BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
CACING KEPANASAN


__ADS_3

" Pergilah, biar aku yang jaga bi..."


" Baiklah nak, kau sudah pulang...apa nyonya sehat...? "


" Semuanya sehat bi... kapan bibi kembali? "


" Tadi sekitar jam 7 nak, yasudah...kalau begitu bibi permisi dulu..."


" Oh, ya silahkan...."


Bi Susi langsung meninggalkan kamar Lily dan juga membiarkan Vendra di dalam kamar lily untuk menjaganya.


Saat tahu wanita yang sudah dibelinya sedang jatuh sakit sesampainya dirumah, ia langsung bergegas ke kamar lily daripada berganti baju terlebih dahulu.


" Aku pulang tapi kau malah terkapar tak berdaya seperti ini, kenapa kau hoby sekali pingsan.. "


Mendengus kesal dan beranjak duduk di samping lily.


Ia menengok jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10.


" Aku membelikanmu banyak hadiah...."


Tersenyum.


Seketika Vendra menyadarkan diri, ia bingung dengan apa yang ia lakukan dan katakan.


" Kenapa aku merasa damai, dan....


apa aku merindukannya....? "


Ia menatap sangat dalam.wajah lily yang tertidur, walaupun postur tubuhnya tidak begitu tinggi, tapi kalau disandingkan dengan Vendra masih terlihat pas.


" Bangunlah..... "


Jemari jemari milik Vendra sudah mendarat di pucuk kepala, ia membelai lembut kepala Lily.


" Kau...."


Suara lirih, namun masih bisa di dengar oleh telinganya.


" Bagaimana...? mana yang masih sakit...? "


" Maafkan aku, aku...aku tadi hannya makan bakso...aku tidak tahu kalau ini akan terjadi, aku minta maaf..."


" Tak apa...apa masih sakit...? "


" Tidak..."


" Tidurlah...."


" Kau mau kemana...? "


Mencoba mencegah kepergian Vendra.

__ADS_1


" Aku akan ke kamar, kau tidurlah... apa kau butuh sesuatu..? "


" Tidak...."


" Kau mau makan...? aku akan mengambilkan makan untukmu.."


Lily sebenarnya sudah takut ketika ia sadar dan Vendra sudah pulang.


Ia hannya takut kalau laki-laki itu akan Memarahinya habis-habisan seperti biasanya setiap kali dia melakukan kesalahan ataupun sesuatu yang telah ia perbuat baik sengaja ataupun tidak.


Setelah menunggu 10 menit, Vendra kembali ke kamar dengan masih menggunakan Jas dan sepatu.


" Dia tidak marah padaku ..? "


Lirih lily.


" Makanlah...."


Tanpa membantah lily membuka mulutnya dan menerima suapan yang di berikan Vendra.


" Terima kasih...."


" Hm...tidurlah.... "


Vendra beranjak dari tempat tidur dan sudah sampai di pintu untuk keluar, namun suara mencegahnya.


" Tunggu...."


" Tuan...


em...kak... "


" Kenapa..? kau butuh sesuatu...? "


" Tidak..."


" Lalu apa...? "


" Jangan pergi, aku mohon..."


" Tidurlah Lily...kau harus istirahat....aku akan mengembalikan piring dan ganti baju terlebih dahulu.... "


Vendra sengaja langsung keluar dan meninggalkan Lily di kamar sendirian.


Entah apa maksudnya, tapi Vendra seolah sengaja membiarkan Lily.


Ia tanpa sadar ingin tahu apakah Lily membutuhkan dirinya malam ini ataukah tidak.


" Pasti di tidak bisa tidur, hahahahah...


tentu saja, lihatlah dia tadi menahan ku di kamar.


Apa dia juga merindukanku...?

__ADS_1


aku rasa dia hannya takut tidur sendirian.


Tapi biarkan saja, lihat saja nanti, apakah dia bisa tidur tanpaku..."


Tersenyum licik.



šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


" Dia tidak datang...


aku hannya ingin dia menemaniku saja sampai aku tertidur.


Lebih baik aku minum obat, kalau besok aku masih seperti ini pasti dia akan marah-marah padaku lagi..."


Ia meraih bungkus kecil berisi obat dan langsung meminumnya,selepas itu ia membaringkan badannya kembali.


Rasa kantuk sudah membuat kedua matanya tertutup untuk tidur panjangnya malam ini.


Disisi lain Vendra berfikir kalau Lily tidak bisa tidur karena tidak adanya dirinya di sana, namun di kamar Lily ia sudah terlelap dan memulai perjalanan mimpinya malam ini.


Hampir 2 jam Vendra masih belum bisa tidur di kamarnya, ia mondar-mandir menatap jam di dinding.


" Kenapa aku yang tidak bisa tidur... !!


akh....sialan....!!! "


Ia melompat ke tempat tidur dan berusaha memejamkan kedua matanya namun masih saja tetap tidak bisa.


Cukup lama dia berguling-guling di ranjang besarnya seperti cacing kepanasan.


Hingga akhirnya ia duduk dan menghembuskan nafas kasarnya.


" Apa ini...!!!!


Bisa-bisanya aku tidak bisa tidur, apa yang terjadi padaku...?


tapi apakah dia sudah tidur...? ini sudah jam 1 "


Vendra langsung menuju ke kamar Lily.


Ia melihat sekeliling, lampunya sudah redup, perlahan ia mendekat ke ranjang.


Ia menemukan Lily sudah terlelap tidur.


" Dia tertidur....


bukankah tadi dia memintaku untuk menemani tidur, tapi malah dia tidur terlebih dahulu....!


Aku akan tidur disini..."


Tanpa rasa malu Vendra langsung melepas sandalnya dan naik ke ranjang tidur di samping Lily.

__ADS_1


__ADS_2