BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
JENGKEL DI SELA CUTI


__ADS_3

Ya, ini bukan hari minggu tapi Vendra mengambil cuti untuk hati ini. Ntah dengan alasan apa ia memutuskan untuk tetap dirumah walaupun sambil mengecek beberapa e-mail yang masuk.


Ia duduk di taman pagi ini usai sarapan sambil membawa beberapa berkas dan tidak lupa tv kecilnya alias laptop, begitulah Lily menyebutnya.


" Heh kau....! ambilkan aku satu gelas air "


Ucapnya yang melihat Lily yang tengah lewat di samping pintu dekat taman.


" Aku sibuk, aku mau ke lantai atas untuk membersihkan balkon..."


" Cepat ambilkan...! "


Dengan buru-buru ia langsung berbalik menuju dapur untuk mengambilkan satu gelas air putih.


" Tidak bisakah dia sopan sedikit memerintahku...dasar..."


šŸƒšŸƒ


" Nih airnya...kalau tidak ada lagi aku mau ke atas..."


" Hm..pergilah...."


" Saya permisi tuan Vendra.."


Ia langsung meninggalkan laki-laki itu dan bergegas menuju ke balkon atas. Sebenarnya Tya yang sudah menyuruhnya untuk membersihkan balkon karena ia malas untuk ke lantai atas.


" Dimana mbak Tya...? bukankah tadi dia bilang menungguku di atas..? tapi kenapa tidak ada siapapun disini...? "


Ia terlihat bingung apa yang harus ia kerjakan di sana, takutnya kalau apa yang dilakukan saat ini menimbulkan kemarahan Vendra selaku o


pemilik rumah ini, bagaimanapun ia tidak mau kalau dia menganggapnya seenaknya apalagi dalam.posisi menumpang.


Karena menunggu terlalu lama, ia mengambil sapu dan mulai membersihkan balkon, dengan teliti dan hati-hati.


setelah hampir satu jam lebih Tya masih belum menyusulnya di balkon, ia ingin sekali berteriak karena seharian hingga siang ini pekerjaannya belum selesai juga.


" Ya Tuhan...capek sekali rasanya...

__ADS_1


Tya juga gak datang dari tadi.


Apa dia berusaha mengerjai ku...?


ish...kenapa dia bersikap begini padaku...? "


Dengan menatap ke arah langit tiba-tiba terasa sangat damai, sepoi angin yang menyibakkan rambutnya dan bahkan ikut merasakan lelah tubuhnya siang ini.


" Lebih baik aku berbaring saja di sini..."


Ia langsung mendaratkan bokongnya dan membaringkan tubuhnya di sofa besar yang berada di balkon.


Perlahan rasa panas dan letih nya berganti sejuk saat sepoi-sepoi angin yang semakin kencang hingga membuat kedua matanya terasa sangat berat.


Berkali-kali ia menguap dan bahkan kedua matanya tidak dapat dibohongi kalau saat ini mulai mengantuk.


" Aku mengantuk sekali, tapi ini sudah jam makan siang.."


" Tapi tak apa, aku akan tiduran sebentar disini...tubuhku terasa sangat capek..."


Membaringkan tubuhnya kembali dan perlahan kedua mata itu terpejam.


Dimeja makan semua sibuk menyiapkan makan siang karena hari ini akan ada tamu yang tak lain adalah kakaknya Vendra.


Ia mengurus perusahaan bersama ayahnya di negara ********* .


Bertolak belakang dengan sifat Vendra, kakaknya begitu penyabar dan juga lemah lembut.


Tak sekalipun keluarganya melihat kekasaran didirinya.


" Jam berapa kakak datang bi...? "


" Maaf tuan, tapi belum ada telfon masuk dari tadi pagi..."


" Dasar..! dia berniat kesini apa gak sih..? i i juga sudah siang dan aku mengambil cuti hari ini, tahu begitu aku pergi saja mengecek proyek.."


Sedikit kesal karena ia merasa membuang waktunya sia-sia hannya untuk menunggu kakaknya.

__ADS_1


" Dimana wanita itu..? "


" Siapa tuan...? "


tanya Tya.


" Lily....siapa lagi...dimana dia...? apa dia sudah makan siang..? kenapa aku belum melihatnya...? "


" Dia sudah makan sepertinya tuan dan istirahat di kamar, katanya tidak.mau diganggu..."


jawabnya bohong.


" Owh..yasudah...cepat bereskan meja makannya dan gak usah siapin makan buat dia nanti..! "


orang yang di maksudnya adalah kakaknya sendiri.


Tring...


tring...


Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu pesan dari kakaknya.


" Jemput aku di bandara sekarang ..."


" Kenapa tidak pake taxy...!! "


" Jemput sekarang...!!! "


" Aku sibuk "


" Yasudah, jangan meminta bantuan ku untuk pekerjaanmu sama tugas yang diberikan papa...!!!! "


" Kau mengancam ku...? "


" Terserah...! "


" Otw..."

__ADS_1


balasan terakhir Vendra.


Ia langsung menuju ke depan dan segera menjemput saudaranya di bandara.


__ADS_2