BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
DANSA


__ADS_3

Malam ini Vendra menyiapkan kejutan untuk Lily selesai makan malam.


Semua sudah di atur rapi dan sesempurna mungkin.


" Apa Villa ini juga jarang kamu kunjungi kak..? "


" Sepertinya aku baru kesini satu kali ini... dan pastinya kamu orang pertama ya g menginjakkan kaki di Villa ini juga... "


" Kok bisa sih..."


" Kenapa...? aku tidak ada waktu dan tidak. sempat buat jalan-jalan kemari... kurang kerjaan saja.. "


" Iyakah...? terus kenapa kamu ngajak aku kemari..? "


" Itu beda, situasi... kondisi dan status yang sekarang.


Ada orang yang harus selalu aku prioritaskan, aku ingin dia menikmati apa yang aku nikmati.


Aku juga ingin dia menjadi pendamping hidupku sampai aku mati nanti... "


Senyum langsung terukir di wajah Lily.


" Jangan berlebihan.... takutnya nanti... "


" Takut apa...! jangan bicara yang tidak tidak Lily, aku tidak suka... "


" Iya.. maaf... "


" Cepat habiskan dan aku akan menunjukkan sesuatu, ada kejutan malam ini "


" Iyakah..? kejutan apa...? "


" Namanya juga kejutan, pasti rahasia baby.. "


Lily dengan cepat kilat menghabiskan sisa makanan yang ada di piring karena tidak sabar untuk melihat kejutan yang disiapkan Vendra.


" Ayo kak... "


Berdiri.


" Kemana..? "


Goda Vendra.


" Katanya ada kejutan.... "


" Kemana aku tanya...? "


" Kak.. jangan gitu ih.... "


Cemberut.


" Kamu antusias sekali kalau soal kejutan "


" Aku tahu, kejutan yang kau siapkan pasti tidak pernah gagal, tidak ada duanya "


Ucap Lily sambil menggandeng dan bergelayut manja di lengan Vendra.


" Kok kamu jadi genit gini sih... "

__ADS_1


Goda Vendra.


" Udahlah... aku mau ke kamar kalau gitu... "


" Eh.. jangan ngambek gitu dong... aku cuma bercanda sayang, ayo... kemari... "


Lily berjalan mendekat ke arah Vendra.


" Jangan marah... "


Ucapnya lembut di ikuti anggukan dari kekasihnya.


Vendra menggandeng mesra kekasihnya menuju ke belakang Villa malam ini.


Sesampainya di tempat, Lily benar-benar terkejut, dia terdiam dan memandang ke arah Vendra.


" Kamu nyiapin semua ini...? "


" Tentu saja, untukmu.... "


" Indah sekali..... "


" Kamu suka...? "


" Suka banget.... "


Memeluk erat Vendra.



Malam ini Vendra berencana mengajak Lily untuk menikmati suasana malam sambil mendirikan tenda dan camping sederhana di belakang Villa, tidak jauh-jauh.


Ucap Lily.


" Kamu bilang apa...? "


" Makasih kak.... "


Lily langsung berjalan melihat keadaan sekitar dan tak lupa juga tenda yang sudah berdiri dan tertata rapi di depannya.


" Aku menyukainya kak... sungguh... "


Ucapnya sambil terus menggandeng telapak. tangan Vendra.


" Kau serius...? "


Menganggukkan kepala.


" Iya... sangat menyukainya... makasih... "



" Mau dansa denganku...? "


Jongkok dan mengulurkan tangannya.


Lily terpaku, diam, senang semua jadi satu, kedua matanya perlahan berair.


" Kamu tidak mau...? "

__ADS_1


" Tapi aku kecil, aku pendek.... aku juga tidak bisa..."


" Kenapa kau mempermasalahkannya.... ayo dansa... "


Lily langsung menggenggam telapak tangan Vendra, musik romantis, slow mulai di putar menambah kesan istimewa malam ini.


" Kak... tapi aku "


" Berdirilah di atas kakiku.... "


Lily mengikuti perintah Vendra.


Tangan kekar dan berotot itu langsung menarik pinggang ramping Lily ke dalam pelukannya, sangat erat.


Jantung keduanya berdetak sangat kencang dan saling bersautan satu sama lain.


Kedua insan yang di mabuk cinta itu menari dengan romantis di bawah sinar rembulan dan api unggun.


" Aku sudah berjanji, dan aku sudah bilang kalau aku mencintai satu wanita saja, yaitu Lily... LILY AZZAHRA.... "


" Terima kasih untuk itu.... "


tersenyum.


" Apa kau tidak mencintaiku juga Lily Azzahra...? "


Goda Vendra.


" Kenapa kamu bertanya terus, aku mencintaimu..... "


Ucapnya malu.


" Terima kasih... "


" Untuk apa...? harusnya aku yang banyak-banyak berterima kasih pada pria yang bersamaku saat ini.


Ntah aku harus menyebutmu apa...kau memberikan kehidupan ke 2 yang sangat indah untukku.... dan aku harap kamu menjadikanku yang terakhir untuk hidupmu "


" Itu sudah pasti.... "


Vendra menggendong Lily hingga membuat kekasihnya kaget.


" Kak.... "


" Kau memang sengaja pendek biar aku bisa menggendongmu...? "


Tertawa.


" Ih.. apaan sih, ya nggak lah kak.... "


Dengan pelan ia menurunkan tubuh Lily hingga kedua kepala mereka dalam posisi yang pas dan saling berhadapan.


" Kak.. aku bisa jatuh.. turunin... "


Vendra hannya diam menatap kekasihnya yang benar-benar wajahnya sangat dekat sekali dengannya.


Vendra langsung mencium pipi Lily dengan pelan dan mesra hingga membuat seluruh bulu Lily merinding dan berdiri.


Perlahan kedua tangan Lily bergerak ke atas dan melingkar di leher kekasihnya menambah kesan romantis dan sedikit nakal namun memperlihatkan posisi yang sempurna untuk mereka berdua melangsungkan dan menikmati aksinya.

__ADS_1


__ADS_2