Chaos System

Chaos System
Chapter. 68 - Serangan Wanita Berjubah Hitam II


__ADS_3

"Wah,... Aku tidak menyangka kalau Pangeran ketujuh ternyata ada di sini juga. Sepertinya Yang Mulia sedang terluka. Ingin aku bawa kembali ke Istana?" Ucap pemuda tersebut sambil melepaskan anak panah yang sebelumnya telah menancap di bahunya.


"Kau bisa pergi sekarang, Lian Luo! Aku sudah tidak membutuhkanmu lagi!" Ucap Zhang Xiuzhen dengan dingin sehingga membuat pemuda yang bernama Lian Luo ini merasa sangat terkejut.


Lian Luo tertawa pelan sambil menutupi mulutnya yang diam-diam menyeringai ke arah mereka berdua. Tidak lama setelah ia terdiam, Lian Luo akhirnya kembali berkata, "Jadi, Yang Mulia memilih untuk membelanya meskipun aku sudah melindungi Yang Mulia dari orang ini? Kalau begitu baiklah." Ucapnya yang langsung menatap Mu Chen Xiao yang masih terduduk di hadapannya, "Anggap saja hari ini adalah hari keberuntunganmu. Jika waktunya tepat, aku pasti akan segera membunuhmu." Jelas Lian Luo yang langsung pergi meninggalkan kediaman tersebut.


”Dia bilang anggap saja ini hari keberuntungan ku? Yang benar saja?! Aku sudah sial sepanjang hari dan dia masih bisa mendoakannya?!” batin Mu Chen Xiao yang mencoba untuk mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Lian Luo padanya.


"Ah- itu,... Kau baik-baik saja?" Tanya Zhang Xiuzhen yang sekarang ini sedang duduk di sebelahnya sambil memegangi lengannya karena berusaha untuk membantunya berdiri kembali.


Mu Chen Xiao tertegun karena melihat Zhang Xiuzhen yang membantunya saat ini. Ia sepertinya tahu kalau Mu Chen Xiao telah terkena racun panah milik Lian Luo yang sebelumnya telah menancap di perut kanannya. Ia pun akhirnya menerima pertolongan dari Zhang Xiuzhen dan segera berdiri kembali untuk berjalan menuju halaman depan yang sudah menjadi arena pertarungan.


"Jangan ke sana! Jika kau sudah tahu kalau halaman depan sekarang sudah menjadi arena pertarungan, sebaiknya kau jangan coba-coba untuk pergi dalam keadaan terluka seperti ini." Ucap Zhang Xiuzhen yang berusaha untuk menghentikan langkah Mu Chen Xiao ketika ia sedang membantunya berjalan.


Mu Chen Xiao tertegun dan menjawab, "Tidak. Aku harus pergi ke sana. Tikus got itu pasti akan memarahiku jika aku tidak segera pergi ke sana." Ucapnya sambil mencoba untuk berjalan kembali.


"Tapi, bagaimana dengan racun yang ada dalam tubuhmu? Bukankah itu adalah racun yang cukup berbahaya?" Tanya Zhang Xiuzhen yang kembali menghalangi Mu Chen Xiao untuk pergi.


"Biarkan saja! Aku sudah kebal terhadap racun!" Ucap Mu Chen Xiao sambil melepaskan tangannya yang terus ditarik oleh Zhang Xiuzhen karena tidak ingin melihatnya pergi ke arena pertarungan.


Melihat Mu Chen Xiao yang berlari menuju arena pertarungan, membuat Zhang Xiuzhen juga ikut terpancing untuk segera pergi mengikutinya dari belakang dan memperhatikan bagaimana orang-orang ini melakukan pertarungan dengan orang lain.


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 68 ~...

__ADS_1


Sementara ini, di dalam arena pertarungan. Seorang laki-laki yang sedari tadi tidak juga membuka jubahnya, terus menyerang Hao Shu tanpa belas kasihan dan tidak memberikannya waktu istirahat meskipun hanya sedetik. Ia menggunakan pedang yang sebelumnya dipakai oleh Ye Xing untuk menghancurkan halaman depan kediaman Jinya dan mengakibatkan beberapa bangunan yang awalnya terlihat kokoh, mendadak runtuh begitu pedang tersebut menancap di dindingnya.


”Sebenarnya apa yang mereka inginkan dari kami? Mengapa harus menyerang dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sini.” batin Hao Shu sambil terus menghindari semua serangan yang dilakukan oleh laki-laki itu terhadapnya.


Laki-laki yang sejak tadi terus menyerangnya, akhirnya dibuat lengah oleh Hao Shu yang langsung menyerang dirinya dari belakang sehingga hal itu membuatnya harus menghindar dan menjauh darinya.


"Untuk seorang pemimpin, kau lumayan juga. Akan tetapi, kau sama sekali belum bisa menyentuhku sedikitpun dan bahkan tidak bisa membuktikan siapa diriku ini." Ucap laki-laki itu dengan senyum seringai di wajahnya.


"Apa kau datang kemari hanya untuk mengujiku saja?" Tanya Hao Shu yang sedang mencoba untuk mengatur nafasnya kembali.


"Huh! Dasar payah! Jika menurutmu, pemimpin yang baik adalah orang selalu membela anak buahnya, bagiku itu adalah sebuah pernyataan yang salah. Kau itu adalah pemimpin yang tidak berguna yang tidak bisa mengandalkan kekuatan di sekitarmu. Kau mirip sekali dengan seorang Guru besar yang ada di Sekte Hua Jian." Ucapnya dengan nada yang terdengar sinis dan senyum seringai yang seolah tidak lepas darinya.


”Orang yang dimaksud olehnya, apakah dia adalah Zhao Bingyan? Mungkinkah dia berasal dari Sekte Yin Lang?” batin Hao Shu yang mulai memperhatikan wajah laki-laki tersebut yang saat ini tertutupi oleh tudung kepalanya.


Laki-laki itu mendengus dan melemparkan kembali pedangnya pada Ye Xing yang telah menunggunya di belakang. "Kau boleh membunuh mereka sekarang. Aku sudah lelah bertarung dengan orang-orang lemah seperti mereka." Ucap laki-laki itu dengan nada lesu dan berjalan kembali ke belakang.


Ye Xing berjalan ke arah mereka yang sekarang ini sedang menatapnya dengan ketakutan. Ia memiliki sorot mata yang tajam dan mengerikan sehingga membuat orang-orang biasa yang berada di sana merasa sangat ketakutan ketika menatapnya.


Ketika ia sudah berdiri di hadapan mereka, Ye Xing mulai mengangkat pedangnya kembali dan serangan pertamanya, ia lakukan terhadap Hao Shu yang terlihat kelelahan setelah pertarungan yang sebelumnya.


Setelah ia membuat takut semua orang yang ada di sana, Ye Xing pun akhirnya mengayunkan pedangnya dan membuat semua orang mengira bahwa ini adalah sebuah akhir dari kehidupan mereka. Namun, ketika ia sedang mengayunkannya, sebuah batu kerikil yang dilemparkan dengan sekuat tenaga, menabrak pedang miliknya dan mengakibatkan serangannya meleset jauh.


Melihat ini adalah kesempatan yang bagus untuk segera berlindung, Hao Shu segera bergerak mundur untuk menghindari serangan pedang Ye Xing yang mungkin saja bisa membunuhnya lebih cepat.


Ini adalah pertama kalinya Ye Xing meleset ketika akan membunuh lawannya. Ia pun sangat terkejut dan langsung melihat ke arah seseorang yang sebelumnya telah melemparinya dengan batu kerikil sehingga membuatnya melakukan kesalahan.

__ADS_1


Orang itu hanyalah bocah laki-laki yang seharusnya masih merengek pada orang tuanya dan di belakangnya, terlihat seorang Pangeran kerajaan telah bersiap untuk melindunginya, dengan sebilah pedang yang sudah diasah olehnya.


”Bocah ini! Dia berani bertindak semaunya!” batin Hao Shu ketika ia terkejut melihat Mu Chen Xiao yang sekarang ini berada di sudut yang berbeda dengannya.


"Nona Ye. Aku dengar laki-laki itu memanggilmu dengan nama Ye Xing. Bisakah nona Ye memberitahukan pada kami mengapa Nona menyerang kediaman Jinya?" Tanya Mu Chen Xiao sambil menyapa dengan tangannya.


Ye Xing tidak menghiraukannya dan langsung menoleh ke arah seorang laki-laki yang sekarang ini telah berdiri di belakangnya sejak tadi. "Tuan. Apakah Anda ingin aku menghabisi anak ini?”


"Sebaiknya, kau serahkan anak ini padaku saja. Di belakangnya, terdapat penyusup kecil yang berusaha untuk mengambil pedang Yin Shu. Mengapa kau tidak membunuhnya saja terlebih dahulu?" Jawab laki-laki tersebut.


Mendengar hal itu, membuat Zhang Xiuzhen merasa terkejut dan ketakutan setelah ia yakin kalau Ye Xing 'lah yang telah membuatnya seperti ini. Jika saja Mu Chen Xiao tidak datang tepat waktu, mungkin saja ia sudah mati kehabisan nafas di dalam reruntuhan bangunan.


Mu Chen Xiao langsung menarik tangan Zhang Xiuzhen setelah ia tahu kalau sekarang ini Zhang Xiuzhen merasa sangat ketakutan ketika melihat Ye Xing di hadapannya. Ia juga telah mengetahui bahwa Ye Xing adalah orang yang menghancurkan rumah-rumah yang ada di kediaman keluarga Mu. Dan sekarang, dia datang untuk menghancurkan rumah-rumah yang ada di kediaman Jinya. ”Apakah kerjaannya hanya merusak rumah-rumah orang lain?”


"Yang Mulia tenang saja. Tidak akan ada hal besar yang terjadi di tempat ini asalkan Yang Mulia tetap berada di belakangku." Ucap Mu Chen Xiao yang berhasil membuat Zhang Xiuzhen merasa tidak percaya begitu mendengarnya.


[[ Penambahan Karakter Mu Chen Xiao ]]


[[ Sistem memberikan poin C +20 ]]


[[ Sisa poin akhir +2020 ]]


”Sedikit sekali dia memberikan poin padaku. Apakah aku akan mati karena kehabisan poin di tempat ini?” batin Mu Chen Xiao yang kembali melihat sistemnya berjalan.


Ketika ia sedang mencoba untuk melindungi Zhang Xiuzhen di belakangnya, sebuah desiran angin tiba-tiba menghembuskan beberapa helai rambutnya dan ia pun sangat terkejut begitu ia merasakan adanya hawa kekuatan spiritual yang sangat besar.

__ADS_1


Mu Chen Xiao akhirnya melihat ke arah seseorang yang sekarang ini sedang berdiri di hadapannya. Dan orang itu adalah seorang laki-laki yang mencoba untuk membunuh mereka bersama dengan anak buahnya, Ye Xing.


__ADS_2