
Kali ini jantung Marcel berdebar cukup kencang karena memikirkan dan menebak-nebak apa syarat yang akan di minta Sita darinya, kini dia pun meruntuki kebodohannya sendiri yang dengan ceroboh mengiyakan dan menyetujui begitu saja permintaan Sita tanpa tau apa permintaan yang akan di ajukannya itu.
Marcel berjalan memasuki rumah yang di berikan ayahnya sebagai hadiah pernikahan dirinya dan Sita, namun atas kesepakatan bersama, rumah itu kini telah di berikan untuk Daniel.
Sita memberikan sebuah amplop ke hadapan Marcel, amplop yang sama dengan yang dulu pernah dia perlihatkan juga pada Alya sebelumnya.
"Apa ini?" Tanya Marcel saat menerima amplop itu dari tangan Sita.
Sebuah nama rumah sakit terkemuka ibu kota tertulis di sampul depan amplop itu, dengan hati-hati Marcel membuka dan mengeluarkan isi amplop itu dan mulai membaca selembar kertas yang ada di dalamnya.
"Kau?" Pertanyaan Marcel terhenti begitu saja, dia sepertinya syok dengan apa yang baru saja di bacanya.
__ADS_1
"Hmm,, aku hamil."Lirih Sita.
"Lagi? Bagaimana bisa terjadi lagi?" Cetus Marcel dengan polosnya, tentu saja dia bisa sepolos itu menanyakan nya pada Sita, karena dirinya yakin jika bukan dia yang menghamili wanita yang pernah menjadi istrinya itu, dan baginya itu terlalu bodoh, dimana Sita baginya bagai keledai yang jatuh pada lubang yang sama sampai berkali-kali.
Tentu saja Marcel tidak mempermasalahkan dengan siapa Sita melakukannya, karena baginya itu sama sekali bukan urusannya hanya saja dia merasa kesal dengan Sita yang seolah tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya, saat ini saja jika tidak ada dirinya Daniel seolah terlantar, tidak di perhatikan oleh ibunya dan di anggap aib oleh kakek neneknya yang boro-boro mau memberikan kasih sayang, mengakui Daniel sebagai cucunya pun terkesan sangat berat, lha sekarang Sita malah mengulangi hal yang sama.
Wajah Sita memerah menahan malu dan kesal dengan pertanyaan polos Marcel yang baginya itu terkesan mengejek dirinya.
"Jangan bilang jika syarat yang kau sebut-sebut tadi itu adalah aku harus mengambil tanggung jawab anak itu lagi seperti dulu yang aku lakukan pada Daniel? Tidak, aku tidak bisa menikahi mu lagi, maaf. Kau boleh meminta ku apa saja tapi tidak untuk hal itu." Tolak Marcel yang mulai merasa tidak enak hati karena was-was jika Sita meminta dirinya untuk menikahinya lagi.
Betapa konyolnya jika sampai itu terjadi, apa Sita hendak mempermainkannya? Dia setuju bercerai dengan dirinya dengan syarat kembali menikah dengannya setelah itu. Tidak,,, itu tidak boleh terjadi, Marcel tidak ingin menjadi keledai seperti halnya Sita yang berkali-kali jatuh ke lubang yang sama.
__ADS_1
"Aku tidak meminta mu untuk menikahi ku kembali," kata Sita yang merasa sangat sakit saat dia melihat dengan jelas keengganan yang di tunjukkan Marcel secara terang-terangan padanya.
"Ini semua juga karena salah mu, mas!" Lanjut Sita yang malah melemparkan kesalahan nya pada Marcel.
"Kenapa jadi aku?" Elak Marcel tidak terima karena dirinya tiba-tiba jadi di persalahkan atas kelakuan liar Sita yang tidak bisa menjaga diri dan juga tidak bisa mengendalikan hawa nafsu nya, sehingga lagi-lagi dia harus kebobolan dan sialnya lagi-lagi lelakinya tidak mau bertanggung jawab.
"Tentu saja, kita sudah menikah tapi kamu tidak pernah memberikan nafkah batin pada ku, aku wanita normal yang juga membutuhkan hal itu, namun kamu tidak pernah memberikannya, seharusnya itu menjadi kewajiban mu, tapi nyatanya aku harus mencari pelampiasan pada pria lain." Urai Sita tanpa tau malu secara tidak langsung dia mengakui kalau dirinya berhubungan dengan pria lain di belakang Marcel saat pernikahan mereka masih terjadi.
"Aku menikahi mu hanya menjalankan tugas ayah ku, dan tugas ku adalah menutupi aib mu yang hamil di luar nikah, bukan meniduri mu atau memenuhi kepuasan biologis mu, dan aku juga tidak akan mempermasalahkan kau bermain dengan pria lain di belakang ku karena aku tidak bisa memberikan hal itu pada mu, yang aku permasalahkan dalam hal ini kau bermain api dengan pria di luaran sana, lantas menyeret ku untuk ikut terbakar bersama mu, bukankah itu terlalu jahat dan licik?" Ujar Marcel dengan tatapan yang tajam dan lurus ke arah Sita seolah ingin menyampaikan dengan tegas jika dia tidak akan menolongnya untuk kali ini.
"Aku sudah katakan, aku tidak akan meminta mu untuk menikahi mu, aku hanya-- aku hanya meminta kamu mengakui kalau anak ini adalah anak mu, hanya sebuah pengakuan, itu saja, bukan demi aku, tapi demi anak ini, tolonglah, kamu sudah berjanji apapun syaratnya akan kamu penuhi mas, aku sudah memenuhi permintaan mu untuk bercerai, aku hanya meminta pengakuan saja, hanya pengakuan untuk anak ini, tidak lebih." Sita menangkupkan kedua tangannya di dada seraya memohon dengan sangat pada Marcel yang terlihat masih terdiam seperti sedang mempertimbangkan permintaan Sita, apa dia harus mengabulkannya atau harus menolaknya.
__ADS_1
Ah,,, sungguh ini sebuah dilema besar bagi Marcel.