BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
MENUNGGU JEMPUTAN


__ADS_3

" Mel.... kamu tinggal dimana...? "


Tanya Lily.


" Aku tinggal di ******* lumayan kalau dari kampus, kamu sendiri...? "


" Em... aku... aku tinggal di daerah ******* "


Jawab Lily sedikit bingung, bagaimanapun ia tidak punya tempat tinggal.


Baginya ia hannya menumpang hidup bersama Vendra.


" Owh.... dari yang aku lihat kamu fashionable banget ya.... "


Mellanie memang langsung tertuju pada apa yang menempel di badan Lily dari ujung kepala sampai kaki, tak heran kalau ia menanyakan hal seperti itu.


" Oh... tidak juga.... heheheh... "


" Kamu berangkat sama siapa tadi...? mau aku temenin sampai supir kamu jemput...? daripada kamu sendirian disini Lily.... "


Sebenarnya Ia sudah mengirim pesan kepada Vendra, namun karena kerjaan yang pada jadi belum sempat di baca oleh kekasihnya itu.


" Kamu pulang aja Mel... nggak apa-apa, mungkin sebentar lagi sampai... "


" Jangan Lily, nanti kalau ada apa-apa bagaimana, biar aku temenin.... aku kebetulan hari ini nggak ada acara kemana-mana... "


" Makasih banyak lho Mel.... aku jadi tidak enak sama kamu, supir kamu juga sudah jemput dari tadi... maaf ya Mel.... "


" Udah tenang aja.... it's okay... "


Mellanie sendiri anak dari pengusaha sukses dan tentunya dari kalangan berada, terlihat jelas di mata Lily dari mobil yang menjemputnya dan juga supir pribadi yang datang.


Keduanya juga saling bertanya-tanya, bagaimanapun ini hari pertama mereka bertemu, tidak enak jika terlalu menanyakan hal pribadi lainnya.


" Kamu di jemput supir....? "


Tanya Mellanie.


" Bukan.... mana ada supir... hehehehe... "


"Terus...? pacar kamu...? "


" Eh bukan Mel.... heheheh ... itu, kakak aku.. ya... kakak.... "

__ADS_1


" Kamu punya kakak....? enak donk.... aku saja nggak punya kakak Lily... kemana-mana sendiri mulu.... hehehehe "


" Kamu anak tunggal Mel...? "


" Ya... kurang lebih.... hehehehe.... kapan-kapan aku main ya kerumah kamu.... "


Deg....


" Haaaaaaa..... main....? kerumah...? rumah siapa...? aduh... aku harus jawab apa ini... "


" Hey... kamu melamun....? "


" Ah.. tidak.... iya.. kapan-kapan ya... nanti aku kasih tahu alamat rumah aku... "


Sambil tersenyum menatap Mellanie.


" Kakak kamu sibuk banget pasti, jemput aja lama.... hampir satu jam lho... nggak mau naik taksi aja...? "


Mellanie merasa kasihan melihat Lily menunggu selama itu, bukan keberatan menemani teman barunya.


Hannya saja satu jam waktu yang cukup lama menurutnya.


" Mel... kamu pulang aja dulu nggak apa-apa, ini kakak aku udah di jalan. Kasihan kamu nunggu lama cuma gara-gara ikut nemenin aku disini........ "


" Yakin nggak apa-apa....? beneran udah di jalan...? "


" Udah kok.. kamu pulang aja nggak apa-apa, kasihan pak supir... udah nunggu lama juga.. "


" Yasudah, aku pulang ya.... kalo ada apa-apa kamu telfon aku.... kakak kamu tuh kebangetan juga ya, adik di biarin nunggu lama.


Satu jam lebih lho ini sudah.... "


Lily hannya tercengir mendengar celotehan Mellanie.


" Aku pulang dulu Lily.... hati-hati ya "


Sebenarnya di kampus masih ramai orang, cuma saat ini posisi Lily berada di depan kampus karena memang menunggu Vendra yang katanya tadi mau menjemputnya.


Mellanie berjalan ke arah mobil dan hendak masuk, namun secara bersamaan mobil Vendra juga sampai di situ.


Sejenak Mellanie melepaskan gagang pintu mobil dan menatap penasaran seolah menunggu orang yang keluar dari mobil.


" Pak tunggi bentar... "

__ADS_1


Ucapnya.


" Baik non... "


Ia menatap tajam, menanti sosok yang berada di dalam mobil.


Disisi lain Lily terdiam duduk sambil menyapu keringatnya dengan jemarinya.


" Ya ampun...! sampe lupa kalo aku punya dia....! sungguh pekerjaan yang benar-benar merugikan untukku...! "


Vendra langsung keluar dan menghampiri Lily.


Mellanie yang sudah tahu sosok itu langsung buru-buru masuk mobil.


" Ya ampun... itu kakaknya Lily....? Oh My.... Good..... ganteng banget.... "


" Sudah non...? "


" Tunggu pak, jangan jalan dulu.... "


Mellanie seperti CCTV yang memantau Lily dan juga Vendra dari mobil tanpa disadari oleh teman barunya.


" Oh baby... I'm sorry..... "


Vendra memeluk Lily dan mengusap kening yang sedikit basah oleh keringat.


" Aaaaaa....... "


Teriak Mellanie terkejut.


" Itu bener kakaknya.... so sweet banget sih... bener kakak adik...? "


" Kamu sudah menunggu lama...? I'm sorry baby.... "


Vendra berlutut di depan Lily.


" Ka... apaan sih.. udah jangan kayak gitu, nanti kalau ada yang lihat... "


" Aku minta maaf... "


" Iya.. nggak apa-apa... ayo pulang... "


Seperti biasa, Vendra langsung membuka payung yang ia bawa dan menggandeng Lily menuju ke mobil.

__ADS_1


__ADS_2