
Sudah pagi aja nih ya... š
gimana ceritanya... ?
jangan lupa kasih kritik dan saran ya, like dan bintangnya juga boleh kaka š„°.
Pagi ini Vendra terlihat sudah sangat tapi, bahakan ia turun jam 7 kurang untuk sarapan hari ini karena ada keperluan dan kepentingan yang mendadak mengenai urusan pekerjaan.
" Selamat makan tuan... "
" Hm... apa lily sudah bangun..? "
Sebenarnya semua pembantu sudah merasa curiga dengan sikapnya yang sering menanyakan lily dan perhatian juga dengan lily, kalau mengingat hari pertama ia membawa kerumahnya mereka hannya tahu kalau lily hannya lah wanita malam dan hina seperti pelacur umumnya yang sudah di beli mahal oleh tuannya.
" Belum tuan, apa perlu saya panggilkan..? "
" Ya.. mau cek saja, jika masih tidur biarkan saja.
Apa bi susi masih lama ..? "
" Baiklah tuan...
iya bi Susi katanya akan kembali 1 minggu lagi tuan... "
" Em.. yasudah.. pergilah... "
Salah satu pembantu itu langsung naik menuju ke kamar lily sesuai perintahnya.
Cek lek...
" Non..
non lily.... apa anda sudah bangun...? "
Kamar sudah tertata sangat rapi, hannya saja jendela dan korden kamar belum terbuka.
" Non... apa anda di kamar mandi...? "
Masih tidak ada jawaban dari lily.
" Non.. non lily.... "
Saat akan menuju balkon, kedua mata pembantu itu tertuju pada piring yang terletak di atas meja yang masih lengkap dengan menu makanan semalam., ia menjadi. perhatikan sendok dan garpu yang masih bersih.
Itu artinya lily tidak memakannya semalam.
" Yatuhan... cobaan apa lagi ini...
non lily tidak ada di kamarnya... "
Dia langsung bergegas untuk turun dan memberitahu pada Vendra soal lily.
Brakkkkk.....
__ADS_1
Vendra terdiam dan menghentikan sarapan paginya, terlihat ada rasa kesal di wajahnya, sementara tangannya sudah memegang pelipis dan keningnya menandakan orang yang sedang bingung sekaligus cemas juga.
" Bajunya ada..? "
" Ada semua tuan... "
" Ponselnya...? "
" Ponsel..? "
Ia langsung meninggalkan sarapan paginya dan menyuruh penjaga untuk menyiapkan mobil yang biasa ia pakai.
Flashback .....
" Hiks... hiks...
untuk apa aku disini...!
aku sudah berusaha bersikap baik, menuruti semua ucapannya karena aku memang merasa berhutang budi padanya.
Tapi apa... dia malah menyebutku wanita murah
.. apa aku segitu buruknya hingga dia terus memaki ku dengan berbagai ucapan kotor seperti itu....!
hiks.... hiks.... "
Lily langsung mengganti pakaiannya dan mengusap air matanya.
Tekatnya untuk kabur dari penjara mewah itu sudah bulat.
" Aku tidak akan kembali ke penjara itu lagi..! "
Lily langsung berlari sekuat mungkin untuk pergi meninggalkan rumah Vendra.
šššš
Vandra langsung menuju ke ruang CCTV.
" Nyalakan.. aku ingin tahu seberapa bodohnya anak buahku sampai-sampai hannya menjaga satu wanita saja tidak becus...!!!! "
Dengan gemetar 2 orang penjaga memutar kembali rekaman tadi malam. yang memperlihatkan kalau lily memang benar-benar pergi tanpa membawa apapun dari rumahnya.
Prangggg..
. .
Gelas di meja sudah pernah menjadi kepingan kecil karena di lempar olehnya.
" Maaf tuan.. kami minta maaf... "
Ia langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan segera menuju ke teras depan untuk mencari keberadaan lily.
" Sep... "
__ADS_1
" Iya.. ada apa...?
kau sudah dijalan? "
" Batalkan rapat hati ini "
" Tapi ini penting... kita bisa kehilangan kontrak kalau kau tidak datang... "
" Apa kau fikir aku semiskin itu...? "
" Sebenarnya ada apa...? "
" Kerahkan orang suruhan mu, dan suruh mereka menemukan keberadaan. lily... "
" Lily...? "
" Ya... jangan banyak bertanya....! "
" Dia kabur...? dan kau mencarinya.. ? "
" Lakukan saja....!!!! "
Sesuai perintah Vendra, Septian langsung menghubungi anak buahnya dan memberikan foto lily pada mereka.
" Apa ini, dia melepas uang milyaran hannya untuk lily "
Septian terlihat tersenyum, entah senyum. apa yang biasa perlihatkan saat ini.
Mobil putih mewah itu langsung meninggalkan halaman dan menyusuri jalan di sekitar rumahnya sampai ke kota.
Vendra masih belum menemukan lily yang sudah hampir 3 jam berputar di seluruh jalan kotanya.
" Kemana dia pergi, kenapa dia bisa pergi dan aku tidak bisa menemukannya...!!! "
Vendra masih melanjutkan kembali mencari wanita 3M untuk dibawanya lagi pulang ke rumah.
" Sial....!!!! dimana dia... baru kali ini aku sulit menemukan seseorang, apa karena dia bukan orang yang begitu terkenal, bahakan anak buah Septian saja belum ada yang menghubungiku...!!!! "
Kling...
kling...
" Apa...?! "
" Aku melihat lily sedang berada di sebuah warung di pinggir jalan ******** "
" Apa yang dia lakukan disana..? mengemis.....?!! "
" Hahaha.. tentu saja tidak, jika kau memandang dia seperti itu maka kau tidak akan mencarinya sampai seperti ini "
Sahut Septian.
__ADS_1
" Sial....!!!!!! "
Ia langsung mematikan ponselnya dan bergegas menuju lokasi yang sudah di kirimkan oleh Septian.