
Dua hari kemudian,...
BUKK!!!
"Akh! Apa salahku? Mengapa kau selalu saja memukulku padahal aku sedang serius?!" Bentak Mu Chen Xiao yang sangat tidak percaya dengan Hao Shu yang tiba-tiba memukul punggungnya ketika mereka sedang melatih Kultivasi mereka di sekitar Sungai Luobing.
"Jika kau tidak ingin dipukul, lakukanlah dengan baik!" Bentak Hao Shu yang sekarang ini sedang memegang sebuah balok kayu dengan aura spiritual yang sangat besar.
"Kenapa hanya aku saja yang dipukul sedangkan dia tidak?!" Tanya Mu Chen Xiao yang menunjuk ke arah Zhang Xiuzhen yang sama sekali tidak dipukul oleh Hao Shu.
Hao Shu menoleh ke arah Zhang Xiuzhen yang tampaknya sedang serius untuk menembus titik awal Kultivasinya. "... Tidak bisa. Jika aku memukulnya, itu akan mengganggu konsentrasinya dan aku akan dianggap sebagai Guru yang tidak manusiawi." Jawab Hao Shu sambil mengelus-elus dagunya.
"Hmm? Bukankah kau ini setan?"
BUKK!!!
Hao Shu kembali memukul punggung Mu Chen Xiao setelah ia menyebutnya sebagai setan. Bagaimanapun juga, ia adalah arwah yang memiliki sifat manusia meskipun hanya sedikit. "... Kalau kau sudah tahu bagaimana bentuk diriku, seharusnya kau sadar kalau aku juga manusia seperti mu." Ucap Hao Shu yang tampaknya sudah puas memukuli Mu Chen Xiao untuk hari ini.
"Guru Hao! Bagaimana pelatihan ku sekarang?" Tanya Zhang Xiuzhen yang berdiri kembali dan menghampiri mereka berdua.
Hao Shu memperhatikannya dan kemudian ia meletakkan telapak tangannya di atas kepala Zhang Xiuzhen dan menjawab, "Sebentar lagi Yang Mulia akan menembus level lima alam bumi. Jika Yang Mulia terus berlatih, mungkin Yang Mulia akan lebih cepat kembali ke istana dan menjadi yang terkuat." Ucapnya dengan sangat lembut seperti sedang memperlakukan anaknya sendiri.
__ADS_1
”Kenapa hanya dia yang dimanjakan padahal aku tiga tahun lebih muda dan tiga kali lebih kecil darinya?” batin Mu Chen Xiao yang semakin heran dengan hubungan antara Hao Shu dengan Zhang Xiuzhen yang mirip sekali dengan Ayah dan anak.
"Apa lihat-lihat? Cepat selesaikan latihan mu!" Ucap Hao Shu setelah ia sadar kalau ia sedang diperhatikan oleh Mu Chen Xiao.
"Heh? T~ tapi bagaimana aku bisa melakukannya? Dalam diriku, aku sama sekali belum menemukan peningkatan apapun." Ucap Mu Chen Xiao yang mendadak panik setelah ia tidak merasakan peningkatan apapun dalam dirinya. Ia bahkan masih berada di Young Master level tiga yang masih sangat awal. Mungkin karena segel api Liu yang masih terpasang di dahinya. Hal itu, akan membuatnya sangat sulit untuk berkultivasi.
Hao Shu menghampiri Mu Chen Xiao dengan tatapan dingin dan bertanya, "Bisakah aku bertanya sesuatu padamu? Dari mana kau mendapatkan segel api Liu yang ada di dahimu itu?" Ucapnya sambil meletakkan ujung jarinya di atas dahi Mu Chen Xiao.
"Guru besar Shang Ren yang meletakkannya padaku." Jawab Mu Chen Xiao yang tidak menghiraukan ekspresi dingin Hao Shu terhadapnya.
"Bukankah seharusnya kau sudah bertemu dengannya berkali-kali? Mengapa kau tidak memintanya untuk segera melepas segel ini darimu?" Tanya Hao Shu kembali.
Mu Chen Xiao menutupi dahinya menggunakan telapak tangannya. Sebelumnya, Zhao Bingyan pernah memintanya untuk segera melepaskannya. Akan tetapi, Shang Ren berulang kali berkata kalau ia tidak melepaskannya meskipun Zhao Bingyan sudah memaksanya berulang kali. Aku tidak tahu apa tujuan Shang Ren meletakkan benda ini dalam diriku tapi, yang jelas aku merasa sangat kesulitan untuk berkultivasi.
Hao Shu tidak berekspresi dengan terus menatap ke arah Mu Chen Xiao yang masih terdiam memikirkannya. Ia pun segera menoleh kembali ke arah Zhang Xiuzhen dan berkata, "Yang Mulia telah belajar sangat baik. Sekarang Anda bisa kembali ke kamar Anda dan beristirahat di sana." Ucap Hao Shu setelah ia membungkuk untuknya.
Zhang Xiuzhen terlihat enggan untuk meninggalkannya tempatnya setelah ia melihat beberapa kejadian yang terjadi di tempatnya. "... Bagaimana dengan Xiao Xiao? Apa yang sedang kalian bicarakan." Tanya Zhang Xiuzhen yang merasa heran ketika melihat mereka berdua berbicara tentang segel api Liu.
Hao Shu menjawab kembali, "Yang Mulia tidak perlu khawatir. Aku ada di sini untuk mengawasinya. Lagipula, dialah satu-satunya yang tidak beres di sini. Aku akan segera mengajarinya." Ucapnya dengan tenang sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang datang dari benak Zhang Xiuzhen.
Zhang Xiuzhen hanya bisa memberikannya tatapan khawatir dan mencoba untuk diam di tempatnya sekarang. ”Aku tidak yakin kalau keadaan di sini baik-baik saja. Apa sesuatu terjadi pada Xiao Xiao? Sepertinya, Guru Hao juga sedang bertanya tentang simbol yang ada di dahi Xiao Xiao.” batin Zhang Xiuzhen yang masih berdiri di tempatnya yang sama.
__ADS_1
"Yang Mulia! Anda sebaiknya kembali saja ke kamar. Hari sudah mulai sore dan Yang Mulia harus segera beristirahat." Ucap Mu Chen Xiao yang berjalan di depan Hao Shu yang sebelumnya telah berbicara dengannya.
Melihat ekspresi Mu Chen Xiao sekarang ini, membuat Zhang Xiuzhen merasa kalau keadaannya saat ini memang baik-baik saja dan tidak ada masalah yang muncul hari ini. Ia pun segera membungkuk kembali untuk Hao Shu dan berkata, "Kalau begitu, aku akan segera kembali ke kediaman. Terima kasih atas pembelajarannya hari ini." Ucapnya dengan sopan dan kembali berjalan menuju kediaman Jinya yang berada di puncak gunung.
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 74 ~...
Di sebuah ruangan yang sangat lembab dan dingin. Zhao Bingyan sedang duduk berhadap-hadapan dengan Xun Ji'an dengan dibatasi oleh sebuah meja duduk yang di atasnya sudah terdapat beberapa minuman dan makanan di sana.
Semenjak Mu Chen Xiao pergi meninggalkan Sekte, ada banyak hal yang terjadi di luar sana. Mulai dari kerusakan pada bangunan-bangunan tua milik keluarga Mu dan juga dua orang berjubah hitam yang telah menyerang kediaman Jinya hingga semuanya terluka parah.
"Ji'an! Selama kau berada bersama Mu Chen Xiao, apakah ada sesuatu yang terjadi di sekitar mu?" Tanya Zhao Bingyan sambil meneguk minumannya.
Xun Ji'an memainkan rambut panjangnya yang tampak halus berwarna putih. Ia sibuk memikirkan jawaban apa yang akan diberikan pada Zhao Bingyan disaat ia bertanya padanya. Dan setelah ia berlama-lama mengingatnya, Xun Ji'an akhirnya menjawab, "Sebenarnya ada meskipun, hal itu hanyalah masalah kecil."
Zhao Bingyan terdiam sesaat untuk menaruh gelas keramiknya kembali dan bertanya padanya, "Apa yang terjadi?"
"Ketika kami beristirahat di desa Jin Yue dan kami bertemu dengan Yun Qing dan Gu Qiaomei, tiba-tiba saja Mu Chen Xiao mengalami demam yang cukup tinggi selama berhari-hari. Dia pingsan saat kami masih dalam perjalanan. Aku pikir, itu hanya penyakit bawaan akan tetapi, Xu Wuya sangat jeli ketika memeriksanya dan ia mengatakan kalau ini bukanlah demam biasa. Ia melihat kalau ada seseorang yang saat ini sedang mengendalikan hawa kekuatan spiritual milik Mu Chen Xiao ketika seseorang mencoba untuk menyerangnya dari jarak yang cukup jauh. Lalu setelah semua itu terjadi, hawa kekuatan spiritualnya tumpah dan menjadi berantakan sehingga hal itulah yang membuatnya demam selama berhari-hari." Jelas Xun Ji'an setelah ia mengingat-ingatnya kembali.
"Lalu, adakah orang lain yang sengaja menemuinya?"
__ADS_1
Xun Ji'an berpikir sebelum menjawab, "Sepertinya ada. Ketika kami berada di salah satu kedai makanan, ada seorang laki-laki berpakaian hitam sedang duduk di sebelah Mu Chen Xiao ketika aku sedang memesan makanan. Orang itu mengajaknya berbicara seperti biasa dan bahkan berani untuk menyentuhnya juga. Kalau tidak salah, orang itu memegang lencana milik Sekte Yin Lang dan namanya adalah Shang Ren."
”....?!”