Celana merah jambu

Celana merah jambu
Tiba-tiba balikan


__ADS_3

Rudy buru-buru bergegas menuju perusahaannya saat staf nya mengabari dirinya jika ada empat orang pria bertubuh kekar dan berwajah menyeramkan mencarinya, dan mereka juga mengancam akan merusak barang-barang di kantor jika Rudy tidak cepat-cepat datang ke kantor dan menemui mereka.


"Pasti mereka, preman suruhan Codet!" Gerutu Rudy sambil berusaha mengemudikan kendaraannya secepat mungkn, dia menyalip kendaraan-kendaraan yang ada di depannya agar dia segera sampai di kantor, dia tidakmau jika sampai kantornya di hancurkan oleh preman-preman yang sepertinya suruhan pria yang Rudy panggil dengan sebutan Codet itu.


Benar saja, saat Rudy sampai di perusahaannya dalam waktu kurang dari dua puluh menit, empat orang pria berpostur tinggi besar yang dia kenali sebagai anak buah Codet bandar judi besar di kota itu langsung menghampirinya, bahkan salah satu dari ke empat orang itu menyambut kedatangan Rudy dengan acungan pistol yang tepat di tempelkan di keningnya.


"Lama sekali kau datang ke sini, gatal tangan ku ingin menghancurkan barang-barang di sini, hampir saja kantor mu ini kami luluh lantahkan!" ujarnya dengan masih menodongkan senjatanya ke arah kepala Rudy, membuat karyawan yang berada di sana merasa ketyakutan atas pertunjukkan mengerikan yang terjadi di hadapan mereka itu.


"Ayo bicara di ruangan ku, jangan bicara di sini." ajak Rudy, dia tidak mau jika para karyawannya mendengar pembicaraan mereka, apa lagi kalau sampai mereka tahu jika dirinya terlilit hutang akibat kecanduan judi.


"Tidak, aku ke sini di utus bang Codet untuk menagih janji mu yang akan membayar utang-utang mu yang sudah jatuh tempo sejak sebulan yang lalu, cepat bayar!" Teriaknya seraya makin menekan laras senjatanya sehingga kepala Rudy terdorong oleh senjata yang di todongkan padanya itu, jika sampai peluru dari senjata itu di letuskan, sudah pasti isi kepala Rudy akan terburai di sana.


"Aku minta waktu, kalau tidak,,, sampaikan pad bang Codet jika hari ini aku akan menemuinya secara langsung, aku akan ke sana." Kata Rudy yang kini kebingungan harus membayar hutang-hutang nya dari mana sementara kerja sama dengan Salim grup sudah di batalkan dan proyek-proyek juga banyak yang di cancel, membuat kepala Rudy kini berdenyut nyeri memikirkan bagaimana dirinya nanti menghadapi murka bos judi yang terkenal sadis itu.


Tapi setidaknya dengan mengatakan semua itu empat orang suruhan Codet akan segera pergi dan tidak akan merusak kantornya, hanya ini hartanya yang dia punya kini, lagi pula Persada sudah mulai bangkit lagi meski harus tertimpa hambatan lagi saat ini.

__ADS_1


**


Seperti janjinya, malam ini Rudy menemui Codet di sebuah klub malam, dia meminta kelonggaran dan waktu tambahan pada Codet yang merupakan kreditur nya itu.


"Bang-sat kau, rasa-rasanya aku tidak pernah susah memberi mu pinjaman, kenapa kau susah sekali setiap kali aku tagih, kau mau bermain-main dengan ku, huh?" Bentak Codet yang saat itu di temani seorang wanita berpakaian seksi yang duduk di pangkuannya, wanita itu tidak merasa risih dan malu menciumi dan menggerayangi tubuh Codet meski itu di tempat umum dan Rudy memperhatikan tindak tanduknya.


"Bu-bukan seperti itu Bang,, perusahaan ku benar-benar dalam keadan krisis sekarang ini, kemarin saat proyek ku lancar juga aku selalu membayar tepat waktu, kan?" ujar Rudy membela diri.


"Ku beri kau waktu satu minggu, tapi dengan satu syarat!" Ujar Codet seraya menyingkirkan wanita yang berada di pangkuannya itu dan mendekat ke arah Rudy, lalu membisikkan sesuatu, lalu setelahnya dia tertawa terbahak-bahak.


"JIka kau tidak mampu maka kau akan tau apa akibatnya!" ancam Codet sambil menempeikan jari telunjuknya di leher sambil menggesernya sebagai tanda ancaman jika dia bisa membunuhnya dengan mudah jika Rudy tidak bisa memenuhi permintaannya, membuat Rudy merinding dan tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika dia benar-benar tidak bisa membayar hutang-hutang judinya itu, hidupnya benar-benar akan berakhir di tangan Codet.


"Oke,, aku tunggu minggu depan kau bawa uang beserta bunganya!" lanjut Codet yang lantas di angguki Rdy meski gugup dan ragu apakan dia mampu memenuhi semua itu.


**

__ADS_1


"Alya, apa tidak sebaiknya kamu pindah ke apartemen ku yang dulu kamu tempati itu? Aku merasa cemas dan tidak tenang jika kamu berada di sini sendirian." Kata Marcel, sat dirinya terpaksa harus meninggalkan Alya di rumahnya sendirian, beberapa hari ini Marcel menginap di rumah itu karena merasa khawatir akan terjadi sesuatu dengan wanita yang di cintainya itu, hanya saja malam ini dia harus pulang, karena besok pagi-pagi sekali dia harus rapat di luar kota, jarak dari rumah Alya ke bandara sangat jauh, lagi pula Marcel juga belum mempersiapkan barang-barang bawaannya untuk acara itu, sementara Alya keukeuh tidak mau ikut ke luar kota untuk mendampinginya, dia mengatakan kalau dia merasa malu dan tidak ingin membuat kehebohan publik dengan kedekatan mereka.


"Oh ayolah Mas, kamu hanya pergi setengah hari saja, aku akan baik-baik saja berada di rumah ini bersama tanaman-tanaman ku, kasihan mereka beberapa hari ini tidak pernah aku urusi, karena aku sibuk merawat dan memperhatikan mu, percayalah,, aku akan baik-baik saja di sini, yang penting kamu cepat pulang, karena aku pasti akan merindukan mu!" Goda Alya.


"Oh, tolonglah,, jangan membuat ku membatalkan rencana kepergian ku dan menunda rapat ku karena godaaan dahsyat mu ini, kamu sungguh membuat ku seperti tidak ingin pergi kemana pun dan hanya ingin bersama mu saja sepanjang hari dan melupakan segalanya."Marcel memeluk Alya dengan erat seolah dia enggan untuk melepasnya.


"Haishhh,,, anda harus bekerja dengan giat bapak Marcel, bukankah anda mengatakan berniat ingin menikahi ku? Biaya pernikahan sangat mahal, dan anggaran belanja bulanan ku sangat besar nantinya, hahaha," Goda Alya.


"Semua uang ku kamu yang pegang cantik ku, aku cukup di beri uang saku harian saja oleh mu, seperti anak sekolah." Kata Marcel seraya mencubit kedua pipi Alya dengan gemas.


Semenjak kejadian pertengkaran dengan Rudy hari itu, meski tanpa ada pembicaraan apapun, mereka semakin dekat dari hari ke harinya, semua berjalan dan mengalir begitu saja, seoalha mereka tidak pernah berpisah sebelumnya dan seolah di antara mereka tidak pernah terjadi masalh apa-apa sebelumnya.


Cinta memang sebodoh itu!


**

__ADS_1


Kakak-kakak semuanya,,, karena cerita ini sudah hampir ending, othor minta dukungan nya di cerita othor yang baru yang judulnya BELENGGU DENDAM ya,,, silahkan mampir, jika berkenan, terimakasih kakak-kakak baik hati semoga kakak semua sehar dan bahagia selalu 🙏❤️


__ADS_2