
Puluhan pedang berdentang saat berhadapan dengan puluhan pemberontak yang berusaha untuk mengacaukan pertandingan yang mereka adakan. Tempat ini bukanlah menjadi ajang perlombaan untuk mendapatkan kemenangan akan tetapi, tempat ini telah menjadi arena perang besar yang tidak ada seorangpun bisa menghindarinya.
Saat ini, di sisi lain Zhao Wei Lu sedang melawan seorang pemuda yang berada di level sembilan Grandmaster. Ia bahkan tidak menyangka akan mampu mengajaknya bertarung hanya demi menyelamatkan nyawa Bai Qing Yu yang hampir saja mati di tangan pemuda tersebut.
Lalu, keempat petinggi yang baru saja memasuki arena perburuan. Langsung disambut dengan serangan besar-besaran yang dilakukan oleh magical beats yang ketakutan dan beberapa pemberontak yang belum tentu bisa mereka kalahkan.
Saat ini, Zhao Bingyan sedang terdesak oleh dua orang pemuda yang memiliki kemampuan di tingkat Grandmaster level sembilan. Sudah jelas kemampuan mereka berdua benar-benar melebihinya! Pada akhirnya, ia hanya bisa menghindari satu persatu serangan mereka dan menahan kekuatan pedang keduanya yang bahkan hampir saja mematahkan pedang es miliknya.
”Cih! Jika terus seperti ini, bisa-bisa aku akan terbunuh!” batin Zhao Bingyan saat ia hanya bisa menahan serangan pedang dari kedua pemuda tadi bahkan sampai merusak pedangnya.
Lalu, tidak berselang lama. Li Chu Yi akhirnya mendatanginya dan langsung melepaskan beberapa anak panahnya ke arah dua orang pemberontak yang telah memojokkannya. Hal itu, membuat keduanya langsung saja bergerak mundur menjauhinya.
"Grandmaster Zhao! Kau baik-baik saja?" Tanya Li Chu Yi setelah ia berdiri di sebelah Zhao Bingyan yang akhirnya bisa bernafas lega setelah melihat kedatangan Li Chu Yi.
"Haah,... Aku tidak apa-apa. Terima kasih karena telah menyingkirkan mereka berdua." Jawab Zhao Bingyan sesaat kemudian.
Setelah kedatangannya yang tiba-tiba. Kedua pemberontak ini langsung saja meninggalkan mereka berdua menuju suatu tempat dan berkumpul dengan para pemberontak yang lain. Namun, mereka berdua sama sekali tidak bisa membiarkannya dan keduanya pun akhirnya langsung mengejarnya dari belakang.
Di waktu bersamaan, yaitu di tengah-tengah arena pertarungan. Terdapat setumpuk mayat magical beats dan mayat orang-orang yang mati pada sebuah tebing curam. Para pemberontak berkumpul di sana dan membakar seluruh orang yang telah mati di sana.
Saat itu, Mu Chou Ran sedang bertarung habis-habisan dengan tiga ekor serigala yang akan membunuhnya. Ia sangat terpojok dengan luka yang ada seluruh tubuhnya.
”Cih! Mereka ini bukanlah tiga ekor serigala biasa! Aku menduga kalau ada seseorang yang sudah merencanakannya!” batin Mu Chou Ran sambil menyeka darah yang ada di bawah mulutnya.
"Apakah kau sudah tahu kalau kami ini siapa?" Ucap seorang laki-laki yang keberadaannya masih belum diketahui olehnya dan bahkan ia tidak bisa melihat wujudnya karena yang terpampang jelas di depan wajahnya hanyalah tiga ekor serigala.
Mu Chou Ran tersenyum seringai dan bertanya, "Apakah itu ucapan yang tidak aku harapkan?"
Sesaat kemudian, ketiga serigala ini pun berubah menjadi tiga orang pemuda yang berdiri di tempatnya masing-masing. Mereka ini adalah Mu Quan Shi, Mo Qin Yao dan Yang Yixuan. Ketiganya adalah Raja Xingyue yang seharusnya sudah mati dua ratus tahun lalu!
"Kenapa kalian bisa ada di sini?" Mu Chou Ran sangat terkejut saat menatap ke arah mereka bertiga.
__ADS_1
"Raja ketiga! Kau jangan bercanda! Kami di sini untuk mengambil jiwamu. Kau sudah hidup terlalu lama! Lagipula kau masih memiliki satu orang anak laki-laki di sini 'kan?" Tanya Yang Yixuan dengan senyum seringai saat menatapnya.
Mu Chou Ran tersenyum sinis dan berkata, "Kalian tahu kalau aku tidak ingin pergi dari sini? Untuk apa kalian repot-repot menjemputku seperti ini?"
"Jangan membuatku harus menunggu!" Celetuk Mu Quan Shi yang berjalan menghampirinya. "... Kau telah terluka parah seperti ini. Apakah kau masih tidak ingin pergi dari sini? Lupakan mereka yang telah bersamamu termasuk putramu sendiri. Karena semua yang ia lakukan hanyalah sebuah kebohongan agar ia bisa mendapatkan kedudukan sebagai kepala keluarga."
Setelah mendengar bisikan tersebut, Mu Chou Ran kemudian tertawa lepas di hadapan ketiganya sehingga hal itu membuat mereka kebingungan.
"Haha! Kau pikir aku tidak tahu kalau kalian bertiga telah meletakkan dantian kalian pada satu tempat? Kalian telah menjadikan putra ku sebagai Raja Xingyue kelima, apakah itu bukanlah sebuah kejahatan yang kalian lakukan?!" Ucap Mu Chou Ran dengan senyum seringai yang menyertainya.
"Cukup!" Celetuk Mo Qin Yao yang berhasil menghentikan pembicaraan mereka. "... Raja ketiga! Kami sudah tidak tahan denganmu! Kami harus segera mengambil jiwamu dan membawanya pergi."
"Untuk apa?" Tanya Mu Chou Ran dengan dingin.
"Kau membuat Mu Quan Shi menjadi tidak tenang dan selalu meminta kami untuk membawa jiwamu kembali. Namun, kau selalu menolaknya selama dua ratus tahun dan inilah puncak dari kesabaran kami!" Jawab Yang Yixuan.
Mu Chou Ran menatap Mu Quan Shi dengan penuh kekecewaan. "... Apakah kau tidak ingin melihat cucumu, Ayah?" Tanya Mu Chou Ran dengan kecewa. "... Jika kau ingin aku mati maka, aku akan melakukannya!"
Saat ia mengakhiri kalimatnya, Mu Chou Ran langsung saja menusuk jantungnya berulang kali hanya dengan menggunakan tangan kosong! Darah pun menyebar kemana-mana hingga membuat genangan di bawah kaki mereka. Setelah itu, Mu Chou Ran akhirnya mati dengan jantung yang telah hancur dan darah yang tidak berhenti keluar dari dalam tubuhnya.
”Aku sudah melihat putramu. Dia akan mati beberapa saat setelahmu.”
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 144 ~...
HUACK!
Tiba-tiba saja saat Mu Chen Xiao sedang berlari menuju tempat terjadinya ledakan, ia memuntahkan seteguk darah dalam perjalanannya setelah kematian Mu Chou Ran. Ia pun semakin bertanya-tanya mengapa belakangan ini dia sering mengalami ledakan spiritual.
”Lagi-lagi apa yang salah denganku?!” gumam Mu Chen Xiao sambil menyeka darah yang masih menempel di bawah bibirnya.
__ADS_1
[[ Kematian karakter Mu Chou Ran telah mengubah seluruh aliran spiritual dalam diri Anda.]]
Mu Chen Xiao yang mendengarnya sangat terkejut tidak percaya dan ia pun bertanya kembali, "Maksudmu, dia benar-benar sudah mati? Siapa yang membunuhnya?"
[[ Ketiga Raja Xingyue memaksa jiwanya untuk kembali. Kini Anda adalah satu-satunya Raja yang tersisa di dunia ini.]]
Mu Chen Xiao terdiam sedih setelah mendengar hal tersebut. Ia pun menggeram kesal dan merubah kedua bola matanya menjadi merah menyala dengan ekspresi marah yang tidak lepas darinya.
”Aku pasti akan menyelesaikan semuanya sekarang juga!”
Sementara ini, di wilayah yang berbeda. Zhao Bingyan dan Li Chu Yi tampak sedang bertarung dengan kedua pemuda yang sebelumnya telah menyerang mereka.
Keduanya bertarung secara adil namun, tetap mengedepankan kerjasama agar keduanya tidak mengalami luka yang cukup parah.
Saat kedua pedang saling bertubrukan antara Zhao Bingyan dengan seorang pemuda, ia menatapnya dengan dingin karena para pemberontak ini telah mengacaukan seluruh rencana yang sudah diatur sejak awal.
"Untuk apa kalian datang menyerang kami?! Apa tujuan kalian datang kemari!" Tanya Zhao Bingyan dengan wajah yang terlihat marah saat ia sedang menahan serangan pedang dari salah satu pemberontak tadi.
Pemuda itu tersenyum seringai dan menjawab, "Tentu saja ini semua adalah ulah salah satu muridmu. Kau membuatnya hidup sebagai penjahat sehingga kami 'lah yang terkena akibatnya!" Jawabnya sambil mengeraskan serangannya sehingga membuat Zhao Bingyan semakin terpojok.
"Lalu, kenapa kalian juga menyerang anggota keluarga lainnya yang tidak bersalah?!" Tanya balik Zhao Bingyan yang mencoba untuk melawannya kembali.
"Apakah kami peduli dengan mereka?! Memangnya saat kalian menghancurkan Sekte Yin Lang apakah kalian peduli dengan salah satu keluarga kami yang ada di sana?!" Bentak pemuda tersebut.
Zhao Bingyan menatap serius ke arahnya sebelum akhirnya pedang yang ada di tangannya patah dan membuat kesempatan bagi pemuda ini untuk menyerangnya.
"Kau Guru yang tidak berguna bagi muridnya! Matilah sekarang!"
Setelah ia menghentikan teriakannya, pemuda tersebut melesat ke arahnya dengan pedang yang telah dihunuskan ke arahnya.
Zhao Bingyan tidak bergerak sedikitpun karena merenungi apa yang dikatakan oleh pemuda itu padanya. Ia hanya menatap kosong ke arah pedangnya yang patah sebelum akhirnya, serangan pemuda tersebut mengenainya!
__ADS_1
JLEBB!
Saat ia berpikir bahwa saat ini ia telah mati, ekspresinya seketika terkejut setengah mati karena pedang tersebut sama sekali tidak menembus kulit dan dagingnya melainkan pedang itu menembus tubuh Li Chu Yi yang telah berdiri di depannya bersamaan saat ia melepaskan anak panahnya ke arah kedua pemuda tadi.