Chaos System

Chaos System
Chapter. 96 - Penjebak


__ADS_3

Tiga hari setelahnya, Sungai Rongye, Sekte Hua Jian.


"Fokuskan dirimu pada energi alam yang berada di sekitarmu. Saring energi itu hingga seluruhnya berwarna putih. Dan setelah itu, alirkan energi tadi ke seluruh tubuhmu hingga kau memiliki sedikit peningkatan dalam dirimu." Jelas Hao Shu saat ia sedang mengajari Mu Chen Xiao untuk meningkatkan kemampuan spiritualnya. Ia sengaja melakukannya di Sekte Hua Jian karena Zhao Bingyan yang belum juga pulih dan masih kembali di usianya yang kelima tahun.


”Dia bicara apa sih? Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dia katakan. Sayang sekali tidak ada cara instan untuk melakukan semua ini dan bahkan sistem ini sudah jarang sekali muncul ketika aku membutuhkannya.” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.


BUKKK!!!


Hao Shu langsung melempar sebuah tongkat kayu yang akhirnya mengenai kepala Mu Chen Xiao hingga membuatnya terjatuh dari atas tumpukan batu yang tinggi.


"Sudah kubilang! Tetap fokus!" Bentak Hao Shu yang memarahi Mu Chen Xiao karena melakukan kesalahan dalam pelatihannya.


Sambil memegangi kepalanya yang terkena lemparan kayu, Mu Chen Xiao menoleh kesal ke arah Hao Shu yang telah berdiri di belakangnya.


"Memangnya salah apa aku?! Bukankah aku melakukan apa yang kau katakan?!" Bentak Mu Chen Xiao saat berbicara dengan Hao Shu.


DUAKK!!!


Setelah mengatakannya, Mu Chen Xiao malah mendapatkan pukulan keras yang dilakukan oleh Hao Shu menggunakan kipas lipatnya setelah ia mendengar ucapan yang tidak sopan Mu Chen Xiao padanya.


"Sudah kubilang! Panggil aku Guru Hao! Aku ini lebih tua darimu!" Bentak Hao Shu yang berhasil membuat Mu Chen Xiao terus memegangi kepalanya karena selalu menjadi sasaran pukulan semua orang yang marah padanya.


”Aduh,... Duh,... Jika terus seperti ini, bisa-bisa aku kena geger otak!” batin Mu Chen Xiao saat ia terduduk di hadapan Hao Shu sambil memegangi kepalanya.


[[ Sistem mendeteksi adanya sifat abnormal ]]


[[ Sistem mengurangi poin B -50 ]]


[[ Sisa poin akhir +650 ]]


"Haah? Kesalahan apa yang aku lakukan?!" Tanya Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan layar monitor yang tiba-tiba muncul di depan wajahnya dan mengabaikan Hao Shu yang semakin berapi-api di belakangnya.


[[ Semakin bertambah usia, semakin sulit Anda akan mendapatkan poin ]]


[[ Anda akan semakin dituntut karena selalu bertindak abnormal dan semua orang akan menjadi pemeran utama ]]

__ADS_1


[[ Peraturan akan berlaku ketika Anda berusia 14 tahun ]]


”Apakah itu sebuah ironi?” batin Mu Chen Xiao yang terdiam tidak berekspresi.


"Bocah nakal! Beraninya Kau mengabaikan ku!" Teriak Hao Shu yang langsung menendang Mu Chen Xiao hingga membuatnya tersungkur dalam tumpukan salju yang ada di atas permukaan sungai Rongye yang sedang membeku.


”Aduh,.. tikus tua menyebalkan! Dia ingin membuatku terbunuh?!” batin Mu Chen Xiao saat ia menggenggam salju di atas sungai beku.


Ketika ia masih berada di atas sungai yang membeku, seorang laki-laki yang bersembunyi di balik semak-semak tersenyum seringai saat ia mengetahui mangsanya telah jatuh ke dalam perangkapnya.


Sebuah cahaya biru menyala, muncul dari bawah sungai dan mengejutkan siapapun yang melihatnya.


Sebuah array yang terbuat dari kekuatan spiritual milik seseorang, terbentuk di bawah kaki Mu Chen Xiao saat ia masih berdiri di sana.


Hao Shu yang melihat kemunculan array tersebut, merasa sangat terkejut dan ia langsung mengulurkan tangannya pada Mu Chen Xiao sebelum seseorang memulai ritualnya.


"Mu Chen Xiao! Kemarilah! Cepat!" Bentak Hao Shu saat mencoba untuk menarik Mu Chen Xiao keluar dari array tersebut.


Melihat kalau situasinya saat ini benar-benar dalam bahaya, Mu Chen Xiao langsung berlari ke arah Hao Shu begitu ia melihat ritualnya akan dimulai.


Namun, ketika Mu Chen Xiao mencoba untuk meraih tangan Hao Shu, seketika cahaya biru itu seolah-olah telah menelan dirinya dalam sekejap. Lalu, ketika cahaya itu muncul, es yang membekukan sungai Rongye hancur dan mengakibatkan hujan es selama beberapa detik. Di saat cahaya biru yang menelannya dengan perlahan menghilang, Hao Shu sangat terkejut karena ia tidak melihat Mu Chen Xiao di atas sana.


"Tetua Hao Shu! Sepertinya kau kalah cepat." Ucap seorang pemuda yang sekarang ini telah berdiri di belakangnya beberapa saat sebelumnya.


Hao Shu menoleh ke belakang dan ia pun tahu kalau pemuda ini adalah Guan Long yang berhasil menarik Mu Chen Xiao pergi dari array tersebut.


"Guan Long? Sejak kapan kau di sini?" Tanya Hao Shu dengan heran saat melihat ke arahnya.


"Hmm,... Baru saja." Jawab Guan Long dengan senyum seringai.


Menyadari kalau ia masih bisa mendengar suara Hao Shu dan seorang pemuda yang sedang membawanya sekarang ini, Mu Chen Xiao langsung mengangkat kepalanya dan melihat Guan Long yang sedang menatapnya dengan senyum menjijikannya yang tampak seperti predator anak.


"BEG—!" Teriak Mu Chen Xiao yang langsung meninju dagu Guan Long hingga membuatnya terdiam. "... Oh! Aku pikir ini ilusi. Ternyata kau ini benar-benar memiliki wujud." Ucap Mu Chen Xiao sekali lagi dan membuat Guan Long terdiam tidak berekspresi.


"Mu Chen Xiao kau baik-baik saja di sana?" Tanya Hao Shu saat ia berjalan ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"Aku segar bugar." Jawab Mu Chen Xiao saat pandangannya langsung teralihkan ke arah Hao Shu. Dan tidak lama setelah menatapnya, Mu Chen Xiao langsung mengangkat kepalanya kembali dan bertanya pada Guan Long, "... Kapan kau akan menurunkanku? Aku masih bisa berdiri sendiri." Ucapnya yang membuat Guan Long langsung menatap ke arahnya.


Guan Long yang sekarang ini sedang menatapnya, langsung tersenyum simpul dan berkata, "Apakah Xiao Xiao yakin? Lihatlah! Kakimu berdarah! Sepertinya kakimu itu patah ketika aku memindahkan mu ke tempat yang lebih aman."


Mendengar hal itu membuat Mu Chen Xiao langsung melihat kedua kakinya dan benar saja, sebuah darah keluar dari dalam kaki kanannya. Rasa sakit itu seketika muncul ketika ia baru saja menyadarinya dan akhirnya, ia pun ingat bagaimana bisa ia mematahkan kaki kanannya sendiri.


Ketika ia sedang berlari, sihir yang ada pada array tadi lepas dan mengakibatkan beberapa bongkahan es yang akhirnya menabrak kaki kanannya hingga membuatnya patah tulang luar.


"Sepertinya, karena bongkahan es yang menghantam kakimu. Akibatnya, kakimu mengalami patah tulang luar. Untuk sekarang, aku bisa merasakan ada bagian tulangmu yang keluar dari dalam dagingmu." Ucap Guan Long saat ia memegang kaki Mu Chen Xiao yang patah hingga mengeluarkan sedikit tulangnya.


"GOB BLOK! GOB BLOK! GOB BLOK! MAU MEMBUNUHKU?!" ucap Mu Chen Xiao dengan keras sambil menjambak rambut panjang Guan Long.


"Hentikan!" Bentak Hao Shu yang membuat keduanya langsung terdiam dan menatap ke arahnya. "... Serahkan Mu Chen Xiao padaku. Aku akan memanggil Xu Wuya untuk mengobatinya." Ucapnya sambil mencoba untuk menarik Mu Chen Xiao namun, tampaknya Guan Long menolak untuk memberikannya.


”Drama macam apa ini? Mereka terlihat berapi-api.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan mereka berdua.


"Serahkan dia padaku karena aku adalah Gurunya!" Ucap Hao Shu dengan dingin pada Guan Long yang ada di hadapannya.


"Bagaimana jika aku tidak ingin memberikannya?" Tanya Guan Long kembali.


"Kita akan memulai pertarungan sampai mati." Jawab Hao Shu yang membuat ngeri Mu Chen Xiao saat ia mendengarnya.


”Serius?”


"Apakah tetua Hao Shu memanggilku? Kebetulan sekali aku baru saja mendarat di sini." Ucap seorang pemuda berambut hitam panjang dengan sayap gagak yang melebar di belakang punggungnya.


”Kenapa orang ini mirip sekali dengan Xu Wuya namun, berbeda gender.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.


"Oh, Xu Wuya! Rupanya kau telah berubah menjadi Mo Wuya." Ucap Hao Shu saat ia sedang menoleh ke arah arwah gagak yang bernama Mo Wuya.


”Heh? Xu menjadi Mo? Tidak ada hubungannya sama sekali. Aku pikir dia memiliki nama keluarga. Tapi, sepertinya sifatnya sangat berkebalikan dengan Xu Wuya.” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.


"Waah! Apakah anak ini yang telah menjadi murid dari tetua Hao Shu? Dia terlihat masih kecil tapi, kemampuannya sudah sehebat ini. Aku juga mendengar kalau kau memulai ritual Shen Qi seorang diri. Ternyata kau memiliki banyak kelebihan!" Ucap Mo Wuya saat ia berjalan mendekati Mu Chen Xiao dan langsung memegang tangannya begitu ia telah berada di dekatnya.


Mu Chen Xiao merasa jijik ketika ia melihat Mo Wuya yang sedang memegang tangannya. Ia pun mengeraskan tinjunya dan memukul wajah Mo Wuya ketika amarahnya telah memuncak.

__ADS_1


"PERGI KAU!"


”.....”


__ADS_2