
"Gu Qiaomei! Kau benar-benar percaya dengan apa yang dikatakannya tadi?" Tanya Yun Qing yang berjalan tepat di sebelahnya.
Gu Qiaomei masih memelihara wajah dinginnya dengan tidak berhenti menggigit bibirnya. "... Aku tidak pernah mengatakannya. Aku hanya akan memastikannya saja." Ucap Gu Qiaomei, ",... Jika dia benar-benar mempelopori orang-orang untuk membunuh keluarga ku, aku sendirilah yang akan membunuhnya."
Yun Qing berpikir sebelum berkata, "Sebaiknya kau jangan melawannya. Dia adalah seorang Grandmaster level empat. Kamu pasti akan kalah jika terus memaksakan untuk bertarung dengannya."
Gu Qiaomei terlihat merendah dan ia pun menurunkan pandangannya karena ingin menyembunyikan ekspresi sedihnya. Orang tuanya adalah kepala keluarga Gu yang sudah memimpin seluruh anggota keluarga selama bertahun-tahun. Ia juga memiliki seorang adik laki-laki yang masih berumur tujuh tahun dan yang terjadi setelahnya ketika ia berusaha untuk mencarinya, ia hanya menemukan mayatnya sudah tergeletak dengan darah yang ada dimana-mana. Jika saja ia memang masih hidup, mungkin dia tidak akan pernah meninggalkannya karena dialah satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa. ”Orang putih bermarga Zhao, apakah benar dia adalah Guru besar dari sekte Hua Jian?" Tanya Gu Qiaomei yang masih menundukkan kepalanya.
Yun Qing tertegun dan melirik ke arahnya dengan ekspresi heran. "Tentu saja dia adalah Guru besar dari sekte Hua Jian. Kau tidak dengar? Orang tadi menyebutnya seperti itu." Jawab Yun Qing.
Seorang pemuda yang sekarang ini sedang menunggangi seekor kuda putih, tiba-tiba saja melintas di hadapan mereka dan langsung bertanya, "Ada apa nona-nona mencariku?" Ucap pemuda tadi sambil menunjukkan tatapan kosongnya ketika sedang melihat ke arah Gu Qiaomei dan Yun Qing yang juga berhenti ketika pemuda tersebut melintas di depan mereka.
Pemuda ini sedang menunggangi seekor kuda putih yang terlihat anggun dan di depannya, terdapat seorang anak kecil yang sedang tertidur di sana. ”Apakah orang ini yang dia maksud? Satu-satunya orang yang datang bersama anak kecil di atas kudanya. Jadi, dia adalah Zhao Bingyan?” batin Gu Qiaomei yang tidak terlalu terkejut setelah ia mengetahui kalau yang saat ini ada di depannya adalah Zhao Bingyan dan Mu Chen Xiao. "Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya saja.” jawab Gu Qiaomei dengan dingin.
Mendengar jawaban yang setengah-setengah, membuat Zhao Bingyan sedikit merasa heran karena ia tidak pernah mengenal kedua nona-nona yang ada di depannya saat ini. "Ah,... Jika tidak keberatan bisakah nona mengulang kembali?" Tanya Zhao Bingyan kembali.
Gu Qiaomei meremas kedua tangannya dan memberikan Zhao Bingyan sebuah tatapan dingin sebelum akhirnya, ia menarik kudanya kembali dan pergi tanpa mengajak Yun Qing bersamanya. Yun Qing hanya bisa terdiam dengan tatapan bingung sambil terus melihat ke arah Gu Qiaomei yang semakin jauh darinya. Dia seperti sedang menghindari seseorang yang telah menakut-nakuti kehidupannya dan bahkan ia juga menganggap Yun Qing seperti mereka. ”Aku benar-benar tidak percaya! Dia pergi begitu saja?!” batin Yun Qing.
__ADS_1
Zhao Bingyan menatap bingung ke arah Gu Qiaomei yang semakin menjauh darinya sebelum akhirnya, ia kembali melihat ke arah Yun Qing yang masih terdiam di posisi yang sama. "... Ada apa dengan nona yang tadi?" Tanya Zhao Bingyan yang bingung dengannya.
Yun Qing mengusap-usap kepala bagian belakangnya dan tersenyum canggung. "Suasana hatinya sedang tidak baik, mungkin." Jawab Yun Qing, "... Yang ada di depanmu, apakah dia adalah anakmu?"
Zhao Bingyan tertegun. "Tidak. Dia murid paling kecil di perguruanku." Jawab Zhao Bingyan, "Aku mengajaknya karena tidak ada seorangpun yang mau melakukan tugas ini."
Yun Qing terdiam sesaat dan menatap ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan kosong. Dia berpikir, tidak mungkin orang seperti Zhao Bingyan ini bisa melakukan pembunuhan dimana-mana. Anak sekecil ini bahkan belum mengerti banyak tentangnya. Apa yang akan terjadi jika dia tahu kalau Zhao Bing sebenarnya adalah seorang pembunuh? "... Tuan muda Zhao! Apakah Anda mengetahui tentang penghabisan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap keluarga Gu?"
"Keluarga Gu? Bukankah mereka adalah keluarga terpandang yang ada dua tahun lalu?" Tanya Zhao Bingyan, "Aku mengetahuinya dari berita-berita yang beredar. Bukankah yang menghancurkan keluarga Gu, mereka berasal dari kota Luoyang?"
Zhao Bingyan berpikir sebelum menjawab, "Tidak juga. Saat itu aku baru saja pulang menjalankan tugas dari Istana. Dan aku diberi kabar tersebut ketika menghadap Yang Mulia."
"Begitu, ya." Jawab Yun Qing dengan sedikit kecewa terhadap jawaban yang diberikan oleh Zhao Bingyan. "... Kalau begitu, sebaiknya aku pergi saja. Rekanku pasti sudah jauh dari sini." Ucapnya sambil melebarkan senyum simpulnya dan kemudian ia menjalankan kudanya dengan pelan.
"Nona! Tunggu sebentar!" Seru Zhao Bingyan yang membuat Yun Qing berhenti dan menoleh ke arahnya. "Ada banyak hantu yang kelaparan pada malam ini. Sebaiknya, Nona cepat-cepat keluar dari hutan ini dan jangan pernah bermalam di sini."
Yun Qing sama sekali tidak bisa berkata-kata setelah Zhao Bingyan menjelaskan situasinya. Dia hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian pergi dari tempat tersebut menyusul Gu Qiaomei yang mungkin sudah jauh darinya.
__ADS_1
”Seseorang sepertinya telah membocorkan rahasia ini. Ada seseorang yang mencoba untuk menjatuhkanku lagi.” gumam Zhao Bingyan yang membuat Mu Chen Xiao terbangun setelah ia tertidur kurang lebih lima belas menit yang lalu.
"Guru besar! Mengapa guru berbicara sendiri?" Tanya Mu Chen Xiao yang masih terlihat mengantuk di sana.
Zhao Bingyan sedikit tertawa kemudian menjawab, "Tidak apa-apa. Kita tidak akan bermalam di sini jadi, kita akan tetap berjalan sampai keluar dari hutan ini."
"Mengapa tidak bermalam di sini? Apakah ada yang salah?" Tanya Mu Chen Xiao kembali sambil mengusap-usap matanya.
"Kali ini tidak. Hutan ini bisa disebut sebagai sarangnya para hantu yang lapar. Jika kita tetap bermalam di sini, mungkin saja hantu-hantu yang ada di sini akan menyerang dan memakan kita ketika sedang tertidur. Aku menyuruhmu tidur sekarang karena malam ini, tidak boleh ada satupun orang yang tidur ketika masih berada di hutan ini." Jelas Zhao Bingyan sambil menatap dingin pohon-pohon besar yang ada di sekitarnya.
”Kenapa firasatku benar-benar buruk sekarang?” batin Mu Chen Xiao yang mulai menduga-duga sesuatu dalam benaknya.
"Hei?! Bocah 'Mu'! Lama tidak bertemu ya?" Ucap seorang pemuda dari belakang yang saat ini sedang menghampiri keduanya.
Mendengar dari suara dan gaya bicaranya, sepertinya terdengar sangat familiar dan orang ini juga pernah muncul sesekali dalam kehidupannya. Dia adalah pemuda yang berusaha untuk memperebutkan takhta kerajaannya kembali. Dan orang itu adalah Yan Fengying dengan senyum sinis yang terkesan sedang merendahkannya. ”Makhluk ini?! Mengapa dia selalu muncul di saat yang tidak diinginkan?!”
[[ Karakter Yan Fengying akan selalu menjadi beban untuk karakter Mu Chen Xiao ]]
__ADS_1