
" Sayang..... bangun.... "
Vendra terlihat sudah rapi memakai jasnya, sementara Lily masih tertidur.
" Kamu sudah bangun...? kenapa tidak membangunkan aku juga.... "
Protesnya.
" Mandilah, lalu turun untuk sarapan. Aku akan menunggumu di bawah... "
Mencium pipi Lily.
Ia meraih ponsel dan mengecek pesan masuk untuk jadwal kuliah hari ini.
" Aku harus cepat-cepat mandi, takutnya dia menungguku terlalu lama... "
Bergegas menjepit rambutnya dan berlari ke kamar mandi.
Vendra duduk di ruang tengah, ia sibuk dengan ponsel dan laptopnya.
Pagi ini Septian akan datang untuk menjemputnya ke kantor.
..." Secepatnya aku kan pulang dan menyelesaikan semuanya.... "...
..." Aku harap dia bisa mengerti, aku sudah dewasa, tidak akan pernah ada istilah pemaksaan untuk hidupku, aku tidak suka itu....
...Aku hannya mencintainya, tidak ada yang lain..... "...
Ia langsung mengirim pesan tersebut ke nomor ibunya.
" Aku akan menyelesaikan semua ini secepatnya, sungguh benar-benar membuatku cemas. Apa sebenarnya yang ada di fikiran laki-laki itu, dia mau mengambil alih hidupku..? keterlaluan... "
" Pagi tuan.... "
" Pagi.... "
" Ini minumannya... "
" Terima kasih, taruh saja di meja makan... "
" Baik tuan... "
Ia menutup laptop dan berjalan menuju meja makan untuk menunggu Lily turun.
Tak lama terlihat Lily sudah turun buru-buru sambil menenteng tas nya.
" Lily jangan berlari....!!! "
Ucapan Vendra menggema di ruangan hingga membuat beberapa pelayan terkejut.
Bahkan Ia sampai berdiri dan berlari kecil ke arah kekasihnya.
" Jalan pelan...! "
Lily langsung menghentikan langkahnya dan berjalan pelan sambil menatap sekeliling dan juga menatap ke arah Vendra.
" Ayo sarapan.... "
" Jangan berlari di tangga apa kau mendengar dan mengerti ucapan ku ini...! "
" Iya maaf, aku buru-buru.... maaf "
" Ayo sarapan, nanti biar aku antar ke kampus.... "
" Baiklah.... "
Hari pertama mereka sarapan di rumah baru, bagi keduanya mungkin sudah biasa. Terlebih selama ini memang keduanya menghabiskan hari-harinya berdua di apartemen, makan, tidur dan apapun itu hannya mereka berdua.
" Selamat pagi semua.... "
Ucap Septian.
" Pagi... "
" Pagi kak... apa hari ini kak Septian menjemput kak Vendra....? "
" Benar sekali.... "
" Duduklah kak... sarapan dulu... "
" Tidak perlu, aku sudah sarapan dari rumah tadi... terima kasih tawarannya... "
" Duduk saja dan cepat sarapan... "
Kali ini Vendra ikut bicara.
" Duduk saja ka... sarapan bareng kak... "
" Baiklah.. terima kasih tawarannya "
" Sama-sama... "
☘️☘️☘️
" Kita ke kampus dulu Sep.... "
" Baiklah.... "
" Kak nanti aku pulang sendiri saja ya... tidak usah di jemput, aku bisa naik taksi... "
" Nanti biar supir rumah yang menjemputmu... langsung pulang, dan ya... tidak ada penolakan kali ini.... "
Tegas Vendra.
__ADS_1
Septian yang mendengarnya hannya diam tanpa ikut campur, terlihat juga wajah Lily yang langsung lesu dan cemberut.
" Tapi nanti aku mau... "
" Pulang, langsung pulang Lily...! jangan membantahku... "
Ia langsung terdiam mendengar ucapan Vendra kali ini.
Vendra juga diam tanpa menatap ke arah Lily, ia tahu betul bagaimana kondisi raut wajah kekasihnya jika ia berkata sedikit kasar.
Perjalanan kali ini cukup lama menuju kampus karena letak rumah baru memang jauh dari tempat belajar Lily.
Butuh waktu hampir setengah jam untuk sampai di sana.
Tidak ada pembicaraan apapun melainkan hannya ada suara gemuruh laju mobil, terlihat Lily juga diam dan bermain dengan ponselnya.
Setelah bergelut dengan rasa diam di dalam mobil, akhirnya sampai juga di kampus.
Lily langsung turun dan membuka pintunya sendiri tanpa menunggu Vendra.
" Aku berangkat belajar dulu... "
" Hm.... jangan lupa pesanku tadi, jangan pergi dan langsung pulang...! "
" Iya, aku ingat.... "
Lily menengok ke arah Septian.
" Makasih ka, jangan lupa bawa mobilnya hati-hati... "
" Siap.... "
Tersenyum.
Kini mobil Septian langsung meninggalkan halaman kampus.
" Kalau seperti ini terlihat berwibawa, tapi menakutkan.
Apa dia sedang ada masalah...? atau masih memikirkan soal tawaran ayahnya...? tidak biasa dia berbicara sekasar itu dengan Lily... "
Septian tidak berani juga untuk berbicara kali ini melihat raut wajah Vendra yang datar dan dingin dari tadi.
❤❤❤
" Kamu baik-baik saja...? "
" Iya Mel... aku baik-baik saja... "
" Kau seperti memikirkan sesuatu... terlihat tidak bersemangat sekali hari ini... "
Mellanie memang memperhatikan raut wajah sahabatnya yang tidak seceria biasanya.
" Biasa.... "
" Kak Vendra buat ulah lagi...? "
" Kalian sedang ada masalah...? "
" Tidak Mel... aku rasa aku juga tidak melakukan kesalahan... "
Ucap Lily.
" Mungkin dia capek, jadi emosinya meningkat...... "
" Apa mungkin begitu kali ya....? "
" Bisa jadi, apa dia menjemputmu nanti..? "
" Tidak, dia sibuk... aku di jemput supir... "
" Owh... yasudah, jangan sedih gitu... bagaimana kalau kita makan di kantin terus nanti kita pulang... "
" Iya, ayo.. aku juga sudah lapar... "
Mereka langsung menuju ke kantin untuk makan siang dan langsung pulang.
" Kak.... apa supir sudah kamu suruh untuk menjemputku...? "
" Sudah.. cepat pulang....! "
" Iya... ini aku mau pulang.. kamu jangan lupa makan siang.. "
Vendra langsung memutuskan sambungan telfonnya dengan Lily karena memang sedang sangat sibuk.
" Apa dia marah padaku...? tapi apa salahku..? aku benar-benar bingung dengannya hari ini "
Lily berjalan di halaman kampus untuk menunggu supir.
Tak lama terlihat mobil hitam berhenti tepat di depannya.
" Hai Lily.... "
" Hai Lex... "
" Kamu nunggu apa...? Mellanie...? "
" Tidak, aku nunggu jemputan.... mau langsung pulang... "
" Ayo, biar aku antar... masuklah... "
" Tidak Lex... supirku sudah on the way kemari, makasih ya tawarannya.... "
" Yakin...? kamu telfon saja, nanti biar aku antar... lagi pula aku juga tidak sibuk hari ini.. "
Bujuk Alex.
__ADS_1
" Tidak usah Lex... makasih tawarannya, aku nunggu supirku saja, bentar lagi juga sampai... makasih tawarannya... "
" Yakin...? apa aku temani dulu...? "
Alex langsung turun dari mobil dan duduk di samping Lily.
" Eh.. tidak perlu Lex... malah ngerepotin kamu nanti... "
" Tidak juga, santai saja... ini minumlah... "
Memberikan satu botol air mineral.
" Makasih ya... "
" Sama-sama.... "
" Kamu tidak di jemput kakak kamu...? tumben supir...? "
" Iya, dia sibuk di kantor Lex... "
" Mending aku antar aja, biar sekalian tahu alamat rumah kamu... "
" Hehehe... itu tidak perlu, bentar lagi juga datang.. makasih banyak tawarannya dari tadi... "
" it's okay... "
Alex menatap Lily, pandangannya benar-benar tidak bisa teralihkan ke yang lain.
Kali ini jantungnya berdetak sangat kencang tiba-tiba.
" Jantungku.... "
" Kau bicara apa...? "
Tanya Lily.
" Ah, tidak... apa masih lama supirmu...? "
" Ntahlah... sebentar lagi mungkin, kamu tumben nggak sama Jake...? "
" Dia ada kepentingan, bawa mobil sendiri.. "
" Owh.... "
Lily melihat ke ponselnya, ia berniat bertanya pada Vendra, namun memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
" Aku rasa dia sibuk... lebih baik aku menunggu saja, sebentar lagi juga sampai... "
" Kamu sudah menghubungi supirmu..? lebih baik aku antar saja Lily, tak apa... panas juga kan kamu dari tadi nunggu lho...? "
" Tak usah, mungkin bentar lagi sampai... "
" Oh, baiklah... aku akan menemanimu... "
" Kamu pulang saja Lex.. sungguh aku tidak apa-apa... "
" Yakin...? "
" Iya...... yakin... "
Ucap Lily.
Alex mengambil tissue dari sakunya.
" Ini... kamu keringetan... "
Ucapnya.
" Ah, ya... makasih ya... "
Lily langsung mengambil Tissue yang diberikan Alex untuk mengelap keringatnya.
" Dia benar-benar cantik... alami... mustahil kalau tidak ada laki-laki yang tidak meliriknya, aku bahkan tertarik padanya... dia berbeda.. "
Batin Alex menatap Lily tanpa berkedip.
" Aku pulang dulu... kamu tidak apa-apa kan Lily...? "
" Iya, pulang lah... makasih untuk tissuenya.. "
" Sama-sama... kamu hati-hati... telfon kakak kamu kalau dia tidak sibuk, biar di jemput.. "
" Ok.... hati-hati Lex... "
" Terima kasih... aku pulang dulu... "
" Baiklah.... "
Kali ini Lily menunggu hampir satu jam lebih, namun supir masih belum datang, ingin sekali ia memesan taksi namun lagi-lagi omongan Vendra menggema di telinganya.
" Kok lama.... "
Terlihat baju Lily sedikit basah karena keringat, cuaca siang ini benar-benar sangat panas dan sepertinya memang mau turun hujan.
Vendra yang sedikit senggang langsung mengambil ponselnya.
" BrakKkkk...... "
Menggebrak meja.
" Sial...!!!! "
Septian langsung panik.
" Ada apa...? "
__ADS_1
" Aku lupa mengirim pesanku sama supir, sudah aku ketik tapi lupa aku kirim.... ya Tuhan, aku harus pergi kau urus semuanya Sep... "
Vendra langsung mengambil Jas dan berlari meninggalkan kantor untuk bergegas ke kampus Lily.