BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
GARA-GARA PANGKUAN


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Lily menenteng bingkisan yang berisi donat dan langsung duduk di ruang tengah.


" Sayang, aku buat minum dulu "


" Iya sayang, jangan lama-lama "


Ucap Vendra.


Dengan perasaan gembira ia pergi ke dapur membuat minuman untuknya dan juga untuk Vendra.


Lebih tepatnya cuma mengambil satu botol air putih sama dua gelas.


" Air putih... "


" Tak apa "


Menuangkan dan memberikannya pada Vendra.


" Aku ke atas dulu, mau ganti baju "


" Kok gitu, kamu ninggalin aku sendirian..? "


" Gerah Lily... aku mau ganti baju dulu... "


" Biar aku lepas jasnya... nggak usah ganti baju, kamu temani aku makan donat "


Lily kemudian berdiri, ia mendekat ke Vendra dan melepas jas yang digunakan kekasihnya.


Perlahan ia juga melipat lengan baju milik Vendra dengan sangat rapi.


" Oh ya, satu lagi biar tidak gerah... "


Ia langsung meraih kerah kemeja sambil duduk di pangkuan kekasihnya dan langsung membuka 3 kancing baju hingga memperlihatkan leher dan dada milik Vendra.


" Nah... gini... "


Tanpa disadari dari kejauhan para pelayan sedang memperhatikan tingkah laku Lily yang benar-benar lucu dan menggemaskan.


Apalagi cara dia duduk di pangkuan Vendra, membuat beberapa pelayan ikut terkejut sekaligus mengumpat tawa mereka karena takut terdengar oleh Lily dan juga Vendra.


" Kau membuatku ingin.... "


Bisik Vendra tepat di telinga Lily.


" Gimana... ? sudah tidak gerah..? "


" Justru semakin gerah aku... "

__ADS_1


Menatap tajam ke arah Lily.


" Aku buka semua kancingnya..? "


Vendra hanya diam, tangannya langsung memeluk pinggang Lily sangat erat hingga kini posisi mereka sudah menempel satu sama lain.


" Kau justru membuatku semakin panas baby.. "


" Kak... "


" Ssssttt..... diamlah... "


" Kak lepaskan... "


Para pelayan yang masih mengintip mereka langsung melongo dan cepat-cepat membalikkan badan.


" Ya Tuhan... tuan mau ngapain... "


" Berhenti bicara atau kalau tuan dengar kau bisa di gantung...! "


" Mereka mau itu di sana... "


" Sudah diam.... ayo pergi dan pura-pura tidak tahu soal ini, aku mau pergi..... "


" Kesalahan besar sudah mengintip mereka.. "


Kali ini ia mencium mesra pipi Lily.


" Kak.... "


Vendra langsung mengangkat tubuh Lily dan tersenyum smirk ke arah kekasihnya.


" Kak.. kamu mau bawa aku kemana..? "


" Ke tempat kita.. ke surga kita.. "


" Kak lepasin, turunin nggak..? donat ku belum aku makan kak...! "


" Makan nanti saja, aku pastikan kamu akan menghabiskan satu bungkus donat yang kamu beli tadi "


" Kak.... "


Rengek Lily.


Sesampainya di kamar, Vendra langsung mengunci kamar dan meletakkan kekasihnya di atas ranjang.


" Kak... "

__ADS_1


" Sssttt..... diamlah "


Perlahan ia membelai lembut wajah Lily hingga membuat kekasihnya merinding.


" Kamu nakal sekali tadi "


" Nakal...? maksudnya? "


Vendra duduk di samping Lily.


" Duduklah di pangkuan ku seperti barusan yang kamu lakukan... "


" Tapi buat apa, aku nggak mau "


" Cepat lakukan.... "


" Buat apa..? "


" Kancingin lagi kemejaku "


" Katanya gerah "


" Udah lakuin aja "


Lily menuruti perkataannya dan langsung duduk di pangkuan Vendra.


Tangannya baru saja mau meraih kemeja putih Vendra, namun dengan cepat tubuhnya langsung tersentak hingga menabrak dada lebar milik Vendra.


Jantung Lily sudah mau copot, berdetak sangat kencang hingga Vendra mampu mendengarnya.


Dengan perlahan Vendra mendekatkan bibirnya di bibir milik Lily dan langsung melancarkan aksinya.


Tanpa penolakan, Lily menikmati permainan awal yang Vendra berikan padanya.


Terasa semakin panas, sesak dan juga keringat yang mengalir membuat keduanya melepaskan baju mereka masing-masing.


Vendra membawa kekasihnya ke atas ranjang dan menidurkan nya kemudian kembali mendaratkan bibirnya di setiap lekuk tubuh kekasihnya.


Desa*an itu semakin terdengar jelas dan keluar dari mulut Lily semakin lantang hingga membuatnya tak bisa menahannya lebih lama.


Ntah ini sudah yang ke berapa kali, namun keduanya semakin menikmati permainan terlarang yang mereka lakukan sebelum menikah.


" Kak... kamu tidak lupa memakainya kan..? "


Ucap Lily di tengah-tengah permainan mereka hingga membuat Vendra kaget namun ia berusaha tetap santai dan semakin melakukan aksinya dengan nafsu yang memuncak.


Saling menjer*t dan memanggil nama masing-masing, seperti itulah akhir dari puncak permainan mereka.

__ADS_1


__ADS_2