Celana merah jambu

Celana merah jambu
Rekan kerja


__ADS_3

Namun beberapa saat kemudian Marcel baru teringat sesuatu, "Daniel, di mana Daniel sekarang Al?" Tanya Marcel yang baru sadar jika Daniel tidak ada bersama Alya saat ini, Marcel mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan, namun di ruangan itu hanya ada mereka berdua saja tidak ada orang lain lagi.


"Emh,, Daniel--- Daniel, dia---" Alya terlihat kebingungan saat akan menjawab pertanyaan Marcel padanya.


"Daniel bersama ku, tenang saja!" Suara seorang perempuan membuat Marcel memutarkan lehernya untuk menoleh ke arah sumber suara.


"Sita?" Gumam Marcel agak kaget saat mengetahui Sita tiba-tiba berada di sana setelah berhari-hari lamanya menghilang.


Belum habis rasa keterkejutan Marcel dengan adanya Marcel dengan kehadiran Sita di sana, kini Marcel harus kembali di kejutkan dengan Salim dan Haryanto yang juga keluar dari ruangan yang sama dengan Sita tadi.


"Tenang saja, aku sudah menjelaskan pada para petugas kepolisian tadi, bahwa tuduhan ayah mu dan ayah ku pada Alya adalah keliri karena aku yang menitipkannya pada mu dan juga Alya sebelum aku pergi, dan mereka juga sudah mencabut laporannya pada Alya, sehingga kini kekasih mu terbebas dari tuduhan." Beber Sita.


Sementara Salim dan Haryanto terlihat masih enggan untuk menyapa Marcel dan Alya, boro-boro menyapa, sepertinya untuk menoleh saja mereka seperti tidak sudi.

__ADS_1


"Terimakasih, Sita."


Jujur saja ini adalah ucapan terima kasih pertama yang pernah Sita dengar sangat tulus dari mulut Marcel, itu pun karena dirinya sudah membebaskan kekasihnya dari tuntutan ayah dan juga mertuanya, jadi dengan kata lain, ucapan terimakasih Marcel itu hanya karena Alya.


"Sepertinya kita harus menghadapi para wartawan itu bersama-sama agar semua masalah segera terselesaikan dan tidak ada lagi berita simpang siur yang memojokkan kamu dan Alya, ayo kita hadapi mereka bersama-sama." Ajak Sita.


Marcel mengusap bahu Alya, seraya memintanya pertimbangan, dia tidak ingin memaksa Alya untuk berbicara di depan publik jika Alya merasa keberatan, bagaimana pun tidak akan mudah menjadi Alya, dia sudah menjadi sorotan publik, dan dia sudah di cap sebagai perebut suami orang oleh khalayak ramai, memutuskan untuk berdiri dan berbicara di depan orang banyak meskipun dirinya tidak salah dan bertujuan untuk meluruskan masalah, ada kalanya hal itu sangat sulit.


"Bagaimana, apa kamu siap dan bersedia berAl?" Tanya Marcel dengan lembut.


"Kamu yakin?" Tanya Marcel lagi, tidak ingin Alya merasa terpaksa melakukannya.


"Aku yakin, mas." Jawabnya lirih sambil berdiri dari tempat duduknya dan bersiap untuk mengikuti yang lainnya melakukan konferensi pers untuk klarifikasi mengenai masalah panas tentang dirinya yang terus bergulir bak bola liar di masyarakat.

__ADS_1


Sita mendorong Daniel yang tertidur di trolli, sementara Marcel menggandeng Alya, namun entah karena risih atau tak ingin lebih membuat gaduh pemberitaan, Alya menepis tangan Marcel dari tangan nya, Marcel yang tadinya hanya ingin memberi kekuatan pada kekasihnya itu terpaksa mengikuti keinginan Alya, dia merasa mungkin Alya gugup atau sebagainya makanya dia melepaskan tautan tangannya.


Sementara di belakang mereka Salim dan Haryanto membuntuti ketiga orang itu di temani satu orang petugas polisi yang nantinya akan memberikan keterangan juga kepada para wartawan, Para wartawan yang menunggu di luar sejak tadi kini jumlahnya bertambah banyak saja, dalam waktu sebentar saja berita sepertinya cepat menyebar sehingga mereka segera berdatangan ke tempat itu.


Sita sebagai sosok yang kali ini menjadi protagonis dan menjadi pahak paling di bela dan di kasihani oleh masyarakat luas segera mengambil posisi untuk memulai pembicaraannya, secara gamblang dia menerangkan pada puluhan wartawan yang berada di sana jika dirinya dan Marcel sudah bercerai, dan menegaskan bahwa Alya tidak menculik putranya, melainkan putranya memang di titipkan pada Suaminya karena dirinya sedang ada keperluan mendesak, dan di garis bawahi juga kalau dirinya tau jika Alya ikut mengurus bayinya itu.


"Saya akan menuntut orang yang sudah menyebarkan fitnah pada kami, terutama pada mantan suami saya dan Alya, mengenai rekaman asli yang beredar, kami punya rekaman cctv yang menampilkan gambar mantan suami saya dan Alya dari sudut lain yang lebih jelas, dan mereka hanya mengobrol biasa." Sita menunjukkan rekaman cctv di tempat kost Darma yang dari sudut itu menunjukkan Marcel dan Alya memang hanya sedang mengobrol biasa saja.


"Dan itu, kalin semua lihhat gambar wanita yang memegang ponsel secara sembunyi-sembunyi itu, saya yakin dia lah yang telah menyebarkan video fitnah itu, saya sudah meminta pihak kepolisian untuk mengusutnya, kalau bisa menangkapnya karena ini sudah merupakan fitnah yang sangat merugikan." Sambung Sita sambil menunjuk gambar Wina yang ternyata terekam dalam rekaman cctv tersebut.


"Lantas apa hubungan Tuan Marcel dengan nona Alya sebenarnya? Apa mereka benar-benar mempunyai hubungan spesial?" Tanya salah seorang wartawan yang kepo dan penasaran dengan hubungan Marcel dan Alya.


"Untuk masalah itu, saya serahkan pada mereka untuk menjelaskannya, karena itu bukan ranah saya untuk menjelaskan, mungkin akan saya persilahkan langsung pada Alya untuk menjawab pertanyaan anda semua." Sita melempar pertanyaan itu untuk di jawab oleh Alya sendiri.

__ADS_1


Setelah menarik nafas beberapa kali, akhirnya Alya angkat bicara,


"Hubungan saya dengan pak Marcel hanya sebatas rekan kerja saja, setelah saya keluar dari Salim grup, kebetulan saya di minta beliau untuk menjadi akuntan ekternal di perusahaannya, hanya sebatas itu." Terang Alya yang sontak saja membuat Marcel langsung menoleh tak percaya padanya, sungguh Marcel tidak menyangka jika Alya akan memberi jawaban seperti itu, entah apa yang terjadi pada Alya sehingga tiba-tiba saja dia tidak mengakui hubungan yang terjalin di antara mereka.


__ADS_2