
Rupanya bukan hanya Wina yang di tangkap dan kini berada di kantor polisi, namun juga Utari yang di tangkap karena di tuduh swbagai penyebar pertama video itu dengan memberikannya pada sebuah akun gosip.
"Tapi saya tidak melakukannya pak polisi, saya tidak memberikan video itu pada akun gosip atau pada siapa pun." Sangkal Utari yang keukeuh tidak merasa melakukan apa yang di tuduhkan padanya.
Namun sekuat apa Utari menyangkal, pemilik akun gosip itu justru semakin meyakinkan petugas bahwa Utari lah yang memberinya video itu untuk di sebarkan.
Di tengah pemeriksaan Utari dan juga Wina di kantor polisi, ttiba-tiba Hana datang ke sana, sebagai pelapor, dirinya ingin memastikan jika Utari dan Wina benar-benar sudah di tangkap.
"Kau! Ini pasti ulah kau, wanita iblis!" Tunjuk Utari ke arah Sita yang berdiri di ambang pintu dengan senyum kemenangan yang penuh merendahkan Utari, sementara Wina yang tidak mengenal Sita hanya bisa melihatnya sekilas lalu kembal tertunduk lemas karena merasa tak akan ada yang menolong dirinya dari masalah ini.
"Jangan asal kalau berbicara, jangan sampai aku menceritakan pada petugas jika malam saat pesta peringatan ulang tahun kau sebenarnya sudah mempunyai niat untuk menayangkan video itu, namun aku menggagalkan mu, jangan lupa jika aku punya bukti atas apa yang aku ucapkan ini dan bukan asal bicara saja."Sita tersenyum dingin, menunjukan intimidasi yang sangat menekan Utari, sehingga wanita itu tak berani membalas ucapan Sita lagi, karena Utari yakin jika Sita tidak se-sederhana dan se-polos yang dia lihat dan dia tunjukkan pada semua orang, wanita itu menyeramkan, dalam diam dan tenangnya menyimpan sesuatu yang mengerikan.
"Kenapa? Kenapa diam? Apa diam mu itu secara tidak langsung membenarkan apa yang aku ucapkan?" Lanjut Sita lagi sambil menyeringai.
Namun tiba-tiba mata Utari berbinar saat dia melihat Marcel datang ke ruangan itu, atas undangan kepolisian sebagai korban yang di rugikan, kali ini dia datang sendirian tanpa Alya bersamanya.
__ADS_1
"Pak Marcel, saya minta maaf atas semua yang saya lakukan pada anda dan Alya, namun sumpah demi Tuhan saya bukan orang yang memberikan video itu pada akun gosip, ini fitnah, tolonglah, anda tau jika saya adalah single parent, tolong kasihani putri saya jika saya harus berada di sini." Utari mengiba, bahkan saat ini dia sampai membawa-bawa anaknya untuk di jadikannya alasan, demi membuat Marcel menaruh simpati padanya.
"Pak Marcel, tolong cabut laporan ini, saya benar-benar di fitnah." Mohon Utari memelas pada Marcel yang sejak tadi hanya diam saja tak menunjukkan reaksi apapun.
"Tapi bukan aku yang membuat laporan, jadi bagaimana bisa aku mencabutnya? Aku bahkan tidak punya waktu untuk membuat laporan seperti ini." Ujar Marcel mengangkat kedua bahunya dengan cuek seolah tidak ingin peduli dengan permohonan Utari.
"Bisa aku berbicara dengan mu?" Ujar Marcel pada Sita, yang langsung di sambut anggukan kepala oleh wanita yang sudah menjadi mantan istrinya itu.
Sita mengekor dengan patuh langkah Marcel yang memimpinya ke luar ruangan itu menuju parkiran depan.
"Ada dua alasan mengapa aku melaporka mereka, yang pertama karena kamu ayah anak ku, aku ingin menunjukkan pada semua orang, bahwa tidak ada seorang pun yang boleh merusak nama baik ayah dari anak ku, kamu ayahnya Daniel, aku tak mau jejak digital merekam keburukan tentang mu yang nantinya pasti akan berpengaruh buruk juga pada Daniel." Ujar Sita trlihat tulus saat mengatakan semua itu, bahkan matanya berkaca-kaca saat dia mengatakan semua alasannya pada Marcel.
"Lantas yang ke dua?" Tanya Marcel penasaran dengan alasan yang kedua Sita, karena mantan istrinya itu mengatakan jika dia mempunyai dua alasan melakukan itu semua, untuk alasan yang pertama, oke lah,,, bisa di terima oleh Marcel, karena apapun jika itu berhubungan dengan Daniel dia tidak bisa berkutik.
"Alasan ku yang ke dua, karena aku ingin membantu membersihakan nama mu dengan Alya di mata publik yang terlanjur menaruh anggapan negativ pada kalian." Kata Sita.
__ADS_1
"Tapi sayangnya semua itu sudah tidak di perlukan lagi bagi ku dan Alya, karena kami sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan." Wajah Marcel di buat se-sedih mungkin di hadapan Sita.
"Ah, serius? Kalian sudah---" Sita menutup mulutnya yang menganga karena kaget dengan kedua tangannya
"Alya merasa kalau dia yang sudah menyebabkan hubungan kita berakhir, dia menjadi sangat merasa bersalah pada Daniel karena membuat orang tuanya berpisah, padahal aku sudah mengatakan padanya berulang kali jika hubungan kita memang sudah tidak bisa di lanjutkan dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan hubungan aku dan dia." Terang Marcel panjang lebar.
"Owh, aku turut bersedih mendengarnya, kamu jangan khawatir, aku kan mencoba menemui Alya dan menjelaskan semuanya, barangkali dia mau mendengarkan ku." Ungkap Sita bersimpati.
"Tidak usah,, aku tidak mau memaksakan orang yang tidak mau dengan ku. Aku merindukann Daniel, apa aku boleh menemuinya?" Tanya Marcel sengaja mengalihkan pembicaraan tentang Alya.
"Tentu saja, sekali gus ada suautu hal yang ingin aku bicarakan juga dengan mu, tapi ada baiknya jika kita membicarakannya di rumah saja." Ajak Sita.
"Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?" Marcel mengernyit.
"Apa kamu lupa jika aku pernah mengatakan paa mu kalau aku meminta satu syarat atas perpisahan kita? Semoga kamu tidak lupa kalau saat itru kamu mengatakan kalau kamu setuju dan akan melakukan apapun asalkan kita berpisah." Sita mengingatkankembali kesepakatan mereka saat Marcel menanda tangani kesepakatan berpisah saat itu.
__ADS_1
Kali ini jantung Marcel berdebar cukup kencang karena memikirkan dan menebak-nebak apa syarat yang akan di minta Sita darinya, kini dia pun meruntuki kebodohannya sendiri yang dengan ceroboh mengiyakan dan menyetujui begitu saja permintaan Sita tanpa tau apa permintaan yang akan di ajukannya itu.