BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MENYAYANGIMU


__ADS_3

Malam semakin larut, Vendra juga memilih untuk tidur disamping Lily.


Entah kenapa juga hatinya menuntun untuk menemani wanita itu di sampingnya.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


" Hoam....... "


Lily menguap sembari membuka kedua matanya.


" Maaf.... "


Dia yang mendengar ucapan itu langsung kaget dan ternyata Vendra tidur disampingnya dengan memeluk pinggang ramping miliknya.


" Kamu ngapain...! "


" Aku minta maaf, sungguh.... "


" Untuk apa kak...? "


Tanya Lily.


" Soal kemarin, aku minta maaf... "


" Lupakan, terserah kau mau melakukan apapun aku tidak peduli... "


Jawab Lily yang berusaha santai walaupun sebenarnya hatinya sudah deg-degan dengan kehadirannya yang begitu dekat.


" Aku... aku.... "


" Tak usah, lupakan saja, itu hak mu... tapi maaf, aku memang merasa jijik melihat laki-laki yang bermoral kotor seperti itu.


Apalagi kalau dia menyentuhku... aku hannya tidak suka.. "


Lily berusaha membalikkan bada dan ingin turun menuju ke kamar mandi.


Bugh...


Ternyata tubuhnya langsung terjatuh kembali di ranjang setelah Vendra menarik pinggang ramping miliknya.


" Hentikan...! kau mau apa hah..! "


Bentak Lily.


" Kamu ini sebenarnya kenapa hah...! aku sudah merasa bersalah dan minta maaf.


Bukankah kamu tadi malam menangis karena ku...? "


" Karena mu...? kamu konyol... "


Mereka saling menatap bingung, entah siapa yang berkata bohong atau siapa yang pura-pura bohong.

__ADS_1


" Kamu sebenarnya kenapa....sungguh... aku minta maaf soal kemarin... "


Lirih Vendra.


" Lupakan saja, minggir lah... aku mau mandi. "


" Kau cemburu...? "


Deg....


deg......


Jantung mereka saling berdetak kencang.


" Aku cemburu...?


apa yang dia katakan..? kenap aku harus cemburu... sedangkan aku saja tidak merasa dia mencintaiku, atau aku mencintainya juga... "


Lily terdiam bingung


" Dasar mulut lemes.. bagaimana bisa aku se blak-blakan seperti ini padanya.


Cemburu...?


hey.. kenapa aku mengatakan itu.. tapi apa Lily memang cemburu padaku..? bagaimana kalau dia merasa aku sudah kepedean kalau menganggap dia menyukaiku...? "


Vendra juga diam dan bengong.


" Sebenarnya hubungan macam apa ini..? "


" Ka.... aku mau mandi.... "


Lily bicara sangat pelan karena grogi.


" Kau belum menjawab perkataan dariku barusan Lily... "


" Aku... tidak... "


" Tidak apa..? "


Tanya Vendra.


" Aku... itu... aku.... "


Lily gelagapan ketika mau menjawabnya.


Cup...


Ciuman mendarat di pipi Lily hingga membuat wajahnya memerah malu.


" Kalau cemburu bilang.... "

__ADS_1


Bisiknya di telinganya Lily.


" Minggir lah aku mau mandi.... "


Vendra justru mengunci tangan Lily ke atas, ia mandang wanita yang berada di bawahnya tanpa berkedip.


Lily yang melihat manik mata itu melihat ke bawah sebelumnya memang terfokus di matanya.


" Kau mau apa.... "


" Jawab dulu pertanyaan dariku tadi... kau cemburu...? "


" Tidak.... "


Jawabnya.


" Jangan berbohong... aku tahu itu... aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya kembali.. aku janji Lily... maafkan aku... "


Vendra terlihat sangat serius.


" Tapi aku tidak apa-apa, kenapa kau berjanji seperti itu, hidupmu terserah pada dirimu.. "


" Lalu kenapa kamu menangis..? "


Pertanyaan kali ini berhasil membuat Lily gelagapan.


" Kenapa.. ? apa karenaku memang..? "


Tanya Vendra yang berusaha ingin mendengar kebenaran dari mulut Lily.


" Aku mau mandi, minggir lah... "


" Jawab dulu...! "


Tegas Vendra.


" Kau menyakiti pergelangan tanganku... "


Ucap Lily yang kedua matanya sudah berair.


" Maaf, aku minta maaf... aku tidak bermaksud membentak mu.. "


Laki-laki itu langsung memeluk wanita yang dari tadi di interogasi olehnya.


" Kamu jahat... hiks.. hiks... "


" Maaf, maafkan aku... "


" Kamu pembohong... "


Lily kini meracau kemana-mana karena sejujurnya ia memang marah dan cemburu dengan Vendra, apalagi di telfon tadi siang yang ia dengar pergulatan panas antara Vendra dengan jalang sewaannya.

__ADS_1


" Aku menyayangimu... aku minta maaf.. tidak akan aku lakukan lagi... "


Lirih Vendra.


__ADS_2