Celana merah jambu

Celana merah jambu
Kecurigaan yang rumit


__ADS_3

Rudy ternyata benar-benar datang di ke esokan harinya ke rumah Alya, bahkan Rudy membawa sayur dan juga daging untuk bahan-bahan memasaknya pagi itu di rumah Alya.


Tentu saja Alya merasa kaget, dia tidak menyangka jika Rudy akan benar-benar nekat memenuhi janjinya untuk menerima tantangan darinya.


Alya mengernyitkan keningnya saat dia menyuapkan sesendok sup yang baru saja di buat oleh Rudi, dia bahkan sampai menyendoknya berulang-ulang, untuk memastikan rasa masakan itu.


"Bagaimana? Enak kan? Apa kamu se-jatuh itu dengan rasa sup ku, sampai tidak bisa berkata-kata se[erti itu?" Ledek Rudy.


Alya masih terlihat seperti sedang kebingungan, sehingga belum bisa menjawab pertanyaan Rudy itu, Alya bertanya-tanya dalam hati nya, apa indera perasanya sudh rusak atau memang yang saat itu memasak sup benar-benar Rudy, karna ternyata rasa sup yang di masak Rudy saat ini sama persis seperti rasa sup waktu itu, benar-benar tidak bisa di bedakan sama sekali.


"Apa kamu sedang mempersiapkan kata-kata indah untuk menerima ku menjadi kekasih ku?" Goda Rudy lagi.


"Mhh,,, itu,,, aku---aku,,," kini Alya benar-benar merasa kebingungan, tadinya dia hanya ingin menjebak Rudy agar dia bisa melihat warna asli pria yang di curigainya telah berbohong kepadanya mengenai masalah sup dan juga renovasi atap itu, namun sialnya kini malah seperti dirinya sendirilah yang merasa terjebak dengan tantangannya sendiri yang akan menerima cinta Rudy jika pria itu berhasil membuatkan sup yang dia mau.


Alya mengakui jika rasa sup itu benar-benar sama. Tapi dia juga tidak bisa membohongi hatinya sendiri jika dia belum bisa mempercayai Rudy sepenuhnya, apalagi semua ini masih menjadi tanda tanya besar di dirinya, namun apa daya dia sudah terlebih dahulu menjanjikan untuk menerima Rudy, jika dia berhasil memasak sup itu untuknya, ah,,, dia harus mengakui jika dirinya kali ini sungguh benar-benar ceroboh.

__ADS_1


"Tidak usah di paksakan jika memang tidak ingin menerima ku, yang penting aku sudah membuktikan pada mu jika sup yang waktu itu memang aku yang memasaknya, dan aku juga bisa memanggil tetangga rumah yang ada di ujung jalan sana sebagai saksi jika dia benar-benar melihat ku saat sedang merenovasi atap rumah mu, kamu bisa bertanya padanya jika aku belum cukup membuat mu percaya." Ujar Rudy yang tiba-tiba membahas tentang semua kecurigaan Alya, seolah pria itu dalat mengintip isi hati dan pikiran yang ada di kepala Alya.


"Aku,,, aku tidak bermaksud demikian, bagaimana bisa kamu menyimpulkan kalau aku mencurigai mu sepeti itu, justru aku berterima kasih pada mu yang sudah baik dan banyak membantu ku." Tepis Alya.


"Aku bisa memahami mu, lagi pula kamu pernah gagal dalam berumah tangga, aku juga tidak keberatan kamu mempunyai pikiran sepeti itu terhadap ku, karena bagi ku itu bukan bentuk kebencian mu pada ku, namun sebagai bentuk kehati-hatian dan waspada mu karena sebelumnya kamu pernah di perlakukan dengan buruk oleh pasangan mu, aku melihatnya itu sebagai self defense mu, dan aku mendukung sikap mu itu, karena bagaimana pun, kamu harus bisa melindungi diri mu sendiri." Rudy terlihat santai saat berbicara dengan Alya, tidak ada sorot marah, benci atau pun kecewa, dia tenang seperti biasanya.


"Maaf,,, jujur saja aku memang pernah meragukan kebaikan mu, namun sepertinya kecurigaan ku pada mu salah, aku---" Alya seperti kebingungan harus mengatakan apa.


"Aku terima permohonan maaf mu, tidak usah mrasa bersalah lagi karena pernah mencurigai ku, santai saja. Yang penting aku sudah lolos dalam tantangan mu, apa status ku sudah bisa meningkat menjadi kekasih mu?" Goda Rudy.


"Apa perlu diam mu itu aku artikan sebagai iya?" desak Rudy.


"Oh ayolah Rud, jangan menggoda ku terus-menerus." Alya menutupi wajahnya yang mulai memerah karena merasa malu..


Sungguh saat ini Alya tidak bisa mendeskripsikan seperti apa perasaan yang di rasakannya saat ini, yang jelas semua yang dia rencanakan sebelumnya terasa kacau balau berantakan.

__ADS_1


Dengan pembuktian Rudy hari ini, apa ini berarti dirinya kini harus menaruh rasa curiga pada Marcel?


**


"Ini bos, data-data perusahaan Persada yang bos minta, semua informasi sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal satu pun, saya mendapatkannya dari orang yang terpercaya." Kata Darma memberikan sebuah flash disk pada Marcel.


"Mereka sempat di nyatakan pailit?" gumam Marcel terbelalak saat membuka file demi file dalam komputernya, dia terus memeriksa semuanya tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


"Iya bos, sekitar dua tahun yang lalu, dan menurut informan kita, semua itu terjadi karena kebiasaan buruk Rudy Mahendra yang kecanduan judi, bahkan sampai sekarang." Lapor Darma.


"Ah,,, ini rupanya rencana dia, aku tau alur permainannya sekarang, oke semua sudah bisa aku tebak, dan kita hanya perlu mengikuti skenario yang di buatnya saja, sambil tentu saja waspada. Aku mersa dia tidak se-sederhana itu." Ujar Marcel.


"Maaf saya terlambat mendapatkan informasi lengkap tentang dia, saya yang salah." kata Darma yang merasa kurang teliti saat Marcel memintanya untuk mencari tahu tentang Rudi dan juga tentang Persada saat awal.


"Sudahlah, tidak perlu menyalahkan diri sendiri seperti itu, lebih baik mulai sekarang tempatkan salah satu orang mu di Persada, dan awasi gerak gerik bos Persada itu, jangan sampai lengah!" Titah Marcel.

__ADS_1


__ADS_2