Chaos System

Chaos System
Chapter. 40 - Hantu Perbatasan Kota Xuanzhou


__ADS_3

"Saudara Yan ternyata ada di sini juga. Jadi, kau memutuskan untuk datang bersama anak kemarin sore?" Ucap seorang pemuda yang berada di belakangnya, dengan membawa beberapa bala tentara untuk pergi ke suatu tempat.


Seorang Jenderal yang menunggangi kuda perangnya, berjalan dengan beberapa pasukan perang yang berbaris di belakangnya. Karena belum lama ini, Istana kehilangan satu jenderalnya, Sang Kaisar pun akhirnya memerintahkan Cheng Xing Xian untuk pergi ke lembah Dao Xun bersama dengan lima puluh tentara lainnya untuk mencari keberadaan jenderal dan pasukan lainnya. Jika saja yang mereka cari tidak selamat, setidaknya mereka bisa membawa mayatnya untuk menyenangkan keluarga mereka.


”Aku dengar dua hari yang lalu, Cheng Xing Xian telah kembali ke Istana untuk menjalankan tugas dari Yang Mulia. Jadi, tugas yang mereka maksudkan adalah untuk mencari bekas mayat para prajurit di lembah Dao Xun?” batin Mu Chen Xiao.


"Ada apa?" Tanya Zhao Bingyan


"Kebetulan sekali saudara Yan ada di sini. Sebenarnya, ada yang ingin aku katakan mengenai lembah Dao Xun. Beberapa informasi juga aku dapatkan dari beberapa penduduk di kota Xuanzhou." Jawab Cheng Xing Xian yang berjalan menghampirinya. "... Di lembah Dao Xun, ada seorang gadis berambut putih yang selalu mempengaruhi siapapun pada orang-orang yang datang menemuinya dengan menggunakan sitar yang selalu dimainkannya. Dia memiliki wajah cantik dengan bola mata yang terkadang berubah-ubah warnanya. Jika dia marah, maka warna matanya akan berubah menjadi merah. Dan jika dia sedang bersahabat, warna matanya akan berubah menjadi biru langit. Para penduduk yang hidup di sekitar lembah Dao Xun, juga sempat melihat beberapa pasukan Istana yang memasuki lembah tersebut. Namun, beberapa hari kemudian mereka tidak juga keluar dari sana. Tanah-tanah yang ada di sana juga mudah rapuh jadi, sebaiknya kau berjalan saja ketika hendak memasukinya. Akan tetapi, yang harus diwaspadai adalah gadis di Lembah Dao Xun. Jika kalian bertemu dengannya ketika dia sedang memainkan sitarnya, sebaiknya segeralah pergi atau tutup telinga kalian. Jika tidak maka, itu akan membunuh kalian."


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 40 ~...


"Hei! Hei! Li Zhu! Menurutmu, seperti apa hantu Xingyue itu?" Tanya seorang gadis bernama Jiao Biao dengan hiasan emas bunga Meihua di kepalanya dan memakai pakaian berwarna merah muda dengan corak naga yang ada di lengannya.


"Aku tidak tahu. Tapi, yang aku dengar dari orang-orang sekitar sini kalau penjahatnya adalah seorang perempuan." Jawab Li Zhu. "Dia berambut putih dan selalu bersama dengan sitarnya."


"Orang itu pasti mempengaruhi lawannya dengan menggunakan sitarnya. Mungkin sebaiknya, gunakan penyumbat telinga. Itu pasti akan sedikit membantu."

__ADS_1


Tidak lama setelah Jiao Biao mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba saja Li Zhu menghentikan laju kudanya dan mulai memperhatikan sekitarnya. Ia baru menyadari kalau sekarang sudah malam dan sudah saatnya bagi para hantu hantu itu mencari makan. ”Sudah terlambat! Perjalanan di depan sana masih sangat panjang. Sepertinya, jika ingin lolos dari sini, kita harus melawan hantu-hantu itu sebagai syaratnya.” batin Li Zhu. "Jiao Biao! Kita harus melawan para hantu agar bisa pergi dari tempat ini." Ucap Li Zhu sambil mengeluarkan pedangnya.


Mendengar Li Zhu yang memerintahkannya untuk segera bertarung dan melihatnya sedang mengeluarkan pedang untuk melawan siapa saja yang akan menyerangnya, hal itu membuat Jiao Biao menjadi sangat waspada dan ia pun mengeluarkan pedang yang menggantung pada sabuk kanannya.


”Aura kekuatan yang sangat besar! Seharusnya jika yang menyerang adalah hantu, mereka tidak akan menjadi sekuat ini bukan? Apa mungkin, dia adalah hantu perempuan itu?” batin Jiao Biao yang mulai merasakan adanya hawa kekuatan yang lebih besar darinya dan datang dari arah timur!


Dan kemudian, hawa kekuatan itu tiba-tiba saja berubah menjadi seombak angin besar yang menerjang beberapa pohon-pohon kokoh yang ada di depannya. Angin itu bukan hanya membawa dedaunan kering dan beberapa batang kayu melainkan, dia juga membawa beberapa hantu yang terjebak di dalam pusaranya. Tidak lama setelahnya, hantu-hantu yang berada di dalam pusaran angin, tubuhnya hancur lebur dan terbagi menjadi beberapa bagian yang tidak bisa di satukan kembali. Suara hentakan kaki seekor kuda pun juga mengikuti iringan ketika pusaran angin tersebut menghilang dengan perlahan. Dan kemudian, muncullah dua orang yang datang dari arah datangnya angin besar tersebut. Salah satunya membawa sebuah kipas lipat dan yang satunya lagi memegang sebuah pedang yang memiliki cahaya biru menyala.


Kedua orang ini, tidak lain adalah Yun Qing dan rekannya Gu Qiaomei yang sebelumnya telah membunuh beberapa hantu yang sempat akan menyerang mereka berdua.


”Eh? Jadi Sekte Gunung Long Yu juga ada di sini? Aku tidak menyangka akan bertemu dengan kalian berdua." Ucap Yun Qing dengan nada sombong dan tatapannya seolah-olah enggan untuk melihat mereka berdua.


"Jadi, kau sengaja menantang ku?” tanya Yun Qing sambil menunjukkan tatapan dinginnya dan mengeluarkan pesona sihirnya kembali.


Jiao Biao menyeringai dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Yun Qing terhadapnya. "Bukankah kau duluan yang berusaha untuk mencari gara-gara denganku?" Ucap Jiao Biao yang menatap sinis ke arahnya.


"Jiao Biao! Sebaiknya jangan melakukan pertarungan tunggal di sini. Seharusnya kau bertarung dengan hantu-hantu yang ada di sekitarmu." Ucap Li Zhu yang berusaha untuk menenangkan keadaan.


"Ada sampah yang harus dibersihkan terlebih dahulu." Ucap Jiao Biao yang dilanjutkan oleh Yun Qing dengan sinis, "... Tidak peduli apakah mereka memiliki keluarga, semuanya harus dibasmi sampai ke akar-akarnya!"

__ADS_1


Tidak lama setelah keduanya selesai berbicara, mereka pun akhirnya menjalankan kudanya dengan saling menghunuskan senjata yang mereka miliki. Dan ketika keduanya sudah saling berdekatan, mereka berdua melompat dari atas kudanya dan telah bersiap untuk menyerang seseorang yang berada di depannya saat ini.


Gu Qiaomei dan Li Zhu hanya bisa melihat mereka yang saat ini sedang memulai sebuah pertarungan. Ekspresi keduanya pun berubah ketika mereka melihat Jiao Biao dan Yun Qing yang seolah-olah saling menghindar satu sama lain dan mereka. Bukannya saling menyerang, melainkan mereka menyerang para hantu yang sebelumnya telah berdiri bergerombol di belakang mereka. "... Pergilah! Dasar kalian hama yang meresahkan dunia!" Teriak keduanya sebelum akhirnya, masing-masing dari mereka mengeluarkan jurus andalannya.


Yun Qing kembali membuat pusaran angin yang mengakibatkan kerangka para hantu tersebut bertebaran dimana-mana sedangkan, Jiao Biao menyerang dengan pedang yang mengeluarkan sebuah cahaya putih dan cahaya tersebut, langsung menghancur leburkan tubuh-tubuh para hantu yang berusaha untuk menyerang mereka.


”Ternyata mereka cukup peka terhadap musuh yang ada di belakang mereka.” gumam Gu Qiaomei yang memperhatikan.


”Sejak kapan mereka akur seperti ini?” batin Li Zhu yang sebelumnya telah memperhatikan mereka dari awal hingga akhir.


"Huh! Merepotkan sekali! Membunuh mereka benar-benar sudah menguras tenaga ku!" Ucap Jiao Biao sambil merapikan rambutnya yang terurai berantakan.


"Jadi, hanya segini kemampuanmu? Sudah lelah?" Yun Qing mencibir hingga membuat Jiao Biao merasa tersinggung dengan ucapannya.


"Oh,... Jadi kau ingin memulainya lagi?" Tanya Jiao Biao dengan dingin dan amarah yang sudah memuncak sambil menatap ke arahnya.


"Berhenti berbicara!" Ucap Gu Qiaomei dengan tiba-tiba sehingga menghentikan mereka berdua. "Diperkirakan ada ratusan hantu yang kelaparan di sini. Apakah kalian masih sempat untuk bertengkar?"


Mereka pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah depan dan benar saja, jauh di dalam sana terdapat ratusan hantu yang kelaparan mulai bermunculan dari bawah tanah. Mereka semua dulunya adalah prajurit-prajurit keempat Raja Xingyue namun, setelah daging dan energi mereka terkuras habis, semua prajurit yang telah menjadi hantu merasa sangat kelaparan dan mereka tidak akan puas sampai ada di antara mereka yang berhasil menembus alam spiritual tertinggi dan diakui sebagai raja Xingyue kelima!

__ADS_1


__ADS_2