BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
TERJEBAK


__ADS_3

Jessie menunggu kedatangan Vendra siang ini di bandara sambil bermain ponselnya di ruang tunggu.


Kedatangannya kali ini karena berencana untuk mengurus perusahaan ayahnya dan juga bujukan dari ayah Vendra agar keduanya lebih sering bertemu.


" Halo om.... "


Ucapnya dari telfon.


" Kamu sudah sampai Jessie...? Vendra sudah menjemputmu...? "


" Iya om, ini aku barusan sampai kok.


Tadi juga aku udah ngabarin Vendra, aku kira dia sibuk makanya aku mau pesan taksi, tapi ini katanya juga udah di jalan mau jemput Jessie "


" Oh, yasudah, kamu nanti tinggal diman..? apartment..? "


Tanya ayahnya Vendra.


" Iya om, aku pulang ke apartment aku biasanya... "


" Ya sudah... om pikir Vendra tidak bisa menjemputmu, kalau begitu om tutup dulu telfonnya "


" Iya om, makasih udah khawatir sama Jessie.... "


" Iya nak, sama-sama... "


šŸ’•


" Kenapa aku merasa bersalah sekali membohongi Lily soal ini, ini semua pasti ulah papa sampai-sampai Jessie berani menelfon dan menyuruhku untuk menjemputnya.


Tapi kalau aku menolak, kalau mama kenapa-kenapa juga bagaimana, laki-laki itu bahkan tidak perhatian sama sekali dengan istrinya... "


Vendra terlihat sangat kesal.


Disisi lain Lily yang tidak tahu kejadian apapun yang sekarang menimpa kekasihnya tidak pernah berfikir aneh-aneh.


Bahkan dia sudah terlalu percaya penuh dengan Vendra dalam hal apapun.


Dari mulai terpuruk, sampai kedatanganya yang benar-benar merubah hidupnya pasti untuk sampai di detik ini tidak mudah, malah bahkan kekasihnya Vendra justru menjadi penguat buat dirinya sendiri, satu-satunya penguat untuk hidupnya.


Setelah hampir setengah jam akhirnya Vendra sampai di bandara dan bersiap untuk menjemput Jessie.


" Jessie..... "

__ADS_1


" Hay Vendra.... kamu baru sampai..? "


" Ya, maaf kalau menunggu lama. Kita pergi sekarang...? "


" Oh, iya... maaf ya Ven kalau aku merepotkan mu hari ini "


" It's ok.... aku free hari ini... "


Dalam hatinya ia berat sekali mengatakan ini karena ada Lily yang harus ditinggalkan di Villa dan menunggu kepulangannya.


Mereka langsung meninggalkan bandara menuju ke apartemen pribadi Jessie.


" Aku benar-benar minta maaf lho Ven.. "


" Iya Jessie... tak apa, lupakan soal itu... "


" Makasih banyak ya "


" Sama-sama.... kamu ini mau ke apartment..? atau mau kemana dulu "


" Aku sebenarnya ada beberapa berkas yang harus aku ambil di kantor, kamu antar aku ke kantor juga nggak apa-apa... nanti biar aku pesan taksi pulang ke apartement.. "


" Nanti biar aku antar Jess, aku sudah bilang kalau hari ini aku free dan tidak sibuk sama sekali, ambil berkas saja bukan..? "


" Okay.... "


Jessie terlihat memandangi Vendra yang sedang fokus menyetir, apalagi kali ini dia benar-benar terpana melihat laki-laki yang di sampingnya berpakaian biasa hanya memakai kaos hitam tanpa jaket yang memperlihatkan otot-otot kekarnya sangat jelas.


" Dia benar-benar sempurna... "


15 menit berlalu, akhirnya mobil Vendra berhenti di perusahaan milik keluarga Jessie.


" Ayo turun... "


" Aku akan menunggu di mobil saja... "


" Ayo, ikutlah... sekalian kamu lihat-lihat "


" Em... ya sudah "


Vendra langsung memutuskan untuk ikut masuk ke dalam gedung bersama dengan Jessie.


Ketika mereka memasuki pintu, semua mata tertuju pada keduanya.

__ADS_1


Memang Jessie wanita yang cantik, apalagi kehadirannya juga tidak asing walaupun ia hanya berkunjung beberapa kalau saja dalam. satu tahun.


Dan untuk Vendra sendiri, siapa yang tidak mengenalnya. Semua orang mengenal sosok Vendra yang sukses dalam segala bisnisnya, apalagi di pernah masuk di majalah dan menjadi orang no 1 dalam kategori pengusaha muda yang sukses.


" Kamu sering datang kemari..? "


Tanya Vendra.


" Tidak juga sih, cuma berapa kali aja dalam. satu tahun... "


" Aku kira kau sering berkunjung kemari "


" Kalau kamu mungkin rajin banget ya Ven pasti ke perusahaan yang kamu pegang... "


" Ya, bisa dibilang begitu... "


" Kamu duduk aja dulu Ven, aku mau ambil beberapa berkas dulu, nggak apa-apa kan nunggu sebentar... "


" It's okay... silahkan... "


Vendra duduk dan membiarkan Jessie melakukan urusannya, sementara itu di langsung mengambil ponsel untuk mengecek barangkali ada pesan masuk dari kekasihnya.


šŸ’•


Tak terasa juga jam menunjukkan pukul 4 sore.


Jessie yang tadinya hanya ingin mengambil beberapa berkas, namun kenyataannya ada sedikit kendala yang harus dia selesaikan hari ini juga.


Mau tidak mau karena sudah terlanjur menemani Jessie, Vendra akhirnya juga ikut menunggu disana.


" Ven.. kamu pulang aja dulu nggak apa-apa kok, maaf ya ternyata malah ada kerjaan mendadak... "


" Tidak, aku akan menunggu. Lagipula kan aku punya tanggungjawab mengantarmu.. "


" Tapi aku tidak enak, ini sudah jam 4 lebih "


" Tak apa, aku akan menunggu.


Apa ada yang bisa aku bantu..? "


" Duduk saja Ven, aku bisa kok "


Jessie tersenyum, bagaimanapun dia merasa tidak enak hati sudah membuat Vendra menunggu lama karena urusannya.

__ADS_1


__ADS_2