BUDAK CINTA YANG TERIKAT

BUDAK CINTA YANG TERIKAT
APAKAH SEPERTI ITU..?


__ADS_3

" Awh........perutku sakit sekali "


Lily memegang perutnya, ia merasakan melilit yang teramat sakit.


Tubuhnya bergetar, wajahnya sudah terlihat sangat pucat, belum lagi keringat dingin ya g keluar dari tubuhnya hingga membuat rambutnya sedikit basah.


" Bibi....awh...


Kak Vendra sakit sekali...awhhhh........"


Karena sakitnya, lily tidak.mampu berteriak sekeras mungkin, hingga akhirnya ia terkulai lemas dan terjatuh di samping ranjang.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


" Apa semuanya sudah siap...? 3 jam lagi aku akan terbang, kau bisa memberitahu orang rumah kalau aku akan pulang, apa kau sudah membeli apa yang aku suruh...? "


" Sudah tuan, semua sudah siap, tinggal berangkat.. "


Vendra meninggalkan ponselnya di kamar dan langsung mengurus ibunya ya g tengah sakit, kebetulan ayahnya juga hari ini pulang untuk membicarakan beberapa pekerjaan yang Vendra juga harus turun tangan.


šŸƒšŸƒ


" Bibi sudah pulang...? "


" Iya baru sampai bibi...dimana tuan...? "


" Itu, tuan sedang pergi bi, mungkin menjenguk orang tuanya..."


" Owh...apa semuanya baik-baik saja..? "


" Tentu saja, hannya ada sedikit masalah kecil, tapi semua kembali normal "


Beberapa pelayan menceritakan apa yang sudah terjadi tempo hari lalu soal lily yang berusaha kabur.


" Syukurlah... apa non Lily sudah makan malam..? "


" Belum bi, ini aku baru mau ke kamarnya.."


" Biar aku saja..."

__ADS_1


Bi susi langsung pergi dari dapur untuk memanggil Azura yang masih di kamar.


" Nak...."


Bi susi berusaha mengetuk dan memanggil Azura dari luar namun tidak ada jawaban.


" Azura...ini bi Susi, kau baik-baik saja kan..? "


Masih mengetuk dan menunggu jawaban.


Bi Susi memilih lngsung masuk, ia mengira Lily tertidur dan lupa untuk makan malam.


Namun setelah menyalakan lampu, ia menemukan sesosok gadis yang tergeletak di lantai.


Bi susi dengan cepat menghampiri Lily dan melihat wajah yang pucat dan tubuh yang dingin.


" Ya Tuhan non, kenapa lagi kamu...kenapa tidak ada yang tahu...."


Ia langsung keluar dan berteriak memanggil seseorang untuk menolong mengangkat tubuh Lily.


Untuk kesekian kalinya bi Susi memanggil dokter karena kondisi Lily.


" Bagaimana dok....? "


" Ntahlah dok, saya baru kembali dari kampung, jadi tidak tahu soal non Lily...."


" Bi..itu..non Lily tadi habis makan bakso pakai sambal banyak sekali...."


" Kenapa kau biarkan saja..."


" Bi..non Lily maksa, kami juga sudah melarangnya..."


" Ada infeksi di lambungnya, dan nona muda juga punya penyakit magh.... apa dia akhir-akhir ini makannya tidak teratur...? usahakan jangan biarkan dia makan makanan pedas, kecut, asam yang mengakibatkan lambungnya terganggu.


Jangan biarkan telat makan juga...."


" Itu bi..non Lily memang makan sedikit akhir-akhir ini, memang kelewat jam makan...aku juga kurang paham kenap..."


" Oh...yasudah.

__ADS_1


Dok terima kasih sudah datang kesini..."


" Sudah kewajiban bi, apalagi yang menelfon dari kediaman Vendra...mana mungkin aku tidak kesini.


Malah aku cepat-cepat kesini..."


Gurau dokter Zein.


Dokter Zein sendiri memang dokter pribadi yang biasanya melayani dan senantiasa merawat siapapun di rumah Vendra yang sakit.


Dia juga sudah mengenal dekat Vendra selama 6 tahun dari berawal ia sering kerumah sakit untuk mengontrolkan kesehatan keluarganya.


" Kalau begitu, saya permisi...."


" Baik dok..makasih dok, sekali lagi aku ucapkan terima kasih.."


" Sama-sama....."


Kini hannya tinggal Susi dan beberapa pelayan di dalam.kamar lily.


" Bagaimana...tuan pulang hari ini, mungkin sebentar lagi sampai..."


" Lain kali jangan biarkan hal seperti ini terjadi lagi...."


" Non lily yang maksa bi..."


" Yasudah, kalian bisa pergi...biar aku yang disini..."


" Baiklah..."


" Tuan pulang jam berapa? "


" Sekitar jam 9 "


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


" Ka...kapan kau pulang...."


Suara yang keluar dari mulut Lily, Susi yang mendengarnya merasa terkejut.

__ADS_1


Bagaimana bisa gadis yang batu kenal dan selalu mendapat olokan dari majikannya ternyata diam-diam dia menanti kepulangan Vendra.


" Apa dia merindukan nak Vendra...? aku kira hannya ada benci di hati non Lily..."


__ADS_2