
Suasana benar-benar meriah, tentu saja disana bukan cuma rombongan Alex dan yang lainnya. Jelas pasti banyak sekali dipenuhi dari berbagai kalangan orang dari sabang sampai merauke.
Acara barbeque juga sukses, semua menikmati camping malam ini termasuk Lily.
" Ya ampun ka... apa kamu marah sama aku... kok kamu nggak balas pesanku dari tadi pagi...... aku telfon juga tidak ada jawaban sama sekali darimu.... "
Lily memilih berjalan sembari melihat-lihat pemandangan di sana.
" Kamu sedang apa si kak... kok. kayak gini... kamu nggak mikirin gimana khawatirnya aku apa...? "
Lily kembali melangkahkan kakinya menyusuri beberapa tenda dan melihat kesana kemari.
Tiba-tiba....
Seseorang menariknya, memeluk dan mendekap tubuhnya di balik jaket tebal yang laki-laki itu pakai.
Deg...
deg....
" Siapa ini, bagaimana kalau dia mau menyelakaiku..... "
" Tapi tunggu.... parfum ini... tidak... tidak mungkin.... ini aroma parfum kak Vendra... "
Lily sejenak terdiam, ia masih memejamkan kedua matanya karena ketakutan.
" Kau mengenaliku....? "
Suara yang benar-benar tidak asing di telinganya.
" Kak..... "
Perlahan ia membuka matanya dan mendongakkan kepala untuk memastikan siapa yang memeluknya saat ini.
Ya, ia terkejut bukan main, Vendra yang tidak lain adalah kekasihnya sedang memeluknya malam ini.
" Kak..... kamu.... "
" Ya... kenapa...? kamu fikir cuma kamu saja yang bisa senang-senang....? aku juga bisa...! "
Lily memeluk erat Vendra dan tersenyum bahagia.
" Kak.. aku merindukanmu.... "
Vendra tersenyum senang mendengar perkataan itu keluar dari mulutnya Lily secara langsung.
" Aku rasa kau tidak pernah merindukanku... "
" Kak... sungguh aku merindukanmu... "
Mempererat pelukannya.
" Benarkah itu...? "
" Sungguh, aku tidak berbohong.... "
" Kau menikmati liburanmu...? "
" Tidak begitu, kau membuatku cemas seharian ini.... kenapa tidak membalas pesanku... "
Protes Lily.
" Untuk apa membalas pesanmu... "
__ADS_1
" Kau tidak merindukanku.....? "
Suara Lily terdengar lirih dan kecewa.
" Tidak... sama sekali tidak... "
Vendra tersenyum dan memeluk erat kekasihnya, tak lupa ciuman kecil di pucuk kepala Lily.
" Kau benar-benar tidak khawatir padaku ternyata..... "
Ucap Lily kembali.
" Hentikan ucapan konyolmu itu..! "
" Tapi benar kan...? "
" Tidak...! "
Jawab Vendra tegas.
" Kamu membuatku khawatir...... aku takut kamu kenapa-kenapa.... "
" Apa kau fikir aku anak kecil selemah dan secengeng itu ditinggal olehmu...? "
" Aku takut kamu lupa makan.... "
Vendra hannya diam kali ini mendengarkan ocehan Lily.
Sungguh di luar dugaan Vendra menyusulnya ke tempat camping, ia berfikir kekasihnya marah dengannya sampai-sampai tidak mau membalas pesan dari tadi pagi.
" Kak..... "
" Ya.... "
" Kamu sama siapa kemari...? "
" Aku tidak percaya... pasti sama anak buahmu kan...? kamu mengawasiku...? "
" Kalau sudah tahu jangan banyak bertanya, dari tadi kamu tanya terus ini itu sampai aku capek jawabnya Lily.... "
Vendra menggandeng Lily ke suatu tempat yang tidak begitu ramai untuk menghabiskan waktu berdua saja.
" Kak.. kamu mau bawa aku kemana...? "
" Udah diam....! "
Lily justru tertawa.
" Sekarang me time buat pacaran....! "
Ucapan Vendra kali ini sungguh membuat Lily geli.
" Kak.. apaan sih hahahaha... "
" Kamu tidak mau...? "
" Bukan gitu, tapi ini terdengar lucu "
Anak buah Vendra sudah menyiapkan semuanya, ia juga membawakan bakso untuk Lily malam ini.
" Kak... makasih.... aku menyayangimu... "
Memeluk Vendra.
__ADS_1
" Makanlah.... "
" Kamu...? "
" Aku sudah makan banyak... makanlah.. keburu dingin... "
Lily melahap habis bakso yang dibawakan Vendra malam ini.
" Kak... kamu tahu... aku tiba-tiba ingin pulang........ "
Ucapan Lily langsung mendapat tatapan tajam dari Vendra.
" Apa ada masalah...? "
" Tidak..... "
" Lalu....? "
Lily hannya tersenyum, ntah kenapa ia tiba-tiba ingin pulang dan menghabiskan waktunya bersama Vendra seperti biasanya.
" Kau merindukanku...? "
Bisik Vendra.
" Aku sudah bilang tadi, aku merindukanmu... kau malah tidak membalas pesanku, kamu jahat kak.... "
Vendra meraih leher Lily yang kebetulan bekas siraman coklat panas tadi pagi.
" Awh.... "
Vendra terlihat panik, dengan cepat ia menyibakkan rambut kekasihnya dan melihat leher putih milik Lily terlihat merah.
" Ini apa...? "
" Kak... itu tidak apa-apa .... hannya luka kecil....... "
" Ini apa...!!! "
" Kak.. aku sudah bilang kan... hannya luka kecil.... "
" Apa ini sakit...? siapa yang melakukan ini.. "
" Ka.... it's okay... aku nggak apa-apa... "
" Yakin...? "
" Iya... aku nggak apa-apa... "
Vendra langsung memeluk Lily.
" Jangan sampai aku melihat luka apapun di tubuhmu Lily... kau tahu kan.... ini menyakitkan untukku... "
" Iya... aku tidak apa-apa.... I'm fine... "
Vendra menatap Lily dalam, dan sangat dalam hingga akhirnya ia menempelkan bibirnya di sana.
Malam ini menjadi sangat spesial untuk mereka berdua, apalagi ditambah ciuman hangat yang diberikan oleh Vendra untuk Lily yang tanpa sadar ia meninggalkan tanda kepemilikannya di leher putih kekasihnya.
" Love you.... "
Suara Vendra terdengar berat namun candu di telinga Lily.
__ADS_1
" Me too..... "
❤❤❤❤❤