
Lily menjalani hari-hari seperti biasanya.
Untuk kali ini juga aktifitas belajarnya dari rumah karena fakultas tidak memperbolehkan mahasiswa dan mahasiswinya untuk belajar langsung di gedung fakultas.
Selepas kelas pagi, Lily memutuskan untuk menonton drama kesukaannya dan menyiapkan segala camilan lengkap di meja beserta jus jeruk segar yang menggoda.
" Sayang... kamu sudah selesai...? "
Vendra turun dari tangga dengan pakaian rapi.
" Sudah, barusan "
" Kamu makan apa aja ini, banyak sekali.. nanti kalau perut kamu sakit bagaimana...? "
" Ngakak kak.. jangan ngomong gitu "
" Jangan makan sembarangan... "
Ucap Vendra.
" Kamu mau kemana...? kok sudah rapi...? "
" Oh ya, aku mau pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, nggak apa-apa kan kalau kamu aku tinggal...? hannya dua hari, itu kalau lama "
" Kamu mau ninggalin aku...? "
" Ya ampun nggak sayang, aku ada urusan kerja... mana mungkin aku mau ninggalin kamu? ada-ada saja kamu ini "
Tutur Vendra.
" Kak... aku ikut.... "
" Apa....??! "
" Aku ikut...... "
" Ikut kemana..? kamu baru sembuh sayang "
" Kak aku mau ikut, nggak boleh ya..? biasanya juga boleh "
__ADS_1
Protes Lily.
Vendra terdiam sejenak bingung harus menjawab apa sama Lily sementara dia tahu betul ada Jessie juga nanti di lokasi.
" Kamu dirumah aja... aku janji, nanti malam aku pulang... "
" Kamu kok gitu... kamu mau pergi sama siapa sih sampai-sampai aku nggak boleh ikut...? kamu mau pergi sama wanita lain...? sama wanita kemarin?"
Jantung Vendra seketika berhenti mendengar perkataan Lily.
" Kamu ngomong apa si baby... jangan bercanda seperti itu, jangan buruk sangka sayang... "
" Terus...? "
" Aku hannya sebentar... "
" Yasudah... pergilah... "
Lily beranjak dari sofa dan berjalan dengan cepat menuju ke kamar.
Vendra yang tidak mau ribut dengan kekasihnya langsung berlari mengikuti dari belakang.
Sesampainya di kamar Lily berbaring di ranjang dan mengambil ponselnya.
" Jangan marah.... "
" Aku nggak marah kak, kamu mau pergi kan..? pergi aja "
" Aku ada urusan pen.. "
" Iya, pergi saja kak "
Sahut Lily sebelum Vendra menyelesaikan bicaranya.
" Aku hannya nggak mau kamu capek, kamu kan baru sembuh, aku janji malam nanti aku bakal pulang "
Lily hannya diam dan fokus ke ponselnya sambil menonton drama Korea kesukaannya.
Vendra membuang nafas panjang dan menghampiri Lily.
__ADS_1
" Kamu mau ikut... ? "
Lily masih diam.
" Cepatlah ganti baju kalau mau ikut... tapi aku ada satu permintaan... "
" Apa...? "
" Sebelumnya aku minta maaf karena hubungan kita yang belum banyak orang tahu, kamu bisa kan merahasiakannya...? "
" Kamu mau sembunyiin aku...? "
" Bukan sayang, bukan begitu... "
" Kamu nggak mau mengakuiku...? "
" Nggak sayang, bukan gitu maksudnya.... kamu tahu kan aku sangat menyayangimu, aku menjagamu dengan segenap jiwaku.. aku tidak mau sesuatu terjadi padamu hannya masalah hubungan ini.... secepatnya aku pasti akan memberitahu pada dunia kalau kamu wanitaku.. wanita satu-satunya yang aku cintai dan yang layak menjadi pendamping ku.
Aku mohon, ini hannya masalah waktu... "
" Apa aku buruk...? apa aku aib atau beban kak...? ntahlah tapi aku merasa sakit mendengarnya walaupun aku tahu posisi dan perasaanmu "
" Sssstttt..... jangan ngomong seperti itu... aku minta maaf "
Langsung memeluk erat kekasihnya, ia tahu perkataannya kali ini mungkin akan menyakitkan bagi Lily.
Tapi bagaimana pun memang ada benarnya soal itu, dia hannya takut sesuatu terjadi sama Lily jika ada orang yang tidak suka dengannya atau musuhnya yang mencoba mencari kelemahan dan titik penting di kehidupannya, dia tidak akan mau mengambil resiko apapun itu.
" Kamu mau ikut...? bersiaplah "
" Tidak, aku tidak jadi iku... aku di rumah saja "
" Kenapa, tadi katanya mau ikut... cepat bersiap-siap... aku tunggu "
" Kak aku nggak jadi ikut... "
" Tak apa, aku tunggu di bawah... aku mau menghubungi Septian berlebihan dahulu.. "
Vendra mencium lembut pipi Lily dan langsung mengambil jas nya.
__ADS_1
" Aku tunggu di bawah sayang.... "
Ucapnya kembali.