
Ketika salju telah turun di beberapa wilayah yang ada di sebelah timur. Beberapa pasukan yang sengaja disiapkan untuk bertarung dengan Sekte Hua Jian, mulai terbentuk dan sekarang ini mereka telah berdiri di depan gerbang timur mereka. Pasukan-pasukan yang berasal dari sekte Yin Lang mengandalkan kemampuan murid-murid yang bisa menggunakan mantra teleportasi agar mereka bisa lebih cepat sampai ke sana dan membalaskan dendam keluarga atas tuduhan yang seluruhnya diserahkan pada Zhao Bingyan.
“Mereka! Keterlaluan sekali! Sudah membawa guru besar Zhao tanpa sepengetahuan kami dan mereka malah bergerak menyerang?!” batin Zhao Wei Lu saat ia sedang berdiri di halaman depan gerbang timur Sekte Hua Jian.
Ratusan pasukan Sekte Yin Lang yang dipimpin langsung oleh Jin Mifeng, bergerak melangkah sambil menghunuskan pedang mereka masing-masing. Ekspresi yang mereka tunjukkan seolah mengatakan bahwa ini adalah akhir bagi kalian semua. Guru besar kalian lah yang telah membantai habis seluruh keluarga Jin dan membakar mayat-mayat mereka.
Li Chu Yi yang saat itu telah berdiri di dekat gerbang timur Sekte, merasa sangat marah dan mengeluarkan busur panahnya yang akan menembus kulit dan daging mereka.
“Mereka benar-benar menyebalkan!”
Ketika Li Chu Yi mengakhiri kalimatnya, ia mulai menarik anak panahnya yang mengarah pada sekumpulan pasukan Sekte Yin Lang yang telah berdiri di depan gerbang masuk mereka. Lalu, ketika Li Chu Yi hendak akan melepaskan anak panahnya, Cheng Xing Xian mendatanginya dan menghentikannya untuk menyerang pasukan Sekte Yin Lang yang belum melakukan serangan terhadap mereka.
“Ada apa? Mengapa Master Cheng menghentikanku?” tanya Li Chu Yi sambil menoleh ke arah Cheng Xing Xian yang telah berdiri di sebelahnya.
“Disaat seperti ini, sebaiknya kita melakukan argumen panjang dengan mereka sampai bala bantuan istana datang.” Jawab Cheng Xing Xian saat ia menghentikan Li Chu Yi yang akan sekaligus memanah mereka.
“Mereka tidak akan mendengarkan mu. Untuk apa mencoba untuk berargumen dengan mereka?!” tanya Li Chu Yi yang mulai kesal karena melihat pasukan Sekte Yin Lang yang semakin bergerak memasuki tempat mereka.
“Jika Zhao Bingyan berada di sini, kau pikir apa yang akan dilakukan olehnya?”
“....”
__ADS_1
Zhao Bingyan adalah seorang guru besar yang sangat melindungi murid-muridnya. Langkah pertama yang ia lakukan pasti adalah berargumen dengan musuh yang akan menyerang mereka. Lalu, ketika cara itu sudah tidak bisa dilakukan maka, ia akan melakukan pertarungan secara paksa dan mewakili akan seluruh murid-muridnya agar tidak ada satupun yang terluka saat penyerangan.
“Mau apa kalian mendatangi kami?” tanya Zhao Wei Lu pada Jin Mifeng yang telah berdiri di barisan paling depan dan suaranya sangat mengejutkan Li Chu Yi dan Cheng Xing Xian yang sedang mencari cara bagaimana mereka bisa mendinginkan suasana di tempat mereka.
“Oh tidak. Bagaimana dia bisa berada di sana?!” gumam Cheng Xing Xian yang merasa sangat terkejut ketika ia melihat Zhao Wei Lu yang telah berdiri di halaman depan sambil menghunuskan pedangnya seolah ia sedang menantang Jin Mifeng untuk bertarung dengannya.
“Menurutmu apa yang membuat kami datang kemari?” tanya Jin Mifeng dengan dingin karena ia merasa telah ditantang oleh seorang bocah berumur sebelas tahun.
“Bukankah kalian telah mendapatkan apa yang kalian inginkan dengan cara memaksa? Apakah kami tidak tahu kalau kalian lah yang telah membawa pergi guru besar kami?!” tanya Zhao Wei Lu sambil menajamkan pedangnya yang telah memunculkan sebuah cahaya putih menembus langit.
“Apa yang kau katakan itu? Kami sama sekali tidak membawa guru besar kalian! Justru, guru besar kalian lah yang telah membantai seluruh keluarga kami!” jawab Jin Mifeng dengan kesal karena melihat Zhao Wei Lu yang benar-benar akan menantangnya untuk memulai sebuah pertarungan.
“Jika guru besar kami tidak bersama kalian, untuk apa kalian datang kemari?!”
Zhao Wei Lu menunjukkan raut wajah tidak percaya dan membentaknya kembali dengan keras, “Itu sama sekali tidak terjadi! Guru besar kami tidak mungkin melakukan hal sekejam itu!”
“Lalu kenapa kalian tidak menunjukkan guru besar kalian sendiri?! Suruh dia kemari dan lawanlah aku dengan adil!” bentak Jin Mifeng yang mengejutkan seluruh murid-murid Sekte Hua Jian yang sedang bersembunyi di beberapa tempat.
Zhao Wei Lu menghunuskan pedangnya kembali dan menjawab, “Sayang sekali, guru besar kami sedang tidak berada di tempatnya. Sebagai gantinya, akulah yang akan melawan kalian dan melindungi sekte!”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Zhao Wei Lu pada seluruh pasukan Sekte Yin Lang, hal itu membuat petinggi Sekte termasuk Cheng Xing Xian tidak bisa berkata-kata. Mereka semua hanya bisa menontonnya dari kejauhan dan tidak bisa melakukan apapun yang mungkin bisa membantunya untuk melawan Jin Mifeng dan pasukan-pasukannya.
__ADS_1
Jin Mifeng mendengus dingin dan menatapnya dengan sinis karena ia tidak percaya seorang Young Master level delapan berani melawan dirinya yang berada tingkat Grandmaster level dua.
“Sudah berapa lama kau tidak bercermin pada dirimu sendiri? Bagiku kau itu seperti debu yang sangat mudah disingkirkan!” Jin Mifeng mencibir sambil menunjukkan wajah sinisnya yang terkesan merendahkan lawan yang telah berdiri di hadapannya.
Zhao Wei Lu menyeringai dan menjawab, “Sayangnya aku tidak menyebalkan sepertimu. Orang bodoh, biasanya banyak bicara sama sepertimu!”
Mendengar kata terakhir yang diucapkan oleh Zhao Wei Lu, membuat Jin Mifeng semakin naik darah dan akhirnya ia mengeluarkan pedangnya yang kembali mengeluarkan sebuah cahaya merah yang sangat mirip dengan kekuatan spiritual milik Mu Chen Xiao.
”Mengapa sihirnya mirip sekali dengan milik Mu Chen Xiao?” batin Zhao Wei Lu yang memperhatikan.
Setelah ia selesai memperhatikannya dengan baik, tiba-tiba saja sebuah gerakan cepat yang langsung menghantam pedangnya dan membuat Zhao Wei Lu langsung terlempar begitu serangan tersebut menimpa dirinya.
Zhao Wei Lu terhempas dengan pedang yang masih bertahan di tangan kanannya. Gerakan cepat Jin Mifeng benar-benar tidak terduga olehnya. Ia hampir saja kalah dalam satu serangan jika saja ia tidak selalu waspada terhadap serangan yang mungkin akan datang secara tiba-tiba.
“Bukankah kau sendiri yang menantangku untuk bertarung? Mengapa sekarang ini, kau terlihat menyesali semua perkataanmu?” tanya Jin Mifeng begitu ia selesai melakukan serangan pertamanya.
Zhao Wei Lu menyeringai dan berkata, “Apakah hanya ini yang bisa kau lakukan untukku?”
Jin Mifeng terlihat begitu kesal dengan sikap yang ditunjukkan oleh Zhao Wei Lu padanya. Ia mengeraskan tinjunya dan berkata kembali, “Jadi, apakah kau ingin aku langsung membunuhmu dalam sekali serang?” ucapnya sambil menunjukkan wajah dingin dan sinisnya. “... Kau sepertinya tidak memikirkan bagaimana cara orang-orang di sini melihatmu. Kalau begitu, biarlah aku saja yang mengakhiri hidupmu!”
CRATTT!!!
__ADS_1
Ketika Jin Mifeng mengakhiri kalimatnya, segumpal darah muncul keluar dari dalam tubuh seseorang yang memiliki luka di beberapa bagian. Darah itu mengalir keluar dan mengenai salju putih yang akhirnya berubah menjadi merah ketika serangan tersebut dilakukan.
“Haah,.. Zhao Wei Lu!”