BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MIE INSTAN


__ADS_3

Setelah cukup lama di kamar, Lily merasa lapar hingga dengan perlahan ia turun ke dapur.


Lampu sudah padam, lantai bawah terlihat gelap.


" Sepertinya semua sudah pada tidur..."


Ia berjalan pelan menuju ke dapur.


Lily membuka beberapa makanan di dapur yang masih lumayan banyak, namun kali ini justru ia tidak merasa tergoda dengan makanan yang sudah tersaji di dapur.


" Aku akan buat mie instan aja, pake telur dan pake cabe...hm....sepertinya enak sekali..."


Dengan cepat ia langsung masak air dan mengambil satu bungkus mie instan, telur dan cabe.


Setelah bergelut di dapur 20 menitan akhirnya jadi juga Mie instan super pedan ala Lily.


Dengan segera ia langsung membawa mangkok yang lumayan panas menuju ke kamar.


Namun saat Lily baru saja mau memasukkan satu sendok mie kedalam mulutnya tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara yang tidak asing di telinganya.


" Makan apa kamu...?! "


" Ah....mas...eh...tuan...kamu mengagetkanku saja..."


" Makan apa kamu hah..! "


" Aku makan Mie instan,..."


Terlihat Lily yang sedikit ketakutan.


" Kenapa kamu makan mie...!!! siapa yang menyuruhmu makan mie..! "


" Aku...aaku..."

__ADS_1


" Kemarikan mangkoknya...!!! "


" Tidak, aku mau makan...."


" Berikan akau bilang...! kamu mau sakit lagi makan mie pake cabe sebanyak itu Lily.... berikan padaku mangkok nya..."


" Aku mau makan...apa-apa an si kamu mas..."


" Mas...? panggilan macam apa itu, apa aku terlihat tua..."


" Terus aku harus panggil apa...? Om...? apa tuan...? yasudah tuan saja "


" Gak..aku gak mau...! emangnya apaan, aku bukan majikan kamu...! kemarikan mangkoknya..."


Lily malah asyik melahap mie instan yang sudah sedikit hangat dan tidak terlalu panas.


" Lily....!!! "


" Kalo kamu makan lagi aku tidak akan memberimu makan, kau makan saja mie setiap hari..."


" Kamu serius...? aku gak apa-apa..."


" Kemarikan..."


Vendra merebut paksa mangkok yang tersisa mie lumayan sedikit, dengan lahap ia malah gantian memakan habis semua mie sisa dari Lily tadi.


" Hey....! itu mie punyaku mas, kenapa kamu malah memakannya, kalau kamu mau aku visa membuatkannya untukmu..."


" Jangan makan mie lagi...! "


" Tapi aku lapar..."


" Nasi kan masih ada banyak Lily....mana pedes banget lagi, kamu pake cabe berapa hah...! "

__ADS_1


" 10...."


" APA....?!!!! kamu mau buat perut kamu terbakar apa..! "


" Tentu saja tidak, buktinya aku tidak merasakan terbakar seperti yang kamu omongin.


Apa jangan-jangan kamu yang sakit perut...? muka kamu merah mas..."


" Berhenti memanggilku mas...!!! "


" Tapi muka kamu merah, aku akan ambilkan air putih, tunggu sebentar..."


Tanpa menunggu jawaban Lily langsung turun untuk mengambil satu gelas air.


Ia tahu kalau Vendra tidak pernah makan makanan pedas, itu bisa dilihat dari semenjak ia tinggal di rumah besar milik Vendra yang tersaji makanan sangat lezat akan tetapi standar pedasnya masih level 1 dan itu benar-benar tidak bisa di kategorikan makanan pedas.


" Apa perutmu sakit...? "


" Tidak....! "


" Harusnya tadi kamu jangan mengganggu ku makan...nanti kalau sakit perut gimana..? "


" Memangnya aku selemah itu...?!! "


" Aku hannya takut kamu sakit perut..."


" Tidurlah...ini sudah jam 12 malam..."


" Kau yakin baik-baik saja...? "


" Ya...tidurlah..."


Lily sedikit khawatir melihat keringat yang keluar dari wajah Vendra, belum lagi mukanya yang merah menahan rasa pedas setelah makan mie sisanya yang ia campur dengan 10 cabe.

__ADS_1


__ADS_2