
Lembah pemakaman ketiga Raja Xingyue, wilayah Yinzhou.
Setelah terbunuh di tangan Guru besarnya sendiri, Mu Chen Xiao dikirimkan ke sebuah tempat yang mengerikan dengan bukit bukit tajam yang mengawasi dan beberapa pemakaman batu yang ada di tempat tersebut.
Ia hanya bisa tergeletak di tempat yang sama sambil merasakan suhu tubuhnya yang semakin mendingin seperti orang mati. Lembah tersebut memiliki aroma anyir darah yang sangat tajam dan tanah yang lunak, membuat kemungkinan bahwa tanah yang saat ini diinjak olehnya terdapat setumpuk mayat yang terkubur di dalamnya.
”Hmm? Apakah dia adalah anak dari Raja ketiga?” ucap sekelebat bayangan hitam yang muncul di sebelah kiri Mu Chen Xiao saat ia masih tidak bergerak di tempatnya.
”Tidak aku sangka. Guru besarnya sendiri yang telah membunuhnya. Apa yang harus kita lakukan padanya?” tanya sekelebat bayangan lainnya yang muncul di depan dan juga di sebelah kanan Mu Chen Xiao.
”Aku yakin dia masih hidup dan sedang sekarat. Ternyata, Guru besarnya telah menghancurkan jantungnya dan di dalam tubuhnya ini, terdapat dantian milik Raja ketiga.” di susul sekelebat bayangan yang ada di depannya.
”Bagaimana kalau menempati tubuh anak ini untuk membalas dendam? Aku yakin Raja ketiga juga tidak merasa keberatan.”
”Jangan terburu-buru Mu Quan Shi! Bukankah dia juga salah satu anggota keluargamu? Mengapa kau ingin bertindak kejam padanya?”
”Jangan terlalu heran padanya, Yixuan. Dia memang selalu bertindak seperti ini sejak dulu. Untuk apa kau melawannya lagi?”
”Aku hanya memperingatkan kalian berdua. Jika saja itu terjadi, dia akan mengalami ledakan spiritual berulang kali karena kekuatan berlebih yang dimilikinya. Mo Qin Yao! Kau itu terlalu percaya padanya!”
”Dunia saat ini sedang kacau. Aku akan memberikan kekuatan ku dan kalian berdua lakukanlah hal yang sama. Yang Yixuan dan Mo Qin Yao.”
__ADS_1
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 136 ~...
”Yan'er! Kau jahat sekali! Mengapa kau membunuhnya?” ucap seorang wanita berpakaian merah muda yang saat ini sedang menangis di depan Zhao Bingyan saat keduanya berada di dalam dimensi kosong yang tidak memiliki apapun.
"S~ siapa kau? Kenapa aku bisa ada di tempat ini?" Tanya Zhao Bingyan setelah dia melihat seorang wanita yang berdiri di hadapannya dan ternyata orang itu adalah Qian Yue akan tetapi, ia tidak bisa mengingatnya lagi.
”Yan'er! Mengapa kau begitu jahat padanya? Kau bahkan membunuhnya dan menguburkannya di tempat yang tidak ada seorangpun yang bisa mengambil mayatnya.” ucap Qian Yue kembali dengan ekspresi sedih dan bola mata yang berkaca-kaca.
”Kenapa aku tidak bisa kembali?” batin Zhao Bingyan yang masih memperhatikan sekitar dan memikirkan keadaannya saat ini.
"Bisa jelaskan, sebenarnya kau ini siapa? Dan tempat apa ini?" Tanya Zhao Bingyan yang mencoba untuk berbicara dengan Qian Yue yang masih terlihat sedih saat menatapnya.
Zhao Bingyan sangat terkejut setelah ia mendengar jawaban tersebut. Ia pun kembali menatap sekitar dan ke atas. Lalu, ia melihat tujuh terompet besar berwarna emas di atas awan yang telah berbunyi sekali.
”Benda apa itu? Apakah aku benar-benar sudah mati?” batin Zhao Bingyan yang memperhatikannya.
"Saat kau membunuh Xiao'er, satu menit setelahnya kau mati di tempat yang sama. Apakah kau tidak ingat kalau kau telah melupakanku dan melupakan Xiao'er? Apakah kau tidak ingat pada hantu wanita yang selalu menghantui mu dan membuatmu sakit kepala?" Tanya Qian Yue saat dia melihat Zhao Bingyan yang tampaknya membutuhkan penjelasan mengapa ia bisa berada di sini.
Zhao Bingyan menunduk sedih dan ia pun memegang kepalanya dengan kedua tangan sambil berlutut di tempat yang sama. Selama ini ia bingung dan tidak mengetahui apa yang telah terjadi termasuk Qian Yue dan juga Mu Chen Xiao yang terpaksa harus mati di tangannya.
__ADS_1
”Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi padaku. Aku tidak ingat semuanya!” teriak Zhao Bingyan sampai-sampai ia menangis darah karena tidak bisa mengingatnya kembali.
”Apakah kau pikir aku bisa memaafkanmu meskipun kau menangis darah seperti itu?” ucap Mu Chen Xiao yang terlihat sedang berdiri di sebelah Qian Yue.
Ia muncul secara tiba-tiba dan ekspresinya terlihat sangat marah padanya. Namun, Zhao Bingyan tetap tidak bisa mengingat mereka berdua dan ia juga tidak mengetahui mengapa Mu Chen Xiao terlihat sangat marah padanya.
"Kalian berdua ini siapa?! Mengapa kalian selalu membuatku sulit!" Teriak Zhao Bingyan yang berjalan mundur menjauhi mereka berdua.
Lalu, ketika dia sedang berjalan mundur. Tiba-tiba saja dari belakang, sebuah pedang tertancap di bahunya! Zhao Bingyan sangat terkejut dengan hal itu karena dia tidak lagi melihat Qian Yue dan Mu Chen Xiao yang sebelumnya telah berdiri di hadapannya.
"Guru besar Zhao? Kau pikir kau bisa pergi dari tempat ini?" Ucap Mu Chen Xiao dengan dingin saat ia muncul kembali di sebelah kiri Zhao Bingyan. "... Apakah kau tidak ingat kalau kau telah membunuhku?"
Zhao Bingyan terdiam selama beberapa saat. Ia mencoba berpikir dan mengembalikan ingatannya yang pernah hilang. Pikirannya pun tiba-tiba tertuju pada seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun yang sedang terluka di bawah pohon. Anak itu adalah korban perang sekte Nian Gu dan Gunung Long Yu. Lalu, beberapa tahun setelahnya ia pun memandangi seseorang diingatnya sebagai Qian Yue. Dia sadar kalau dirinya sangat menyayanginya dan menyesali perbuatannya yang dulu pernah ia lakukan terhadap orang itu.
”M~ Mu Chen Xiao? X~ Xiao'er? Aku telah menyesali semuanya. Maaf karena telah membunuhmu dan melupakanmu. Aku juga menyesal karena telah menghapus nama keluarga Mu. Jika saja hal itu tidak terjadi, kita pasti tidak akan berakhir seperti ini.” ucap Zhao Bingyan dengan penuh penyesalan setelah akhirnya ia mengingat semua hal yang telah dilupakan olehnya.
Mendengar hal itu, Mu Chen Xiao sangat terkejut dan ia pun segera melepaskan pedangnya yang telah menancap pada bahu Zhao Bingyan.
"M~ Mu Chen Xiao? Itu namaku?" Tanya Mu Chen Xiao yang terlihat sangat terkejut setelah ia mendengar jawaban tersebut.
Zhao Bingyan mendekap kepala Mu Chen Xiao dan berkata, "... Maaf karena aku telah membunuhmu. Jika aku memiliki satu kesempatan, aku berjanji akan melindungimu."
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, Zhao Bingyan akhirnya terbangun dalam keadaan terkejut dan ingat dengan perkataan yang sebelumnya telah ia katakan pada Mu Chen Xiao di tempat yang belum diketahuinya itu. Namun, saat ia kembali sadar. Zhao Bingyan sangat terkejut karena saat ini ia sedang berada di dalam sebuah peti mati dengan dikelilingi murid-murid yang terlihat sedih setelah mereka mendengar bahwa dirinya telah mati setelah membunuh Mu Chen Xiao.