
Malam semakin larut, Vendra juga memilih untuk tidur disamping Lily.
Entah kenapa juga hatinya menuntun untuk menemani wanita itu di sampingnya.
ššššš
" Hoam....... "
Lily menguap sembari membuka kedua matanya.
" Maaf.... "
Dia yang mendengar ucapan itu langsung kaget dan ternyata Vendra tidur disampingnya dengan memeluk pinggang ramping miliknya.
" Kamu ngapain...! "
" Aku minta maaf, sungguh.... "
" Untuk apa kak...? "
Tanya Lily.
" Soal kemarin, aku minta maaf... "
" Lupakan, terserah kau mau melakukan apapun aku tidak peduli... "
Jawab Lily yang berusaha santai walaupun sebenarnya hatinya sudah deg-degan dengan kehadirannya yang begitu dekat.
" Aku... aku.... "
" Tak usah, lupakan saja, itu hak mu... tapi maaf, aku memang merasa jijik melihat laki-laki yang bermoral kotor seperti itu.
Apalagi kalau dia menyentuhku... aku hannya tidak suka.. "
Lily berusaha membalikkan bada dan ingin turun menuju ke kamar mandi.
Bugh...
Ternyata tubuhnya langsung terjatuh kembali di ranjang setelah Vendra menarik pinggang ramping miliknya.
" Hentikan...! kau mau apa hah..! "
Bentak Lily.
" Kamu ini sebenarnya kenapa hah...! aku sudah merasa bersalah dan minta maaf.
Bukankah kamu tadi malam menangis karena ku...? "
" Karena mu...? kamu konyol... "
Mereka saling menatap bingung, entah siapa yang berkata bohong atau siapa yang pura-pura bohong.
__ADS_1
" Kamu sebenarnya kenapa....sungguh... aku minta maaf soal kemarin... "
Lirih Vendra.
" Lupakan saja, minggir lah... aku mau mandi. "
" Kau cemburu...? "
Deg....
deg......
Jantung mereka saling berdetak kencang.
" Aku cemburu...?
apa yang dia katakan..? kenap aku harus cemburu... sedangkan aku saja tidak merasa dia mencintaiku, atau aku mencintainya juga... "
Lily terdiam bingung
" Dasar mulut lemes.. bagaimana bisa aku se blak-blakan seperti ini padanya.
Cemburu...?
hey.. kenapa aku mengatakan itu.. tapi apa Lily memang cemburu padaku..? bagaimana kalau dia merasa aku sudah kepedean kalau menganggap dia menyukaiku...? "
Vendra juga diam dan bengong.
" Sebenarnya hubungan macam apa ini..? "
" Ka.... aku mau mandi.... "
Lily bicara sangat pelan karena grogi.
" Kau belum menjawab perkataan dariku barusan Lily... "
" Aku... tidak... "
" Tidak apa..? "
Tanya Vendra.
" Aku... itu... aku.... "
Lily gelagapan ketika mau menjawabnya.
Cup...
Ciuman mendarat di pipi Lily hingga membuat wajahnya memerah malu.
" Kalau cemburu bilang.... "
__ADS_1
Bisiknya di telinganya Lily.
" Minggir lah aku mau mandi.... "
Vendra justru mengunci tangan Lily ke atas, ia mandang wanita yang berada di bawahnya tanpa berkedip.
Lily yang melihat manik mata itu melihat ke bawah sebelumnya memang terfokus di matanya.
" Kau mau apa.... "
" Jawab dulu pertanyaan dariku tadi... kau cemburu...? "
" Tidak.... "
Jawabnya.
" Jangan berbohong... aku tahu itu... aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya kembali.. aku janji Lily... maafkan aku... "
Vendra terlihat sangat serius.
" Tapi aku tidak apa-apa, kenapa kau berjanji seperti itu, hidupmu terserah pada dirimu.. "
" Lalu kenapa kamu menangis..? "
Pertanyaan kali ini berhasil membuat Lily gelagapan.
" Kenapa.. ? apa karenaku memang..? "
Tanya Vendra yang berusaha ingin mendengar kebenaran dari mulut Lily.
" Aku mau mandi, minggir lah... "
" Jawab dulu...! "
Tegas Vendra.
" Kau menyakiti pergelangan tanganku... "
Ucap Lily yang kedua matanya sudah berair.
" Maaf, aku minta maaf... aku tidak bermaksud membentak mu.. "
Laki-laki itu langsung memeluk wanita yang dari tadi di interogasi olehnya.
" Kamu jahat... hiks.. hiks... "
" Maaf, maafkan aku... "
" Kamu pembohong... "
Lily kini meracau kemana-mana karena sejujurnya ia memang marah dan cemburu dengan Vendra, apalagi di telfon tadi siang yang ia dengar pergulatan panas antara Vendra dengan jalang sewaannya.
__ADS_1
" Aku menyayangimu... aku minta maaf.. tidak akan aku lakukan lagi... "
Lirih Vendra.