
"Jangan macam-macam, tanda tangani dulu surat kebersediaan mu untuk rujuk dengan ku, baru aku akan mengizinkan mu bertemu dengan Alya!" Tolak Sita saat Marcel bersikeras ingin menemui Alya saat dia baru saja sampai di rumah di mana Sita menyembunyikan Alya.
"Aku tidak akan menandatangani apapun sebelum aku benar-benar memastikan Akya dalam keadaan baik-baik saja." Keukeuh Marcel yang tak kalah bersikerasnya untuk tidak mengikuti perintah Sita sebelum mantan istrinya itu menunjukkan Alya di hadapannya.
Marcel sadar betul bagaimana licik nya Sita, sehingga dia tidak ingin percaya begitu saja dengan mulut dan janji manis Sita yang katanya baru akan mempertemukan dirinya dengan Alya setelah dirinya menanda tangani persetujuan untuk rujuk dengannya, 'Tidak, aku tidak akan tertipu lagi!' Batin Marcel.
"Kekasih mu itu tidak ingin bertemu dengan mu, dia sedang melepas rindu dengan mantan suaminya, mereka akan rujuk seperti halnya kita, jadi aku rasa, dari pada kamu sakit hati melihat kemesraan mereka, lebih baik tidak usah bertemu, itu akan lebih mudah bagi mu menerima kenyataan." Ucap Sita.
"Aku tidak akan sakit hati jika dengan rujuknya mereka membuat Alya benar-benar bahagia, karena perasaan ku tulus padanya tanpa embel-embel kepentingan tertentu dan keserakahan yang mengedepankan ego sendiri." Sinis Marcel.
__ADS_1
"Apa kali ini kamu sedang menenyindir ku?Apa aku salah jika aku menginginkan harta ayah ku sendiri? Salahkan saja ayah ku yang mempersulit semuanya, seandainya saja dia percaya pada ku dan memberi ku sekali saja kesempatan untuk membuktikan bahwa aku juga mampu mengelola perusahaan, namun sayangnya dia lebih percaya pada mu, lantas kalau sudah begitu aku bisa apa?" Oceh Sita menumpahkan keluh kesahnya yang dia simpan di dadanya selama ini atas kekecewaannya pada sikap Haryanto padanya.
"Jangan terburu-buru menyalahkan sikap ayah mu, sudah kah kau mengintrospeksi diri mu sendiri, mengapa ayah mu sampai tidak menaruh kepercayaan pada mu?" Timpal Marcel.
"Persetan dengan semuanya, tidak perlu berceramah di hadpan ku, kau tahu? Aku memang pernah bersalah, tapi aku juga pernah berusaha untuk memperbaiki semuanya, saat akhirnya kita menikah, aku pikir aku bisa menciptakan rumah tangga normal seperti orang lain, aku sudah bertekad untuk mencintai mu, merebut hati mu, apalagi saat aku tahu kalau kamu sangat menyayangi Daniel seperti anak mu sendiri, obsesi ku untuk memiliki mu sangat besar dalam diri ku, namun apa yang terjadi? Kamu bahkan tidak pernah sekali pun peduli pada ku, kamu selalu acuh, dingin, sampai aku akhirnya harus menyerah karena kamu lebih memilih jatuh cinta pada akuntan beren-gsek itu." Urai Sita, matanya memancarkan kebencian yang sangat mendalam saat dia harus mengakui secara tidak langsung tentang kekalahannya dalam memperebutkan cinta Marcel dari Alya.
"Cih, jangan seolah-olah kau paling menderita, aku menerima mu dengan kehamilan mu itu pun sudah sangat berat bagi ku, kamu pikir aku tidak pernah mencoba untuk membuka hati pada mu, setelah pernikahan konyol itu? Kau pikir aku bodoh, dua hari setelah pernikahan kita bahkan kau masih bertemu dengan pria lain di belakang ku, kau pikir aku tak tahu bahkan saat kau dalam keadaan hamil besar masih sering bertemu dengan pria lain di hotel? Lantas bagaimana aku bisa menganggap mu sebagai istri?" Decih Marcel.
Sita tak mengira jika ternyata Marcel akan mengetahui semua itu, padahal dia merasa kalau apa yang di lakukannya selama ini di rasanya sudah di lakukan dengan sangat rapi dan tidak mungkin ada yang tahu akan hal itu, namun sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga.
__ADS_1
"Hawa napsu itu memang memiliki perut yang sangat luas bahkan lebih luas dari galaksi, kau tidak pernah dapat membuatnya kenyang, tidak akan pernah ada ujung untuk keinginan, dan tidak akan pernah ada daratan untuk menyandarkan harapan selama kau masih di dekap keserakahan, masih ada waktu,,, berubahlah, bertobatlah sebelum terlambat." Ujar Marcel yang masih berusaha ingin membuat Sita sadar, bagaimana pun Sita adalah ibu dari Daniel, di mana hak asuhnya jatuh pada wanita itu, Marcel tidak ingin Daniel di besarkan oleh wanita yang bahkan tidak pantas di sebut sebagai ibu itu, terlebih akan ada bayi lain yang mungkin akan segera lahir beberapa bulan lagi, itu berarti akan ada dua anak yang kemungkinan besar akan tumbuh di lingkungan ibunya yang hatinya di penuhi kebencian dan keserakahan, belum lagi gaya hidup bebas yang tidak patut untuk di jadikan panutan oleh anak-anaknya.
Bruak!
Suara pintu utama yang tiba-tiba di dobrak dari luar membuat Sita dan juga Marcel yang sedang berbicara di ruang tengah merasa kaget, begitu pun dengan Alya yang spontan berontak dan berlari keluar dari kamar karena merasa penasaran dengan apa yang terjadi di luar kamar, sejak tadi dirinya hanya bisa mendengarkan perdebatan Sita dan Marcel dari dalam kamar tanpa bisa berbuat apa-apa karena Sita sempat mengancam akan mencelakai Marcel jika dirinya sampai keluar kamar.
Namun mendengar suara dobrakan keras dari luar kamar membuat Alya nekat dan keluar kamar demi memastikan jika Marcel baik-baik saja.
**
__ADS_1
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN UNTUK SEMUANYA 🙏❤️🙏