
"Bagaimana? Kau sudah menemukan sesuatu?" Tanya Zhao Yuan pada seorang murid yang baru saja memeriksa seorang mayat pemuda yang telah diduga olehnya sebagai pengacau di sektenya.
"Orang ini bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya sendiri." Jawab murid tersebut setelah ia melihat keadaan pemuda yang sekarang ini sedang terbaring tak bernyawa dengan mulut yang mengeluarkan darah.
"Baiklah. Kita masih tidak mengetahui sihir apa yang dia gunakan untuk menyerang kami satu persatu. Yang pasti karena ulahnya, Sungai Rongye yang awalnya membeku, sekarang kembali mengalir dengan normal." Pikir Zhao Yuan setelah ia berbicara dengan murid tersebut.
"Bukankah sungai Rongye dihuni oleh leluhur ikan, Xiong Yu dan Chi Yu? Mengapa tidak bertanya pada mereka berdua?" Tanya Xun Ji'an yang sekarang ini sedang bersandar pada sebuah pohon sambil membersihkan kuku kukunya yang tajam dan kotor.
Zhao Yuan menoleh ke arahnya dan menjawab, "Xiong Yu dan Chi Yu sekarang ini sedang berenang ke sungai yang lebih hangat. Mereka berdua tidak tahan dingin sama sepertimu."
Xun Ji'an tertegun dan langsung mengalihkan pandangannya ke atas. "... Benar juga. Mengapa aku tidak mengikuti cara yang mereka lakukan?" Ucapnya dengan tenang dan spontan.
”Hmm,... Mengapa bisa ada seseorang yang ingin membawanya? Bukankah dia tidak istimewa seperti orang-orang kuat kebanyakan? Lagipula, dia masih berada di level lima alam bumi. Untuk apa memperkejakannya kalau masih seperti itu.” batin Hao Shu saat ia sedang memperhatikan mayat pemuda yang berada di hadapannya.
"Orang ini tidak terlihat seperti orang biasa. Mungkin saja dia berasal dari suatu kelompok yang akan menyerang kalian mengingat kalau Sekte ini baru saja mendapatkan isu tuduhan mengenai pembunuhan seluruh keluarga Jin." Jelas Hao Shu setelah ia memperhatikannya beberapa saat.
"Haah? Kelompok apanya? Tidak mungkin dia berasal dari kelompok musuh yang akan menyerang kalian berdua." Ucap Guan Long dengan panik setelah ia duduk di atas salah satu dahan pohon dan mendengarkan pembicaraan mereka.
Hao Shu menatap dingin ke arahnya dan berkata, "Memangnya kenapa? Aku hanya menduga-duga saja. Lalu, kenapa nada bicaramu seolah sedang membela penjahat ini?"
__ADS_1
Seketika, ekspresi Guan Long menjadi sangat terkejut setelah ia melihat tatapan yang diberikan oleh Hao Shu padanya.
Ia terdiam beberapa saat dan menjawab, "Memangnya kenapa? Aku hanya membantu kalian menyelesaikannya saja. Jika apa yang aku katakan ini benar terjadi, apakah kalian akan meminta maaf padaku karena semua kenyataan itu?" Ucapnya dengan tenang tanpa menatap salah satu dari mereka.
"Ohh,... Apakah yang ia maksud adalah penjahat ini sama sekali tidak menyerang tetua Hao Shu lebih dulu? Bukankah ini sedikit aneh dan tidak berguna untuknya? Seharusnya raja menyerang raja dan bukan raja menyerang bidak lalu pergi. Jika saja orang ini membawa Xiao Xiao, bukankah ini adalah sesuatu yang percuma? Aku yakin kalian juga tidak akan mempedulikannya karena kalian masih memiliki banyak murid dan juga, masih banyak orang-orang kuat yang berada di Sekte ini. Tetua Hao Shu juga pasti senang karena akhirnya bebannya hilang dalam sekejap. Bukankah dengan kehilangannya, itu tidak akan berpengaruh terhadap Sekte kalian?" Jelas Xun Ji'an secara spontan tanpa memikirkan wajah-wajah mereka yang mulai terlihat marah.
DUAKK!!!
Mendengar penjelasannya, Hao Shu langsung memukul kepala Xun Ji'an menggunakan kipas lipatnya dengan sangat kuat hingga menimbulkan suara yang cukup keras.
"Aduh,... Duh! Kenapa malah aku yang dipukul?!" Bentak Xun Ji'an sambil memegangi kepalanya yang terkena pukulan Hao Shu.
"Kau ini selalu saja asal bicara ceplas-ceplos! Apakah kau tidak memikirkan jika itu benar terjadi, Mu Chen Xiao akan mengatakan seluruh kelemahan Sekte ini pada musuh?" Ucap Hao Shu dengan wajah berapi-api karena marah setelah ia mendengar Xun Ji'an berbicara.
Seketika, ekspresi mereka berubah setelah mereka melihat Zhao Bingyan yang telah tumbuh dewasa kembali.
"Apakah itu adalah Yan'er sungguhan?" Tanya Zhao Yuan yang tidak percaya setelah melihatnya.
"Guru besar Zhao telah kembali!" Sorak beberapa murid di sana yang langsung menghampiri Zhao Bingyan yang telah berdiri tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
Setelah didatangi beberapa murid tersebut, Zhao Bingyan sama sekali tidak menatap mereka dan langsung berkata, "Kalian tetaplah berlatih bersama dengan saudara-saudara kalian yang lain. Aku akan melihat pencapaian kalian setelah ini." Ucapnya sambil berjalan meninggalkan murid-murid tersebut dan langsung pergi menemui beberapa orang yang tidak berlarian menghampirinya.
"Yan-Yan! Senang melihatmu kembali dewasa!" Ucap Xun Ji'an saat menyambut kedatangan Zhao Bingyan dan langsung memeluk lehernya hingga membuatnya hampir saja terjatuh.
"Ji'an! Tidak bisakah kau berdiri menggunakan kedua kakimu sendiri?" Ucap Zhao Bingyan yang langsung melirik tajam ke arah Xun Ji'an.
"Ayolah,... Apakah ini balasan karena aku telah menjagamu saat usiamu kembali berumur lima tahun?"
"Kau pikir aku tidak tahu? Li Chu Yi dan Xiao'er yang menjagaku selama itu." Ucapnya dengan dingin dan membuat Xun Ji'an mematung hingga membiarkannya terlepas dari pegangannya.
Zhao Bingyan berjalan menghampiri ketiga orang lainnya termasuk Guan Long yang masih terduduk di tempat yang sama. Ia pun langsung melihat ke arah mayat seorang pemuda di hadapannya dan bertanya, "Apakah dia yang melakukannya?"
"Ya, orang ini yang melakukannya. Akan tetapi, kami masih belum mengetahui mengapa ia hanya menyerang Mu Chen Xiao." Jelas Hao Shu yang masih berdiri di tempat yang sama.
Zhao Bingyan berlutut di hadapan mayat tersebut dan memeriksa pakaian serta luka yang ada di dalam mulutnya. Ia juga sempat membongkar seluruh benda yang dibawa olehnya namun, ia tidak menemukan benda aneh yang tersimpan di dalam.
”Sepertinya dia berasal dari suatu kelompok besar. Jumlah mereka pasti bukan hanya ini saja. Tidak ada benda yang dapat menimbulkan bahaya di sekitar sini. Dilihat dari keadaannya, sepertinya ia mati sejak kemarin dan darah yang muncul dari mulutnya mulai mengering. Ya. Sudah dapat dipastikan kalau ia berasal dari suatu kelompok besar!” pikir Zhao Bingyan setelah ia memperhatikannya.
Tidak lama setelahnya, ia pun berdiri kembali dan menatap ke arah semua orang yang telah berdiri di sana. "... Ada kelompok besar yang akan menyerang. Jadi, aku harap semua orang tetap waspada." Ucapnya yang membuat mereka semua terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Bagaimana Yan'er tahu kalau orang ini berasal dari suatu kelompok besar?" Tanya Guan Long yang merasa heran.
Zhao Bingyan menoleh ke arahnya dan menjelaskan, "Seorang anak buah yang setia, pasti tidak akan mengecewakan majikannya. Jika ia memang seorang diri, pemuda ini pasti tidak akan melakukan bunuh diri dan merugikan dirinya sendiri. Dia pasti tidak sendirian dan ada seorang pemimpin yang terus memberikan mereka perintah. Kita harus tetap berhati-hati dengan orang yang berada di sekitar ataupun yang berada di dalam Sekte."