BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
CURHAT


__ADS_3

" Bi Susi... tolong antar makanan ke kamar nona muda... "


Ucap Vendra yang tidak berselera makan di meja makan.


" Nona muda... ? "


" Ah, maksudnya nona Lily... dia sedang sakit "


" Baik tuan.... "


Susi langsung naik menuju kamar Lily dengan membawa nampan berisi makan malam.


Tok...


tok...


tokkk...


Lily tidak menjawab ketukan pintu, ia berfikir kalau itu adalah Vendra.


" Non... ini bi Susi.... "


" Ah.. bibi.. masuk bi....tidak dikunci kok.. "


Susi langsung masuk dan menyunggingkan senyumnya ramah ke arah Lily.


" Non... makan dulu.... "


" Bi jangan panggil seperti itu... "


" Nak.. makan dulu... "


Kali ini diselingi dengan siuman.


" Harusnya bi Susi nggak perlu repot-repot.... nanti Lily ambil sendiri makanan di bawah... "


" Kamu baik-baik saja nak...? "


" Aku baik bi.... "


Menatap Susi dengan mata berkaca-kaca.


" Kenapa....? "

__ADS_1


Tanya Susi ragu dengan jawaban Lily.


" Bi... menurutmu apa akau wanita gampangan...? "


" Tentu saja tidak nak... apa ada yang berkata buruk padamu...? "


Lily menghapus air matanya yang menetes secara mendadak.


" Jangan menangis nak, katakan ada apa...? "


" Kenapa aku merasa seperti wanita yang hina ya bi.... apa wajahku wajah-wajah wanita nakal ya bi...? "


" Tidak..... tentu saja tidak nak, jangan berkata seperti itu. Kau gadis yang baik... bibi tahu itu...tuan Vendra juga tahu.... "


" Apa bibi berfikir kalau tuan Vendra menilai ku sebaik bibi...? tidak bi.... "


Lily memeluk Susi dan menangis di pelukan wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


" Kenapa nak....? cerita sama bibi.... "


" Bi... aku sudah kotor.... "


" KOTOR...? maksudnya...? lihat aku nak... katakan ada apa...? "


" Dia bi.... dia..... dia melakukannya... "


Lily kembali memeluk erat Susi.


" Vendra....? "


" Bi, aku kotor... aku mohon jangan membenciku bi, aku takut nanti semua orang kalau tahu akan jijik memandangku.... "


" Kapan dia melakukan ini nak...? "


Susi juga terkejut, ia tahu Vendra seperti apa. Bahkan kali ini ia merasa kecewa dengan sikapnya kepada Lily mengingat keadaan yang di alaminya.


" 2 hari yang lalu bi... aku tidak tahu setan apa yang merasukinya sampai-sampai melakukan itu padaku.


Aku sudah memohon bi, tapi dia tidak memperdulikan perkataan ku malam itu... "


" Sudah, jangan menangis nak.... "


Susi berusaha menenangkan Lily yang menangis di pelukannya.

__ADS_1


Jujur ada banyak pertanyaan yang ada di otaknya sekarang soal Vendra yang melakukan hal buruk pada Lily. Ia juga tahu betul kalau Vendra memang jatuh cinta dengan gadis yang sekarang berada di pelukannya.


Tanpa mereka sadari juga Vendra mendengarkan semua cerita Lily di balik balkon yang baginya sangat mengganggunya.


" Sumpah, aku tidak sengaja melakukannya Lily... harus berapa kali aku menjelaskan semua ini padamu..."


Susi yang mengetahui Lily tertidur langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.


Vendra yang muncul tiba-tiba membuat Susi terkejut.


" Nak... kau.... "


" Bi, jangan sampai ada orang lain tahu soal semua ini.... "


" Baiklah.... "


Vendra langsung duduk di samping Lily dan memandangi nya penuh penyesalan.


" Nak... apa aku boleh tahu....? "


" Bi.... aku tidak sengaja melakukannya, seseorang mencampur minumanku dengan obat.... "


" Harusnya kamu tidak melakukan semua ini nak, kasihan dia.... "


" Aku tahu bi... aku salah... aku akan bertanggung-jawab untuk semuanya nanti.. "


" Dia sebatang kara nak... bibi juga sangat menyayanginya... perjalanan hidupnya panjang dan sangat sulit.... "


" Aku tahu bi.... "


" Kalau begitu permisi.... "


" Bi.... "


" Ya.... kenapa...? kau butuh sesuatu...? "


" Terima kasih bi, terima kasih kau sudah membuatnya tenang dan tidak merasa sendirian disini... "


" Sama-sama..... "



" Maaf..... "

__ADS_1


Kata yang berulang kali keluar setiap ia menemui Lily.


__ADS_2