanya.
" Ini enak sekali... "
Puji Vendra yang memang terlihat jelas menikmati nasi goreng yang Lily buat, dengan lahapnya ia memakannya.
Lily tersenyum menatap ke arah Vendra, terlihat sosok yang tidak seperti biasanya.
Ia melihat sosok yang seperti anak-anak yang terlihat jelas dari raut muka dan pergerakan tubuhnya.
" Aku mau roti itu Lily... "
" Ah.. baiklah.. aku akan ambilkan piring dulu.. "
Pagi yang indah bukan.
Bangun pagi melihat wanita yang ia cintai sedang memasak terus bisa sarapan pagi bareng.
" Aku berangkat.... kau tidak sakit kan perutmu..? kalau ada apa-apa kau bisa menelfonku... ponsel baru ada di laci samping tempat tidur... "
Ucap Vendra.
" Ponsel baru...? "
Lily sedikit terkejut.
" Ya.. untukmu biar gampang jika kau butuh sesuatu... "
" Oh iya.. terima kasih, harusnya kau tidak perlu seperti itu.. "
" Aku tidak suka jika ingin mengabarimu susah dan harus melalui telfon umum... "
" Terima kasih.... hati-hati dijalan... "
Vendra berjalan menuju ke pintu, Lily juga sudah membalikkan badan untuk melangkah pergi namu tiba-tiba sentuhan tangan membuatnya berbalik hingga membuat bibirnya merasakan kehangatan seperti tadi malam.
" Tunggu aku... aku pasti akan cepat pulang... "
__ADS_1
Ucap Vendra yang langsung berbalik dan menutup pintu sambil tersenyum tanpa memperdulikan Lily yang mematung karena syok.