
"Sepertinya kau memang menemukan harta karun yang sangat berharga," ujar Codet yang langsung membuat Rudy merasa besar kepala karena mendapat pujian seperti itu.
"Jaga baik-baik barangnya, bos. Kita minta uang tebusan dulu pada kekasihnya, lalu setelah itu anda bebas memakainya dengan sesuka hati," jawab Rudy.
"Bawa dia ke gudang di lantai atas, dan jaga dia dengan benar!" Titah Codet pada dua anak buahnya.
Benar saja, Alya lantas langsung di bawa ke gudang di lantai atas seperti yang bos mereka perintahkan, letak gudang itu bersebelahan dengan mess para wanita yang bekerja di asino untuk menghibur para penjudi, di bangunan lantai atas itu lebih terlihat seperti bangunan kost-kostan wanita karena hanya ada kamar berjejer saling berhadapan, sementara bangunan gudang itu berada di pojok.
Alya pikir setelah dia memutuskan untuk kembali bersama Marcel dan berhasil lepas dari Rudy adalah akhir dari kisah penderitaan hidupnya, angan-angannya untuk memulai hidup baru dan menikah dengan Marcel kini rasa-rasanya hampir hilang dari benaknya, karena keadaan justru tidak seindah apa yang di harapkannya.
Kutukan celana merah jambu itu seperti masih belum ingin mengakhiri penderitaan hidupnya, masih ada dan ada lagi terus silih berganti menyiksanya.
Alya menumpahkan tangisnya di ruangan gelap yang hanya ada barang-barang bekas yang sepertinya tidak terpakai lagi itu, Alya berjongkok meratapi nasibnya yang selalu tidak beruntung semenjak perceraiannya dengan Ivan, hidupnya seperti terkena kutukan mengerikan.
"Siapa di dalam sana?" Tanya seorang wanita muda yang di ketahui sebagai simpanan Codet itu penasaran dengan suara isak tangis perempuan yang dia dengar dari dalam gudang itu saat dia hendak masuk ke dalam salah satu kamar yang dekat edngan gudang itu.
"A-anu, barang barunya bos nyonya," jawab salah seorang pria yang bertugas berjaga di sana.
"Barang baru si bos? Minggir, aku mau lihat!" Kata perempuan yang memakai rok mini ketat di padukan dengan crop top yang menunjukkan seluruh bagian pinggang dampai perut atasnya itu.
"Ta-tapi nyonya,"
"Ishh,,, aku hanya ingin lihat saja, hanya penasaran, pelit amat sih," wanita muda yang di panggil nyonya oleh kedua penjaga itu meraba dada bidang kedua penjaga yang berdiri di sisi kiri dan kanan pintu, membuat mereka menahan nafasnya akibat ulah nyonya mereka yang terkenal 'gatal' namun menggiurkan itu.
Kedua penjaga itu saling melempar pandangan satu sama lain, dan sepertinya akhirnya mereka sepakat untuk mengizinkan wanita itu untuk masuk.
Wanita itu tersenyum penuh kemenangan, dia harus melihat barang baru kekasihnya itu sepeti apa, jangan sampai wanita itu mengancam keberadaannya sekarang ini.
"Sialan, wanita lagi,,, wanita lagi,, apa pria itu tidak pernah puas dengan pelayanan ku, sampai harus menambah lagi selir?" Gerutunya seraya menghentakkan kakinya masuk ke dalam ruangan berdebu itu, biasanya, wanita-wanita yang akan menjadi selir Codet akan mundur setelah wanita itu mengancamnya.
__ADS_1
Jika biasanya wanita -wanita dengan senang hati menjadi selir Codet dan biasanya mereka menyodorkan diri pada Codet, namun kali ini seperti berbeda, karena sepertinya Codet menemukan wanita yang tidak biasanya, wanita ini seperti terpaksa, terbukti dari isak tangisnya yang terdengar sangat menyayat hati juga sangat memiliukan, dan bahkan Codet harus di menyekapnya di gudang, ini baru terjadi, membuat wanita itu semakin merasa penasaran.
Setelah mengikuti suara tangisan di ruangan itu, akhirnya tampaklah seorang wanita yang sedang duduk di lantai sambil menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya yang dia peluk dengan eratnya.
"Tunjukkan wajah mu pada ku! Lihat aku, apa kau tuli!" bentak wanita itu pada Alya.
Alya yang sebenarnya menyadari kalau ada orang lain masuk ke dalam sana, hanya mengabaikan suara yang membentaknya itu, dia tetap menunduk dan tidak ingin merubah posisinya.
"Sialan, sepertinya kau menantang ku!" wanita itu membungkuk dan menarik rambut Alya sampai kepala Alya mendongak ke atas.
Sungguh tidak terduga, kejadian yang terjadi selanjutnya Alya dan wanita yang yang menarik rambutnya kini sama-sama terlihat kaget.
"A-Alya?"
"H-Hana?"
Cicit mereka hampir bersamaan, ya,,, wanita yang baru saja membentak dan menjambak rambut Alya adalah Hana, mantan istri Ivan yang kini menjadi wanita simpanan Codet.
"Kenapa bisa sampai ada di sini?" Tanya Hana datar, terdengar tidak biasa memang, sebelumnya karena hubungan mereka yang tidak baik, Hana dan Alya selalu perang urat saat mereka bertemu, namun saat ini cara bicara Hana terlihat berbeda saat bertanya pada mantan istri Ivan yang dulu membuatnya cemburu setengah mati.
"Lantas kenapa kamu juga ada di sini?" Alya malah balik bertanya.
"Aku sudah lama tinggal di sini, lalu bagaimana bisa kamu tersesat ke tempat seperti ini?" Hanya menaikan sebelah alisnya, rasa-rasanya tidak mungkin jika Alya 'tersesat' seperti dirinya yang akhirnya terjebak dan tidak bisa keluar lagi dari kubangan hitam itu.
"Aku di culik," jawab Alya, dengan suara yang agak tercekat menahan tangisnya.
"Di culik? Di culik Codet?" tanya Hana yang baru pernah melihat Alya se-rapuh itu, biasanya Alya yang dia kenal adalah wanita tangguh dan pemberani, namun kali ini dia terlihat sangat kacau dan rapuh.
"Rudy, Rudy yang menculik ku." Terang Alya.
__ADS_1
"Rudy? Siapa dia?" Hana mengernyitkan keningnya.
"Katanya dia mempunyai hutang pada pemilik tempat ini dan aku di culik agar kekasih ku memberikan tebusan untuk membayar hutang-hutangnya." Urai Alya menceritakan apa yang terjadi.
"Alya,,,aku bersalah pada mu, meski aku bukan satu-satunya wanita yang membuat rumah tangga mu hancur, tapi aku termasuk salah satu di antaranya, itu membuat ku merasa bersalah sampai sekarang, apalagi jika aku teringat dengan putri ku,,," lirih Hana tiba-tiba.
"Nayla,,," ucap Alya.
"Nayla?" Beo Hana.
"Ya, putri mu bernama Nayla, dia tumbuh menjadi bayi yang sangat cantik dan sangat mirip dengan mu." kata Alya.
Seketika air mata Hana mengalir membasahi pipinya, mendengar cerita mengenai putrinya membuat hatinya terasa sakit bagai di iris.
"Kenapa kamu meninggalkan anak tidak berdosa itu?" tanya Alya.
"Aku malu, aku seperti tidak akan pantas untuk menjadi seorang ibu, mendapatkan suami dari hasil mencuri dari mu, lantas suami ku ujung-ujungnya di curi kakak sepupu ku, aku kalut, aku merasa putus asa, terlanjur hancur aku akhirnya menjadi seperti sekarang ini, seperti yang kamu lihat, aku menjadi pelac-cur untuk bos pemilik kasino ini, andai saja kamu tau betapa hati ku tersiksa setiap saat karena merindukan putri ku, sangat ingin melihatnya, namun aku tidak bisa," mata Hana kini berkaca-kaca.
"Hana....Hana!" Teriakan Codet terdengar dari luar gudang, membuat Hana tersentak kaget.
"Aku akan menolong mu keluar dari sini, tenang saja." Bisik Hana saat dia terburu-buru bangkit dari duduknya untuk menghampiri Codet yang berteriak-teriak memanggil namanya.
Baru saja Alya membuka mulut untuk menjawab Hana, tiba-tiba Codet sudah berada di hadapan Hana.
Plak,,,Plak!
Dua tamparan mendarat di pipi Hana.
"Jangan campuri urusan ku, sekali lagi aku lihat kau mendekati barang ku, ku bunuh kau!" ancam Codet.
__ADS_1
"Aku hanya penasaran wanita seperti apa yang ingin kau jadikan selir, apa aku masih kurang untuk mu? Apa aku tidak boleh merasa cemburu?" Lirih Hana dengan suara yang di buat agak merajuk sambil memegangi pipinya yang terasa panas, dia sudah biasa mendapatkan perlakuan kasar dari Codet, dan itu tidak seberapa baginya.
"Jangan mengatur ku, dan jangan ikut campur lagi urusan ku, oke?" Melihat Hana merajuk sepeti itu Codet luluh, dia memeluk Hana, sementara Hana mengedipkan sebelah matanya dan mengangkat jempol tangannya ke arah Alya seraya ingin mengatakan kalau semua baik-baik saja.