
Wajah Alya tiba-tiba menegang saat dia sedang asik mengurusi tanamannya di teras rumah, dua orang pria menerobos masuk ke halaman rumahnya, tanpa permisi, bahkan mereka langsung membekapnya tanpa sempat memberikan Alya kesempatan untuk melawan ataupun berontak, kejadiannya sungguh sangat cepat, hingga tiba-tiba saat Alya sadarkan diri, dia mendapati dirinya sudah terikat di dalam sebuah mobil yang melaju kencang entah akan membawanya kemana.
Mata Alya terus memperhatikan dua orang pria yang tadi masuk ke pekarangan rumahnya dan kini berada di kursi depan mobil itu, meski Alya berusaha mengamatinya dengan seksama satu persatu, tetap saja Alya tidak mengenal kedua orang pria ini, mereka juga tidak banyak berbicara dalam perjalanan ini, sungguh sebenarnya banyak yang ingin Alya tanyakan pada kedua pria ini, salah satunya mempertanyakan perihal mengapa mereka menculiknya sekarang ini, namun mulut Alya juga tertutup lakban, sehingga saat ini dia benar-benar tidak berdaya.
Sekitar lebih dari satu jam lamanya Alya berada dalam perjalanan yang entah ke mana, kini mobil berhenti di sebuah bangunan seperti ruko, kedua pria itu menyeretnya dengan paksa untuk masuk ke dalam bangunan itu.
Ruko itu terlihat kosong, dan seperti ruko yang tidak beroperasi, namun jangan salah, saat dia dan kedua pria itu semakin masuk ke dalam, bangunan itu ternyata tidak hanya mempunyai lantai atas, seperti bangunan ruko pada umumnya, namun ada pintu rahasia yang membawanya ke sebuah basement, atau bangunan bawah tanah yang ternyata cukup luas dan mewah.
Jika saat baru masuk tadi ruko itu tampak sepi dan sepeti bangunan kosong, tidak halnya dengan keadaan di bawah sana, ruangan yang mempunyai banyak meja dan alat-alat judi mesin itu ramai dengan orang-orang, hampir di setiap meja yang di sediakan di sana tidak ada yang kosong, alat-alat permainan judi seperti kartu domino, dadu dan alat-alat perjudian lainnya lengkap di sana.
Satu hal yang membuat Alya tercengang adalah banyaknya wanita-wanita berpakaian minim di sana yang menemani hampir semua pria yang sedang bermain judi di sana, mungkin ini yang di sebut kasino terselubung, keberadaannya yang pasti sangat di rahasiakan dari bidikan para aparat hukum dan kepolisian.
"Akhirnya kau datang juga, selamat datang Alya, kami sudah lama menunggu mu di sini." sambut seorang pria yang wjahnya sangat tidak asing di mata Alya.
"Rudy," gumam Alya yang hanya bisa dia lakukan dalam batinnya karena mulutnya masih tertutup lakban, andai saja mulutnya tidak terhalang lakban yang menempel dengan lekat, sejuta cacian dan makina kasar pasti akan langsung terlontar dari mulut Alya yang kini merasa sangat marah mengetahui jika ternyata Rudy berada di balik penculikannya ini.
"Kenapa? Pasti sudah tidak tajan ingin melontarkan kata-kata cinta untuk ku, ya?" Ejek Rudy sambil melepaskan lakban di mulut Alya dengan kasar sehingga terasa perih dan panas seketika di rasakan di kulit sekitar bibir Alya.
__ADS_1
"Cuih!" Bukan kata-kata cinta seperti yang yang diharapkan Rudy yang di terima pria itu, melainkan ludah Alya yang langsung mendarat di wajahnya.
Sungguh Alya kehabisan kata-kata untuk memaki dan mengungkapkan betapa dia marah, kesal dan merasa jijik pada Rudy sehingga semua kata di wakilkan dengan ludahan Alya yang tidak sanggup menahan emosi yang bergejolak di dadanya.
"Sialan!" Teriak Rudy sambil mengusap wajahnya yang terkena ludahan Alya.
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Alya, karena Rudy merasa di permalukan di depan banyak orang oleh Alya saat ini.
"Kenapa? Kau memang pantas di perlakukan seperti itu, kau menjijikan!" tegas Alya.
"Betina yang liar, aku suka,,,liar dan galak!" kata Codet hendak mengusap pipi mulus Alya, namun Alya menjauhkan kepalanya dari tangan besar Codet yang berbulu.
"Siapa kau? Aku tidak mengenal mu, dan aku tidak punya urusan dengan mu, jadi lepaskan aku!" Tatapan Alya terlihat sangat tajam memandang ke arah mata Codet tanpa rasa takut sedikit pun.
"Waw,,, cantik dan menantang!" Codet malah semakin antusias dan tertarik dengan Alya yang sedikit pun tidak menaruh rasa takut pada nya.
__ADS_1
"Aku akan menjadi tuan mu, dan sebentar lagi kau akan menjadi peliharaan ku, yang harus siap melakukan apapun yang aku mau." Sambung Codet di kahiri tawanya yang menggelegar.
"Sakit jiwa! Lepaskan aku, kalian akan berurusan dengan polisi karena ulah kalian ini, lagi pula kekasih ku pasti akan menyadari kehilangan ku ini, dan dia pasti tidak akan tinggal diam dengan hal ini." Ancam Alya.
"Hahaha,,, baguslah jika kekasih mu tidak tinggal diam dengan penculikan mu, dengan behitu kami akan mendapatkan uang tebusan yang cukup besar, tapi dia tidak akan mendapatkan mu kembali, karena sepertinya aku tertarik ingin menjadikan mu salah satu peliharaan pribadi ku." Ujar Codet.
Rudy sudah membicarakan tentang siapa Alya dan siap kekasihnya sehingga dia merencanakan penculikan Alya di bantu anak buah Codet, dari hasil tebusan memerasa Marcel, Rudy akan membayar lunas hutang-hutangnya pada Codet nanti, dan Codet juga akan menikmati janda muda aduhai, sesuai permintaannya tempo hari pada Rudy yang akhirnya tercetus ide gila ini.
"Apa salah ku pada mu? Aku tidak mengenal mu, aku tidak punya masalah dengan mu," ujar Alya.
"Kau memang tidak punya masalah dengan ku, tapi dia punya hutang yang sangat besar pada ku, dan hanya dengan menculik lantas meminta tebusan pada kekasih mu dia bisa melunasi hutang-hutangnya, jadi tolong bekerja sama lah!" kata Codet lagi.
"Baji-ng-an, itu bukan urusan ku dantidak ada hubungannya dengan ku, karena Rudy bukan siapa-siapa ku." Tepis Alya.
"Benar, kan apa yang aku katakan pada mu, jika kau memang keberuntungan ku, lagi-lagi kau membuat ku keluar dari masalah hidup ku, kau hanya perlu duduk tenang di sisni sampai Marcel menebus mu, dan aku melunasi hutang0hutang ku, tenang saja,,, uang Marcel tidak akan habis jika hanya untuk menebus mu sebanyak beberapa ratus juta saja, kekayaan yang di milikinya lebih dari itu." Kata Rudy menyeringai.
"Kau memang busuk, mati saja kau dan pergi ke neraka, manusia tidak berguna!" maki Alya lagi, namun itu tidak akan membuat Rudy ciut, buktinya dia hanya tertawa-tawa kecil saat mendengar sumpah serapah yang di ucapkan Alya untuknya.
__ADS_1
"Terserah kau mau berkata apa, yang jelas, kau memang keberuntungan ku!" ujar Rudy seraya menjawil dagu Alya dengan lancangnya.