
" Kamu berangkat sama supir.... aku ada rapat mendadak... tak apa...? "
Lirik Vendra ke arah Lily yang menyisir rambutnya.
" Iya ka... tak apa, kamu hati-hati nanti... jangan ngebut di jalan.... "
" Jangan khawatirkan aku... aku justru khawatir denganmu.... langsung pulang, kalau supir terlambat kau boleh naik taksi... "
" Iya, aku tahu.... ka, kemarilah.... "
Lily berdiri menatap kekasihnya yang sudah siap berangkat.
" Kenapa...? kamu butuh uang...? "
" Ish... kau ini, kemari saja.... "
Vendra berjalan mendekat.
" Dasi kamu miring kak, bukankah ada rapat penting...? kok kayak gitu pake dasinya.... "
Lily menggandeng Vendra ke ranjang agar dia bisa naik ke atas untuk meraih leher Vendra.
Tiba-tiba....
" Aaaaaa..... kak.. kamu ... kamu mau ngapain...? "
Lily terkejut melihat Vendra mengangkatnya.
" Bukankah kau ingin membenarkan dasi...? diam saja.. "
Vendra menggendong dan mendudukkan Lily di meja samping jendela.
" Ka, nanti kalau... "
" Sudah... katanya mau benerin... cepat lakukan.... "
Dengan telaten Lily meraih leher dan kerah kemeja yang di pakai untuk membenarkan posisi dasi Vendra yang miring.
" Tuh kan....
berdetak sangat cepat... ini membuatku gugup...."
Kedua mata Lily hannya fokus ke dasi, sementara Vendra dari ujung kepala sampai dagu tanpa kedip ia memandangnya.
" Ka... sudah... "
" Cepat sekali.... "
Jawabnya masih menatap Lily.
" Hannya membenarkan posisinya saja.... "
Lagi-lagi Vendra menarik pinggang Lily sampai menabrak dada bidangnya.
" Ka..... "
Tidak ada jawaban dari Vendra.
Cup..
__ADS_1
Satu ciuman yang lembut dan lama mendarat di pipi Lily.
" Love you.... "
Bisiknya di telinga Lily.
Lily hannya diam mematung dan bahkan bingung harus berkata apalagi.
" Berangkat... ? kau mau aku antar...? "
" Apa kamu tidak sibuk pagi ini...? bukankah tadi.... "
" Ayo, tidak begitu sibuk... masih bisa di handle semuanya.... mari berangkat... "
Pagi ini ditemani lagi sama Vendra seperti pagi-pagi sebelumnya.
Lily terlihat diam, sementara Vendra fokus menyetir.
" Kamu nanti pulang jam berapa.....? "
" Aku belum tahu.... "
" Kalau terlambat atau pergi bilang atau kamu telfon aku terlebih dahulu.... "
" Iya... aku ingat itu semua. Tapi kamu tidak menjemput ku kan hari ini...? "
Lily menatapnya.
" Sepertinya tidak, tak apa kan kau pulang sendiri...? tapi kalau kau keberatan nanti aku bisa menjemputmu... "
" Tidak perlu... aku nanti naik taksi.... "
" Iya kak... aku paham semuanya... aku turun disini saja.... "
" Gerbangnya masih di depan Lily...! "
" Kak..... "
" Diam.. ! "
Vendra Melajukan mobilnya pelan memasuki gerbang dan menyusuri halaman kampus.
Ada beberapa mahasiswa yang menatap ke arah mobil milik Vendra.
Rumor mahasiswi dan nama Lily sudah terdengar di kampus, banyak yang terpana melihat kecantikannya yang bagi kebanyakan laki-laki disana Lily cantiknya natural.
" Kak... berhenti.... "
Vendra langsung turun dan bergegas membukakan pintu untuk kekasihnya.
Lily yang sudah gemetar bagaimana ia nanti menutupi wajahnya dengan sikap Vendra yang di pertontonkan secara spontan di kampus.
" Ayo sayang... kamu tidak turun...? "
Dari kejauhan kebetulan Mellanie juga baru berangkat, jadi ia melihat dan menikmati pemandangan pagi ini.
" Apa dia benar-benar kakaknya Lily...? "
.
__ADS_1
.
.
.
" Kak... aku malu.. bagaimana kalau ada yang lihat.... "
" Kamu mau pulang lagi...? atau ikut denganku ke kantor...? "
Lily hannya mendengus kesal.
" Aku masuk dulu ya... "
" Kemanapun kamu pergi kabari aku, nanti aku kirim supir buat jemput... jangan kelayapan... apalagi berbohong padaku..... "
" Iya kak... aku mau masuk.... malu di lihat banyak orang... "
Lily terlihat kesal karena tangan Vendra dari tadi menggenggam erat pergelangan tangannya.
Banyak sekali para wanita yang sedang membicarakan Vendra dan Lily.
Mereka beranggapan kalau mereka sepasang kekasih, tetapi lain dengan perkataan Lily yang menceritakan pada temannya Mellanie kalau Vendra adalah kakaknya.
" Ganteng banget... sumpah.... itu pacarnya dia mungkin.... "
" Mungkin juga kali ya...? dari gelagatnya nggak mungkin kakaknya... "
" Kalau kakaknya.... mending aku temenan sama adiknya, siapa tahu nanti bisa dekat atau PDKT sama kakaknya hahahahah.... "
" Tapi sumpah tuh cowok ganteng parah... machonya juga dapet banget.... "
Seperti itulah kira-kira obrolan para wanita yang terpana dengan kedatangan Vendra di kampus.
.....
" Mel..... "
Tiba-tiba Lily berteriak memanggil dan melambaikan tangannya ke arah Mellanie.
" Kebetulan...... ada Mellanie... "
batinnya.
" Ka.. udah ya... selamat bekerja... hati-hati nyetirnya... "
Terlihat Lily langsung berlari kecil menghampiri Mellanie.
Vendra hannya terdiam sambil menatap Lily yang sudah berlalu.
" ABG..... heran aku sama dia, apa dia malu punya pacar sepertiku..?
hah... lihat saja para wanita genit di sana, mereka bahkan berani tersenyum bahkan melambaikan tangan padaku.
Tapi kekasihku...???? terima kasih Tuhan, setidaknya kau memberikanku seorang wanita waras di kehidupanku... "
Vendra hannya tersenyum sekilas dan masuk ke mobil untuk bergegas ke kantor.
__ADS_1