
"Aku mohon, aku tau kamu wanita yang baik dan tulus, aku rasa hanya kamu wanita yang pantas menjadi ibu dari Nayla, dia butuh sosok wanita baik seperti mu, tolong aku untuk mendidik dan membesarkannya bersama-sama dengan ku." Pinta Ivan tanpa tau malu.
"Maaf aku tidak bisa untuk bersama mu kembali, terlalu banyak hal buruk dan menyakitkan yang sama-sama kita jalani dalam rumah tangga kita maupun dalam pasca berakhirnya pernikahan kita, hubungan kita seperti cermin yang retak, tak akan pernah sempurna lagi meski di satukan dan di lem kembali." Ujar Alya mencoba untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi saat berbicara dengan mantan suaminya itu.
Ivan terdiam, sungguh jauh di lubuk hatinya yang terdalam dia menyadari dan mengakui jika apa yang di ucapkan mantan istrinya itu seribu persen benar adanya.
Terlalu banyak dan terlalu dalam luka hati yang dia torehkan pada Alya, dan terlalu brutal dan kejam kekacauan yang dia ciptakan pada rumah tangga mereka sehingga tidak heran jika Alya begitu enggan untuk kembali bersama dengannya.
"Aku tau, aku bersalah, aku juga sadar jika aku tidak berhak menerima pengampunan juga kesempatan dari mu, tapi---"
Bruak!
Suara pintu kamar seperti di dorong dengan sangat kencang dan kasar dari luar, sosok perempuan penuh amarah muncul dari balik pintu menghampiri sepasang mantan suami istri yang sedang berbicara berdua, membuat Ivan yang tengah berbicara pada Alya urung menyelesaikan kalimatnya akibat suara kencang yang berasal dari ambang pintu kamar yang mereka tempati saat itu.
__ADS_1
"Jangan terhanyut dan menjadi lemah karena mendengar ucapan-ucapannya, kau harus teguh pada pendirian mu untuk membangun kembali rumah tangga mu dengan mantan istri mu itu dan ingat, putri mu membutuhkan sosok ibu." Sita sosok yang ternyata muncul dari balik pintu itu kini sudah tidak ingin berpura-pura dan menutupi sisi busuknya dari hadapan Alya yang sebelumnya sempat mengira jika Sita merupakan wanita yang baik itu.
mendapati hal itu, Alya tidak merasa kaget sedikit pun, karena dia sudah dapat menebaknya jika di balik semua ini adalah Sita.
"Hahaha,,, akhirnya kau menunjukkan wajah asli mu," sinis Alya.
"Jika dengan cara berpura-pura baik ternyata kau dan Marcel tidak bisa di pisahkan, mungkin dengan cara ini akan berhasil, kau merusak semua rencana yang sudah aku rancang sedemikian rupa, seharusnya kau tidak datang ke kehidupan rumah tangga ku dengan Marcel sehingga kau membuatnya berpaling dari ku." Ujar Sita.
"Berpaling? Apa kau lupa jika sejak awal dia tidak pernah menoleh pada mu, lantas bagai mana ceritanya dia bisa berpaling dari mu?" Alya tersenyum sinis sambil setengah mengejek.
"Sial, ber-engsek kau, berani-beraninya mengacaukan rencana yang sudah aku susun rapi selama ini. Lihat saja, kali ini aku akan membuat Marcel bertekuk lutut dan kembali lagi pada ku dan aku tidak akan membiarkan dia pergi lagi sebelum semua keinginan ku terwujud." Murka Sita.
Bersamaan dengan itu, ponsel di tangannya berbunyi, wajahnya langsung berseri-seri, senyum kemenangan tersungging di bibirnya saat melihat siapa identitas si penelpon di layar.
__ADS_1
"Lihat lah, dia menghubungi ku, hanya untuk kembali pada ku!" Pamernya sambil memperlihatkan layar ponselnya yang tertera nama Marcel sebagai si pemanggil ke arah Alya.
Sita buru-buru menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan telepon dari Marcel, tidak lupa juga dia mengaktifkan loadspeaker agar Alya juga bisa mendengar percakapan dirinya dengan Marcel.
"Sita, aku setuju dengan keinginan mu, aku bersedia untuk kembali pada mu, tapi aku ingin memastikan jika Alya baik-baik saja di sana, aku ingin bertemu Alya terlebih dahulu untuk terakhir kalinya." Suara Marcel terdengar begitu memohon dari ujung sana.
Sebelumnya Sita memang telah menghubungi Marcel dan mengatakan kalau Alya berada di tangannya saat ini, dan dia akan melepaskan Alya namun sebagai gantinya dia menginginkan mereka kembali rujuk.
"Hahaha,,, keputusan yang tepat, aku suka dengan pria pintar seperti mu, untuk masalah kekasih mu, tenang saja, sejauh ini dia baik-baik saja, bahkan kini dia sedang bernostalgia bersama mantan suaminya berdua di kamar, sepertinya mereka juga akan segera rujuk kembali sepeti kita" Kata Sita memanas-manasi.
Sejenak hening, tak terdengar suara dari ujung telepon, sepertinya Marcel tengah menahan marah di sana akibat ucapan Sita yang mengatakan jika Alya sedang bersama Ivan saat ini dan akan kembali rujuk denganb mantan suaminya itu.
"Kirim aku lokasi kalian!" Setelah beberapa detik terdiam, akhirnya Marcel meminta lokasi keberadaan Sita dan Alya.
__ADS_1
"Aku akan mengirimkan lokasi kami datanglah sendirian ke sini, namun jika kau macam-macam, aku tidak segan untuk melakukan hal-hal yang mungkin todak akan pernah terpikir oleh mu, satu hal yang harus kamu tahu, jika aku lebih jahat dan licik dari yang kau kira sekarang ini, jadi jangan membuat ku memilih cara terburuk!" Ancam Sita.