BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
KEINGINAN


__ADS_3

" Kak.... "


" Iya... kenapa...? "


" Nanti kita berapa hari? "


" Sepertinya dua hari sayang, kenapa? "


" Nggak, aku hannya bertanya saja "


Mereka sedang perjalanan menuju ke lokasi, lebih tepatnya menuju ke apartemen dahulu yang sudah di pesan oleh Vendra melalui Septian.


Perjalanan memang lumayan lama hannya untuk luar kota.


Setelah hampir 2 jam akhirnya mereka sampai juga.


" Ayo sayang... "


Vendra melihat kekasihnya tertidur.


Ia langsung bergegas keluar dan berniat untuk menggendong Lily, namun saat hendak mengangkatnya tiba-tiba terbangun.


" Kak... kamu mau apa..? "


" Angkat kamu, tadi kamu tidur... nggak tega aku kalau bangunin kamu "


" Kenapa nggak bangunin aja, malu kak.. kayak anak kecil "


" Kenapa malu, aku saja tidak malu "


Bantah Vendra.


" Itu kan kamu, aku juga tidak heran, aku turun sendiri aja "


" Yakin..? "


" Iya kak.. minggir... "


Lily langsung mengambil ponsel dan juga tas yang ia bawa untuk bergegas turun dari mobil.


Mereka berjalan beriringan dengan tangan Vendra yang menggenggam erat tangan Lily.


" Kak... "


" Ya sayang... "


" Kamu pesan berapa kamar? maksudnya kamu nggak pesan dua kamar kan? nggak ninggalin aku sendiri? "


" Tentu saja tidak, ngapain aku pesan dua kamar? aku pesan cuma satu kamar saja dan itu untuk kita.... "


" Oh, oke "


Vendra merangkul pinggang Lily sepanjang jalan sampai memasuki lift.

__ADS_1


" Ayo masuk "


Ucapnya setelah sampai di depan pintu bertuliskan VVIP.


Mereka langsung melangkah bersama memasuki kamar apartemen yang terlihat elegan namun kesan mewahnya sangat menonjol.


" Kamu mau langsung pergi? "


" Tentu saja tidak, kenapa? "


" Aku bertanya, nanti kamu nyuruh aku berdiam di sini kan pasti? "


" Itu demi keamanan mu Lily "


Ucap Vendra tegas.


" Iya, baiklah... "


" Kemarilah.... duduk disampingku "


Ucap Vendra.


" Kenapa...? "


Tanya Lily heran.


" Kamu sudah sehat? maksudnya tidak pusing atau apa? "


" Aku baik-baik saja, nggak usah cemas berlebihan seperti itu sayangku.... "


" Siapa yang ngajarin... ? "


Ucap Vendra sambil memperlihatkan senyum smirk yang menambah aura ketampanannya.


" Ih.. kamu genit banget kak tatapannya "


" Siapa yang ngajarin kayak tadi? "


" Nggak ada... kenapa emangnya? kamu nggak mau aku cium? ya sudah sini aku elap "


Lily berniat mengelap bekas ciumannya di pipi Vendra, namun dengan cepat Vendra justru mengangkat kekasih mungilnya itu di pangkuannya.


" Kak...! "


" Kenapa...? nggak suka..? "


" Aku kaget... "


" Siapa suruh kamu mulai duluan "


" Memulai apa...? aku nggak memulai apa-apa lho "


" Kamu beneran sudah sembuh kan..? "

__ADS_1


" Iya ih kamu tanya gitu terus, lagian aku juga sudah sembuh kak dari kemarin "


" Yasudah kalau sudah sembuh... "


Tersenyum nakal ke arah Lily.


" Kak... "


" Ssssttt... diam, jangan banyak bicara "


Vendra membaringkan Lily di ranjang dan membelai wajahnya dengan lembut hingga membuatnya merinding.


" Kamu... "


Belum sempat bicara Vendra sudah membungkamnya dengan ciuman mesra.


" Aku mau kita menikah.... secepatnya "


Lily terkejut mendengar perkataan yang keluar dari mulut Vendra kali ini.


" Kamu serius...? "


" Apa yang tidak pernah aku tepati dari setiap ucapan yang keluar dari mulutku untumu "


" Aku tahu itu.... "


" Secepatnya.... "


" Kamu beneran? "


" I'm promise baby .... "


Vendra langsung ******* kembali bibir milik Lily hingga keduanya kesulitan untuk bernafas.


Perlahan ia melempar jas yang di kenakan ke lantai dan juga langsung menarik kemeja yang di pakai hingga membuat semua kancing baju berserakan di atas ranjang.


" Kak... "


Lirih Lily yang sudah kehilangan kontrol dan juga sangat menikmati setiap sentuhan yang di mainkan oleh Vendra.


Dengan Lihai kini Lily mengunci tubuh Vendra dan mulai menjelajah setiap tubuh kekasihnya tanpa rasa malu lagi.


" Good baby.... "


Keduanya benar-benar sedang dimabuk cinta, suara sexy keduanya saling bersautan satu sama lain, memanggil nama satu sama lain yang terdengar begitu merdu dan menggema di kamar apartemen.



Terlihat Lily tertidur di pelukan Vendra karena kelelahan dan masih dengan gaya tanpa busana sehelai pun.


Vendra langsung menutup tubuh kekasihnya dengan selimut sampai ke bagian dada.


Sekilas ia tersenyum malu melihat banyak tanda yang ia buat di sekujur tubuh Lily, dan itu memang terbilang cukup banyak.

__ADS_1


Ia juga mengingat bagaimana lucunya kekasihnya tadi sewaktu bermain hingga membuatnya benar-benar puas.


__ADS_2