
Aroma sungai yang mengalir, membuat ingatan Mu Chen Xiao seolah-olah kembali seperti semula. Saat ini ia sedang berada di sebuah pegunungan yang jaraknya cukup jauh dengan kota Xuanzhou yang sebentar lagi akan mengalami bentrokan dengan Sekte Yin Lang yang telah berapi-api.
Ia ingat kalau sebelumnya, seorang laki-laki hitam yang mirip sekali dengan Shang Ren datang mengunjunginya dan hampir saja membunuh Zhao Bingyan jika saja saat itu ia tidak waspada terhadap apa yang ada di sekitarnya.
Setelah tiga jam ia terus tertidur, Mu Chen Xiao akhirnya terbangun kembali dan melihat dirinya saat ini telah terbaring di atas kasur yang sangat sederhana dan berada di dalam sebuah rumah bambu yang sangat kecil ukurannya.
"Dimana ini?!"
Seketika Mu Chen Xiao langsung panik dan terduduk begitu ia melihat sekitar yang tampaknya sangat asing baginya. Ia juga menoleh ke kanan dan ke kiri namun, ia tidak menemukan satupun petunjuk yang maupun petunjuk yang akan menjelaskan dimana tempat ini.
Mu Chen Xiao menoleh sedikit ke belakang dan melihat Zhao Bingyan yang sekarang ini sedang terikat rantai yang mengikat kedua tangannya.
Melihat hal itu terjadi pada Zhao Bingyan, membuat Mu Chen Xiao langsung berlari menghampirinya dan mencoba untuk melepaskan rantainya dan memanggilnya berulang kali sampai ia sedikit terbangun.
"Guru besar Zhao! Bangunlah! Guru baik-baik saja?!" Tanya Mu Chen Xiao dengan sedikit ketakutan saat melihatnya tergantung dengan kedua rantai yang mengikat kedua tangannya.
Saat Zhao Bingyan setengah sadar, ia langsung berusaha untuk berdiri namun, ia sadar kalau saat ini kedua tangannya sedang di rantai.
Ia pun hanya bisa menunduk dan tidak bisa melakukan apapun di hadapan Mu Chen Xiao yang telah melakukan banyak hal untuk menyelamatkannya.
"Maaf, Xiao'er! Aku yang sekarang tidak bisa melakukan apapun." Ucap Zhao Bingyan dengan nada penuh penyesalan.
"Tenang sebentar Guru besar Zhao! Aku akan segera melepaskan rantainya." Ucap Mu Chen Xiao kembali sambil mencoba untuk melepaskan rantainya menggunakan sebuah pisau belati yang tersembunyi di balik pakaiannya.
__ADS_1
"Tidak perlu melakukannya untukku, Xiao'er. Biarkan saja aku seperti ini." Ucap Zhao Bingyan dengan pelan sambil menundukkan kepalanya sehingga Mu Chen Xiao tidak bisa melihat ekspresinya.
"Ada apa? Mengapa Guru seperti ini? Aku sudah melakukan ritual Shen Qi seharusnya itu tidak akan membuat energi asing masuk ke dalam tubuh Guru."
"Oh. Jadi, kau telah mengorbankan nyawamu sendiri demi menjaga guru besar mu yang terhormat?" Tanya seorang laki-laki yang sekarang ini berada di belakang mereka.
Mendengar suara ini, membuat Mu Chen Xiao langsung menoleh ke belakang dan ia melihat seseorang berpakaian hitam, sedang duduk di atas kasurnya dan orang itu adalah Shang Ren yang sedang menatapnya dengan dingin.
Melihat hal itu, Mu Chen Xiao langsung melepaskan Zhao Bingyan dan berdiri kembali menghadap Shang Ren pada posisi yang sama seperti sebelumnya.
"Guru besar Shang Ren! Mengapa kau membawa kami kemari?" Tanya Mu Chen Xiao dengan tatapan serius dan membuat Shang Ren terdiam beberapa saat.
"Haah,... Kau mungkin tidak tahu alasannya apa. Kelompok yang datang dari Sekte Yin Lang, akan menyerang kota Xuanzhou karena Guru besar mu telah dituduh melakukan pembantaian terhadap keluarga Jin." Jelas Shang Ren saat dia beranjak dari tempatnya dan membelakangi Mu Chen Xiao yang sedang berbicara dengannya.
Shang Ren menoleh ke belakang dan bertanya, "Ya, mungkin dia tidak melakukan apapun terhadap orang yang ada di luar sana. Tapi, kau tidak ingat apa yang telah dilakukannya padamu?"
Mu Chen Xiao tersentak kaget dan ia pun ingat ketika Zhao Bingyan hampir saja membunuhnya ketika ia berada di luar kendali. Akan tetapi, tetap saja ia melihatnya telah berusaha untuk mengendalikan dirinya sendiri karena itu, bukan tidak mungkin kalau semua ini hanyalah ketidaksengajaan yang telah dilakukan olehnya.
"Aku tahu itu tapi, kau tidak bisa seenaknya saja menyalahkannya. Guru besar Zhao hanya melukaiku dan aku sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Tapi, dia sama sekali tidak melukai orang-orang yang ada di kediaman Jin."
Setelah ia mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba saja sebuah kutukan yang ada di dalam tubuhnya kembali menyala dan membakar beberapa organ tubuhnya. Mu Chen Xiao yang merasakannya, langsung terduduk dan hanya bisa diam sambil merasakan bagaimana kutukan ini terus menggerogoti tubuhnya.
”Orang-orang kediaman Jin memang tidak sabaran!” batin Mu Chen Xiao sambil terus menekan-nekan dadanya yang terasa membakar.
__ADS_1
"Kutukan yang ada di dalam tubuhmu benar-benar tidak bisa dipindahkan ke tubuh yang lain. Mengapa kau membuat perjanjian dengan arwah kediaman Jin jika kau sudah mengetahui kalau akhirnya akan seperti ini?" Tanya Shang Ren yang memperhatikan.
"Karena aku melihatnya. Orang-orang kediaman Jin tidak menyalakan Guru besar Zhao. Mereka bilang kalau yang membunuh mereka adalah Phoenix merah." Jawab Mu Chen Xiao saat ia berusaha untuk menahan kutukan yang terus saja membakar dirinya.
Shang Ren terdiam dan memandanginya untuk sementara waktu. Ia pun segera menoleh ke arah pintu masuk dan berkata, "Ye Xing! Kau sudah mengerti apa tugasmu yang berikutnya?"
Tepat setelah ia mengakhiri kalimatnya, seseorang yang sudah sejak tadi berdiri di belakang pintu, akhirnya membukanya dan menunjukkan wajah aslinya di hadapan mereka bertiga seolah-olah ia berkata bahwa akulah yang telah membantai keluarga Jin.
”Wanita itu, bukankah dia adalah orang yang telah menyerang kediaman Jinya beberapa tahun lalu bersama dengan seorang laki-laki yang belum ku kenal? Apakah Shang Ren yang telah menyerang kami waktu itu?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.
Setelah Ye Xing memasuki ruangannya, ia tidak berbicara untuk sementara waktu dan mengeluarkan pedangnya yang telah bersembunyi di balik jubah panjangnya.
Melihat Ye Xing sudah mengeluarkan pedangnya, hal itu membuat Mu Chen Xiao menjadi sangat waspada dan segera berjaga di depan Zhao Bingyan yang masih menggantung di belakangnya.
Saat itu, Ye Xing sedang menatap Mu Chen Xiao dengan dingin dan bibir yang tidak juga menjelaskan bagaimana keadaannya saat ini.
"Aku yang telah membantai seluruh keluarga Jin dan membakar kediaman mereka. Aku sangat percaya dengan ungkapan jika seseorang telah menghilangkan nyawa banyak orang maka, ia juga harus mati saat itu juga. Karena nyawa, harus dibayar dengan nyawa."
Setelah Ye Xing selesai berbicara, ia mengangkat pedangnya dan menusuk jantungnya berulang-ulang kali hingga ia membuat genangan yang terbuat dari darahnya sendiri.
Mu Chen Xiao yang melihat Ye Xing menghancurkan jantungnya sendiri merasa sangat terkejut dan tidak bisa melakukan apapun selain melihat genangan darah yang semakin menggumpal di bawah kakinya.
”Dia, benar-benar menyuruh anak buahnya sendiri untuk bunuh diri?!”
__ADS_1