BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MAKAN MALAM


__ADS_3

Sudah hampir 2 minggu Vendra tak juga pulang ataupun mengabari Lily.


Raden juga memutuskan untuk menemani adiknya jika sesuatu nanti terjadi padanya dan juga pada ibunya.


Terlihat makan malam sudah tertata rapi di meja makan, suasana sangat ramai karena semua pelayan sibuk dengan tugasnya masing-masing untuk malam ini.


Mewah dan elegan, berkilau dan juga benar-benar bernilai mahal.


" Ven..... "


Terlihat Vendra duduk di ranjang menatap layar ponselnya.


" Iya ma... aku akan turun, mama duluan saja.. "


" Maafin mama.... "


" Tak apa, Vendra hanya butuh waktu sendiri... "


Ibunya berlalu meninggalkan anaknya di kamar dengan rasa bersalah yang sangat besar.


" Aku merindukanmu... "


Ucapnya sambil menatap foto Lily di ponselnya.


Ia menggeser satu per satu foto demi foto yang di ambil selama bersama dengan kekasihnya.


" Ven.... "


Rayen sudah berdiri di sampingnya.


" Ya.... "


" Kau sudah bulat...? bagaimana.. "


" Bagaimana dengan mama... keduanya sama-sama penting.... aku benar-benar terpojok di posisi kali ini.


Kau tahu kan mama kemarin sampai memohon padaku....! "


Rayen hanya diam.

__ADS_1


" Selepas acara ini, aku tidak peduli... aku mau balik dan menemuinya... "


" Baiklah... terserah kau saja, aku harap kau hubungi Lily.. kasihan, hampir satu bulan bukan kau tidak mengabarinya.... "


Vendra hanya diam dan masih menatap layar ponselnya, Rayen yang melihat sekilas adiknya sedang menatap foto Lily sangat paham.


Vendra pasti merindukan sekali kekasihnya, tidak pernah sebelumnya dia melihat Vendra se galau apalagi setidak berdayanya seperti hari ini.


" Aku harap kau bisa bersikap baik kali ini, hanya untuk malam ini... dan itu demi mama.


Kau tahu kan maksud dari perkataan ku ini..? kita sama-sama memikirkan kesehatan mama, jadi aku harap.... "


" Aku tahu... pergilah.... "


Rayen segera berlalu meninggalkan Vendra.


" Kenapa aku merasa takut untuk menghubunginya... bagaimana kalau dia marah besar padaku...? "


Dengan ragu ia menulis pesan untuk kekasihnya.


..." Hay sayang..... apa kabar......


...i'm sorry.......


...❤❤❤* "...


Dimasukkannya ponsel ke dalam saku kemejanya dan segera turun untuk acara makan malam sekaligus pertemuan antara dua keluarga.


Terlihat ayah, ibunya dan juga kakaknya duduk di ruang tengah dan bersiap menyambut tamu agung malam ini.


" Kau terlihat sangat tampan malam ini "


Ucap ayahnya.


Selang beberapa waktu gerombolan satu keluarga 3 orang akhirnya datang memasuki ruang tengah dan langsung mendapat sambutan oleh keluarga Vendra.


Walaupun dengan perasaan kesal dan terpaksa, malam ini Vendra berusaha se ramah mungkin untuk menghargai tamu dan lebih tepatnya demi permintaan ibunya.


" Ini Vendra bukan...? "

__ADS_1


" Ucap pria yang merupakan sahabat ayahnya yang bernama Daniel.... "


" Ya, dia Vendra... bagaimana... ? "


Goda Edwin.


" Aku benar-benar kagum dengannya, dia menangani bisnis mu dengan sangat baik.. kau hebat sekali nak... "


" Anda berlebihan tuan Daniel, aku hanya melakukan tugas yang seharusnya aku kerjakan sebagai seorang pengusaha... "


Jawab Vendra.


Terlihat putri Daniel tersenyum dan masih malu untuk sekedar ikut bergabung mengobrol dengan Vendra dan juga ayahnya.


" Oh ya Jessie.... bagaimana makanannya nak...? kau suka...? semua ini masakan indo "


Tanya ibunya Vendra.


" Semuanya enak tante, sangat enak.. Terima kasih karena sudah menyambut kami seistimewa ini... "


" Iya lho bu Edwin.. terima kasih banyak.. sudah menjamu kami dengan makanan seenak ini.. jadi rindu kampung halaman karena sudah lama tidak berkunjung... "


Timpal ibunya Jessie.


" Sama-sama.... semoga kalian suka dan menikmati acara makan malam hari ini... "


Vendra memang terlihat banyak diam di banding bicara, sementara Jessie diam-diam juga mencuri pandang ke arahnya.


Memang tidak ada percakapan banyak antara Vendra dan juga Jessie pada malam hati ini kecuali hanya sebatas pengenalan biasa dan pembicaraan yang singkat.


Acara makan malam kali ini bisa dibilang sangat sukses dan berjalan mulus tanpa adanya kendala ataupun sikap Vendra yang di khawatirkan ibunya akan membuat berantakan.


Demi ibunya, kenyataannya dia harus bersikap baik dan manis walau hanya tipuan belaka.


Setidaknya ini demi ibunya, dan memang hanya demi ibunya.


Vendra mengambil ponselnya dan melihat tidak ada pesan apapun dari Lily.


" Aku harus kembali sekarang....!!! "

__ADS_1


Tanpa berpamitan dengan siapapun Vendra memutuskan untuk kembali ke indo menemui kekasihnya secepatnya dan malam hari ini juga.


Vendra hanya mengirim pesan ke Rayen kalau ia melakukan penerbangan malam ini dan menitipkan pesan untuk disampaikan ke ibunya pagi nya.


__ADS_2