Celana merah jambu

Celana merah jambu
Pertunjukan seru


__ADS_3

Namun seketika seluruh tamu undangan yang hadir dan di buat kaget dengan video yang saat ini di putar, alih-alih berisi laporan keuangan, ternyata video itu menunjukkan adegan yang yang sungguh membuat semua orang langsung memusatkan perhatiannya pada satu titik, seorang pria yang kini terlihat syok dan tidak menyangka akan di permalukan sedemikian rupa di hadapan banyak orang saat ini, sampai-sampai dia merasa ingin pergi dari bumi menuju ke planet lain agar tidak perlu bertemu dengan mahluk bumi manapun lagi.


Video Utari yang sedang melakukan adegan ciuman dan cumbuan panas dengan Joko di lorong gudang kantor di putar di layar yang sangat lebar dan menghadap langsung ke arah tamu undangan yang hadir. Seketika suara riuh memenuhi aula yang luas itu, istri Joko yang juga hadir dan berada di sana langsung berdiri dari tempat duduknya dan menampar Joko di hadapan semua orang tanpa peduli jika dia kini m,enjadi pusat perhatian semua orang.


"Mana jal_lang itu, di mana dia?" Teriak istri Joko mencari-cari keberadaan Utari yang kini mengendap-endap hendak kabur karena sangat merasa malu dan ketakutan.


"Di sini, itu dia mau kabur orangnya, cepat tangkap!" Teiak Hana yang kebetulan berdiri tak jauh dari Utari hendak melarikan diri saat ini, Hana menunjuk Utari dengan perasaan puas dan bahagianya karena bisa melihat Utari yang tadi songong padanya kini tak dapat berkutik karena di permalukan di depan umum.


Istri Joko langsung menghampiri Utari yang kini tengah membelalak dengan galaknya ke arah Hana yang sedang bergelendot manja di lengan Ivan.


"Apa ini bagian pertunjukan yang kamu bilang itu, Mas?" Tanya Hana tersenyum sangat bahagia.


Namun Ivan tak menjawabnya, dia hanya terus saja memperhatikan video yang kini masih saja di putar, namun isinya angka-angka dan neraca yang hanya para pemegang saham dan para akuntan yang dapat membacanya.


Di ungkap juga beberapa kecurangan Utari dalam memanipulasi angka pada laporan keuangan Salim, terdapat juga beberapa transaksi yang langsung masuk ke rekening pribadi utari, dan aliran dana perusahaan Salim grup yang jumlahnya tidak sedikit di gelapkan oleh Utari.


"Kau---kau melakukan ini semua?" Tunjuk Joko yang justru merasa kaget jika Utari telah menggelapkan dana perusahaan dengan jumlah yang sangat fantastis, dalam beberapa kecurangan Utari juga terdapat tanda tangan persetujuan Joko, disana.


Sehingga dapat di simpulkan jika kedekatan Utari dengan Joko tak lain niatnya agar mempermudah wanita itu dalam memanipulasi data dan menggelapkannya dan seolah-olah itu atas persetuan Joko yang ujung-ujungnya Marcel lah yang akan di salahkan karena beberapa penggelapan yang di lakukan Utari juga mengatas namakan Marcel.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka jika kau mendekati ku hanya untuk memanfaatkan ku saja!" Tunjuk Joko lagi tak habis pikir.


"Oh, aku malu mempunyai kakak sepupu yang sangat jahat seperti mu, Utari, kau bukan hanya perebut suami orang, tapi kau juga kriminal!" Umpat Hana yang selalu saja ikut nimbrung dan seolah ingin semakin memperpanas keadaan.


"Tentu saja dia hanya mendekati mu hanya untuk melancarkan aksi kejahatannya saja, karena ada pria lain yang tak hanya jadi partner nya di ranjang, tapi juga partner dalam semua kejahatannya," Tiba-tiba Sita yang sejak tadi duduk diam menonton pertunjukan yang heboh di depan matanya, memberikan kode pada Darma untuk melakukan sesuatu, setelah Darma mengangguk, layar lebar yang beberapa menit lalu menunjukkan adegan Utari dengan Joko kini seolah menayangkan film lain yang dengan judul yang berbeda namun pemain wanitanya masih tetap sama.


"Bu Sita, bukankah ibu berjanji akan---" Cicit Joko menoleh ke arah Sita.


"Diam,! Sebaiknya kau lihat dulu video ini, sebelum kau protes!" Sentak Sita pada Joko yang lantas langsung terdiam patuh.


*


"Tentu saja, semua berjalan sangat lancar, kamu hanya perlu menonton bagaimana Marcel akan di persalahkan oleh semua pemegang saham saat laporan tahunan yang akan di sampaikannya, dan dia juga akan di permalukan dengan video yang kau punya itu, kau hanya perlu tidur nyenyak dan buat istri bunting mu itu diam tidak berulah, sehingga kita bisa menikmati saat-saat kemenangan kita yang hanya tinggal menghitung hari itu." Jawab Utari sambil membalas cumbuan Ivan dengan tak kalah panasnya.


"Kau benar-benar ponsel pintar ku, dengan bentuk yang elegan mewah, sehingga aku selalu tidak tahan untuk tidak mengelus mu, dan yang paling penting, kau paling tau aku dan selalu berhasil memuaskan ku." Ujar Ivan.


"Hahaha,,, tentu saja aku akan selalu menjadi ponsel pintar mu dan tidak akan mau untuk menjadi televisi yang hanya menjadi hiasan di rumah mu!" Ujar Utari tergelak.


*

__ADS_1


Begitulah cuplikan adegan dewasa yang di pertontonkan di aula di hadapan banyaknya tamu undangan, bahkan Anwar yang merupakan direktur JT grup dimana tempat Ivan kini bekerja pun tak luput menjadi tatapan sinis para tamu yang hadir hanya karena dirinya duduk bersisian dengan Ivan.


Adalah Joko yang memasang kamera pengintai tersembunyi di rumah kontrakan Utari, lebih tepatnya di kamar yang biasanya mereka pakai untuk memadu kasih, dia melakukan itu di bawah tekanan Sita yang mengancamnya akan memberi tahukan affair kepala keuangan itu dengan Utari pada istrinya, walaupun pada ujung-ujungnya istrinya Joko akhirnya tau juga, karena Sita justru malah membuka video asusila Joko dan Utari di depan semua orang.


Nasib tragis lain justru menimpa Hana, wanita yang sejak tadi tertawa puas dan bahagia karena melihat Utari di permalukan di depan umum seperti tadi kini wajahnya merah padam, karena ternyata kali ini pemeran prianya tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri, yang mati-matian dia curi dari tangan Alya, namun tanpa sepengetahuannya justru malah main gila dengan kakak sepupunya sendiri. Ini gila, kepala Hana seperti mau meledak saat ini karena marah, malu, dan berbagai perasaan lainnya yang kini bercampur aduk menjadi satu di dadanya.


"Mas, apa maksud dari semua ini?" Teriakan bahagia Hana yang tadi mengolok Utari kini menjadi teriakan pilu seorang istri yang di hianati suaminya dan di permalukan di depan banyak orang seperti ini.


Dengan terisak dan berlinangan air mata Hana yang tangannya tadi bergelayut manja di lengan Ivan kini sibuk melayangkan pukulannya membabi buta ke arah tubuh Ivan secara serampangan.


Andai saja pintu masuk dan keluar Aula tidak di jaga dengan ketat, sudah dari tadi saaat video Utari dan Joko di putar dia melarikan diri dari tempat itu, karena dirinya merasa ada yang ganjil, rencana yangsebelumnya sudah di susun rapi olehnya dan Utari tiba-tiba kacau, namun sayangnya dia tidak bisa melarikan diri dan membiarkan Utari menanggung malu sendirian sebelum dirinya terseret, namun sepertinya nasib apes juga harus di terimanya malam ini dengan ikut di permalukan.


"Kamu jahat, kamu baj_jingan, kamu bere_ngsek, kenapa kamu tega sekali melakukan ini semua pada ku, Mas?" Jerit Hana pilu, mungkin bagi orang-orang yang tidak tau sejarah bagaimana Hana merampas Ivan dari tangan Alya akan merasa terharu dan ikut sedih karena ada seorang wanita hamil yang kini sedang menangis pedih karena di hianati oleh suaminya, dan selingkuhan suaminya tak lain adalah kakak sepupunya sendiri, tragis.


Lebih tragis lagi karena kini Hana mengerang kesakitan sambil memegangi perut buncitnya, darah terlihat mengalir dari sela-sela pahanya yang hanya mengenakan dres babydoll warma putih dengan panjang di atas lutut, sehingga darah itu terlihat sangat jelas.


Ivan yang melihat itu, tentu saja langsung panik, dia menggendong Hana sambil berteriak meminta penjaga membukakan pintu untuknya dan memberi akses untuk keluar dari ruangan itu.


Selain memang dirinya harus segera membawa Hana ke rumah sakit, dengan begitu dia juga bisa membebaskan diri dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2