BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
RENCANA


__ADS_3

Tya yang dari kejauhan merasa sangat sebal melihat Lily yang di anggap seperti pelayan sama dengan yang lain tapi malah memakai gaun selayaknya tamu menjadikannya memikirkan rencana yang buruk.


" Lihat saja nanti, dasar parasit...bisa-bisanya dia santai seperti itu, sementara kami semua sibuk menyiapkan segalanya dari A sampai Z "


Tya berjalan maju ke arah Lily setelah melihat kalau bi Susi pergi kebelakang meninggalkan Lily sendirian.


" Apa yang kau lakukan...? "


" Ah..mbak ...aku disuruh bi susi disini "


" Kamu gak ada niatan melayani tamu... banyak yang belum dilayani loh disini..gak ada niatan bantu gitu...? "


" Benarkah...baiklah..kalau boleh pasti aku akan membantu.


Aku harus melayani sebelah mana mbak..? "


" Tuh..samping kolam, nanti bisa sama aku.."


" Aku bawa apa? "


" Bawa aja minumannya...aku bawa hidangannya..."


" Oh..baiklah..."


" Ayo...."


Mereka berdua berjalan menuju ke arah kolam renang yang terdapat banyak tamu dan juga Vendra sendiri berada di sana sedang menyambut rekan bisnisnya.


" Mbak..ini aku ke arah mana..? aku lihat semua sudah menikmati hidangannya...semua juga sudah memegang gelas..."


" Udah..jalan aja..nanti juga ada yang pengen minum, ntar kamu tawarin..."

__ADS_1


" Owh..baiklah..."


Saat Lily berjalan di depan Tya, rencana itupun kembali terlintas.


Dengan sengaja Tya seolah tersandung dan tubuhnya menabrak Lily hingga Lily pun kehilangan keseimbangan karena membawa nampan yang berisi 6 gelas.


Prang........


Suara nyaring dari gelas yang pecah secara bersamaan di lantai.


" Akh......"


Byur.......


Terdengar deburan dalam kolam renang.


Seluruh tamu yang berada di sana langsung terkejut dan fokus pada sosok yang tercebur di kolam renang.


" Tya....!!! "


" Bi Susi..."


jawab Tya gelagapan.


" Apa yang terjadi...! apa yang kau lakukan..! "


" Bi, itu...bukan aku bi..tadi aku tersandung..aku juga tidak sengaja dan tidak tahu kalau ternyata Lily ada di sampingku..."


Tya terlihat sedikit ketakutan, namun tidak ada yang tahu kalau semua ini memang sudah direncanakan oleh Tya.


Vendra keluar dari kolam dan langsung membawa Lily masuk kedalam di ikuti beberapa pelayan.

__ADS_1


Para tamu lagi-lagi dibuat bingung, pasalnya tidak biasa bagi seorang Vendra menolong seorang wanita, kalaupun benar itu hannya berlaku untuk adik kesayangannya yang sudah lama tiada.


" Lily...bangunlah...Lily...!! "


Ia berusaha membangunkan Lily dan menekan bagian dada.


Kepanikan Vendra sangat terlihat jelas dan justru membuat ketakutan bagi pelayan seisi rumah yang sudah di pesan kalau Lily hannya boleh menikmati perjamuan malam ini tanpa menyentuh nampan atau melakukan pekerjaan apapun itu.


Tanpa basa-basi Vendra mendekatkan bibirnya dan melakukan nafas buatan untuk Lily.


Seluruh pelayan kali ini malah di buat syok dan melongo tanpa berkedip.


" Berbalik lah atau tuan akan memecat kalian.."


Seru kepala pelayan.


Sontak mereka langsung membalikkan badan, ada yang masih bengong tidak percaya, ada yang masih menutup mulutnya karena terkejut, ada juga yang tertawa geli melihat tingkah laku majikan yang sepertinya memang suka dengan wanita malam yang ia bawa.


" Uhuk...


uhuk.... "


" Tuan... "


" Syukurlah....apa yang kau lakukan tadi di samping kolam hah...! "


Memeluk erat Lily.


Ia hannya dia mendapat pelukan dari Vendra, ada sedikit senyum yang mengembang di bibir mungil Lily.


" Tanganmu berdarah... apa ini sakit... ? "

__ADS_1


Lagi-lagi Lily hannya menggeleng.


__ADS_2