Chaos System

Chaos System
Chapter. 39 - Perhatian Dari Seorang Penjahat


__ADS_3

"Yo! Bocah 'Mu'! Lama tidak bertemu, ya? Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi di tempat ini." Ucap Yan Fengying sambil berjalan dengan menunggangi kuda hitamnya ke arah Mu Chen Xiao yang duduk di kursi tunggangan yang sama dengan Zhao Bingyan.


Untuk sesaat, Mu Chen Xiao terdiam sambil menundukkan kepalanya karena bosan melihat wajah tengik milik Yan Fengying. ”Cobaan macam apa lagi ini? Makhluk yang ada di depanku, mengapa selalu muncul setiap saat?” batin Mu Chen Xiao sambil mencoba untuk menahan wajahnya agar ia tidak melihat ke arah Yan Fengying.


Kedatangan Yan Fengying di sekitarnya, tampaknya tidak terlalu mengganggu pemandangan Zhao Bingyan kali ini. Ia sudah melupakan hal yang terjadi beberapa Minggu yang lalu dan ia pun juga merasa tidak keberatan jika Yan Fengying sendiri yang memutuskan untuk datang padanya. "... Ada apa Yang Mulia mendatangi kami?" Tanya Zhao Bingyan setelah ia memberi salam padanya.


Mendengar suara yang ternyata adalah milik Zhao Bingyan, hal itu membuat Yan Fengying merasa terkejut sekaligus heran. "... Rasanya aku mendengar suara bocah itu di sekitar ini." Tanya Yan Fengying yang sebelumnya telah mendengar suara Mu Chen Xiao yang sedang berbicara. Lalu, ia pun menurunkan pandangannya sedikit dan ia semakin terkejut ketika dia melihat Mu Chen Xiao yang saat ini sedang duduk di atas kuda yang sama dengan Zhao Bingyan apalagi, kedua kakinya sama sekali belum mencapai pijakan!


"Pufftt,... Hahaha! Anak ini ternyata belum mencapai pijakan kaki rupanya! Sudah kuduga, kau hanya panjang di lidah saja!" Ucap Yan Fengying sambil tertawa terbahak-bahak hingga terdengar sampai ke luar hutan. "... Aku yakin semua orang pasti akan tertawa begitu melihatmu! Hahaha!!!"


TRINGG


Suara nyaring sebuah pedang yang tajam tiba-tiba menusuk pendengarannya. Ia pun akhirnya berhenti tertawa dan melirik ke arah Zhao Bingyan yang telah mengeluarkan pedang dari dalam sarungnya. Sudah seharusnya seorang Guru besar tidak akan diam jika orang luar berani menghina muridnya. Ia mungkin akan membunuhnya jika ini memang keinginan muridnya. "... Yang Mulia sebaiknya jangan mengeraskan suara Anda. Yang Mulia bisa menjadi pengganggu yang besar bagi mereka yang ingin beristirahat." Ucap Zhao Bingyan dengan tegas dan tatapan dingin seorang pembunuh.


”Hawa kekuatan di sini besar sekali. Bisa-bisa aku mati jika terus bersama mereka.” batin Mu Chen Xiao yang merasakan adanya hawa kekuatan besar yang muncul dari dalam tubuh Zhao Bingyan dan Yan Fengying yang sedang bersiap-siap untuk saling menyerang. "Guru besar bilang kalau hutan ini berhantu? Mengapa kita tidak juga berjalan keluar sebelum hantu-hantu itu bangun? Abaikan saja dia." Tanya Mu Chen Xiao.


"Xiao'er! Aku ini adalah gurumu jadi, jangan berani-beraninya kamu memerintah ku!" Jawab Zhao Bingyan dengan dingin dan tatapan membunuhnya yang ia tunjukkan pada Mu Chen Xiao yang langsung membuatnya terdiam seribu bahasa dan berhenti menatapnya. "... Kenapa sekarang aku malah takut? Atau mungkinkah, tatapan dingin yang diberikan oleh Zhao Bingyan, itu adalah tatapan yang selalu ditunjukkannya ketika ia masih menjadi seorang pembunuh?!” batin Mu Chen Xiao yang mulai menduga-duga hal aneh dalam pikirannya.


"Sudah kalah dalam pertarungan mu dengan tetua ular, kau malah membuat masalah baru denganku? Apakah kamu ingin aku memperlihatkan bagaimana kekalahan mu saat bertarung dengan tetua ular?" Ucap Yan Fengying dengan nadanya yang angkuh dan mencoba untuk sombong di hadapannya.


”Aku sudah sering membaca di komik komik terkenal. Biasanya yang banyak Bac— pasti akan kalah dalam pertarungannya sendiri.” batin Mu Chen Xiao yang menatap kosong ke arah Yan Fengying.


[[ Anda sedang tidak berada di dunia komik ]]


[[ Anda sedang berada di dunia nyata berabad-abad yang lalu.]]


”Kau pasti sudah mengetahui bagaimana akhirnya, bukan? Katakan padaku, apa yang terjadi setelah ini? Apakah Zhao Bingyan akan menang bertarung dengan si tol— ini?" Tanya Mu Chen Xiao dengan penasaran.


[[ Sistem tidak bisa mendeskripsikan kejadian berikutnya ]]

__ADS_1


”Hmm,... Kalau begitu, seberapa besar peluang yang aku dapatkan untuk hidup lebih dari usia tujuh belas tahun?”


[[ 0,01% adalah kemungkinan Anda akan hidup lebih dari usia yang seharusnya ]]


”Itu bahkan tidak sampai satu persennya.” ucap Mu Chen Xiao yang merasa kecewa ketika merasa kalau hidupnya akan berakhir di usia tujuh belas tahun. ”Bukankah aku sudah banyak mengambil perhatian dari Zhao Bingyan? Mengapa kau tidak juga memberikanku berita yang bagus?”


[[ Mendapatkan Perhatian dari karakter utama Zhao Bingyan tidak akan berpengaruh apa-apa. Anda hanya akan mendapatkan hadiah penambahan jumlah poin untuk bertahan di tubuh Anda yang sekarang. ]]


”Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa hidup lebih lama lagi?”


[[ Membunuh Karakter Utama Zhao Bingyan sebelum umur Anda menginjak Tujuh belas tahun. Ini adalah tugas pokok yang diberikan sejak awal ]]


”Hah? Membunuh Zhao Bingyan sebelum usiaku tujuh belas tahun?!”


"Xiao'er! Awas!"


"Eh…?"


Namun, tiba-tiba saja ketika ia sudah terjatuh, Mu Chen Xiao merasa telah melayang di atas tanah sehingga, hal itu membuatnya menduga-duga bahwa dirinya sudah mati dan menjadi hantu yang bergentayangan. "... Gurumu bahkan tidak bisa menjagamu dengan baik. Sebaiknya kau turun saja ketika dia sedang bertarung." Ucap seorang laki-laki yang saat ini telah menarik kerah pakaiannya agar ia tidak terjatuh di atas tanah yang sudah bercampur dengan bebatuan kerikil besar.


Merasa familiar dengan suara ini, membuat Mu Chen Xiao langsung saja menoleh ke belakang dan benar saja, orang ini adalah Shang Ren!


”Belakangan ini, dia sering kali peduli padaku. Apakah kemarin, aku memberikannya obat yang salah?” batin Mu Chen Xiao yang menatap heran ke arahnya.


Karena kedua orang ini masih melakukan pertarungan, Shang Ren meletakkan Mu Chen Xiao di atas kuda hitamnya karena mungkin saja jika dia mengembalikannya, ia pasti akan kembali terjatuh dari atas kuda dan terbentur benda keras di bawah. ”.... Sebenarnya aku ini apa sih? Mainan untuk mereka?” batin Mu Chen Xiao yang masih terheran-heran mengapa Shang Ren membiarkannya menunggangi kuda bersamanya. "Guru besar Shang Ren! Mungkin sebaiknya aku kembali ke kuda milik Guru besar Zhao." Ucap Mu Chen Xiao kembali.


"Ada apa? Bukankah mereka sedang saling bertarung? Setidaknya, Gurumu bisa lebih leluasa untuk menyerang Yang Mulia." Jawab Shang Ren sambil menatap dingin ke arah Zhao Bingyan. "... Yang Mulia! Waktu kita tidak cukup untuk melakukan pertarungan. Sebaiknya kita keluar dulu dari dalam hutan karena hari sudah mulai gelap." Ucap Shang Ren pada Yan Fengying yang sedang melakukan pertarungan di sana.


Yan Fengying akhirnya menghentikan serangannya dan kemudian pandangannya pun melihat ke arah langit yang sudah berwarna kemerahan. Jika mereka tidak segera pergi meninggalkan hutan ini, mungkin mereka akan menjadi santapan para hantu yang kelaparan.

__ADS_1


"Anggap saja ini hanya keberuntungan kalian saja! Aku pasti akan mengalahkan kalian termasuk bocah yang ada di sana!" Ucap Yan Fengying sambil melirik tajam ke arah Mu Chen Xiao.


”Eh? Apa salahku?” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan tatapan dingin yang ditunjukkan oleh Yan Fengying padanya.


Karena pertarungan telah selesai, Zhao Bingyan akhirnya bisa menghampiri Mu Chen Xiao yang sudah salah naik kuda. Ia juga mengulurkan tangan untuknya dan berkata pada Shang Ren, "... Terima kasih Guru besar Shang Ren, karena telah menyelamatkan Xiao'er. Bisa kembalikan dia padaku?"


Shang Ren menyeringai dan tatapannya benar-benar tidak terlihat karena tertutupi oleh rambut panjangnya. Ia seperti tidak ingin menyerahkan Mu Chen Xiao padanya karena masih ada hal yang harus dikatakan olehnya. "... Sebenarnya, apa tujuanmu untuk membawa anak kecil seperti dia dalam penugasan kali ini? Bukankah itu melanggar peraturan?"


Zhao Bingyan tidak bisa mengatakan kalau saat ini, Sekte Hua Jian sedang sedang mengalami banyak masalah mengenai hantu-hantu yang berkeliaran dimana-mana. Jika informasi ini sampai bocor, mungkin akan ada sekelompok orang yang datang untuk menyerang mereka. "... Aku sendiri tidak ada maksud lain untuk membawanya. Guru besar Shang Ren tidak perlu mengetahui alasan mengapa aku membawa Xiao'er dalam penguasaan kali ini." Jawab Zhao Bingyan dengan dingin.


”Apakah ini sebuah kompetisi?!” batin Mu Chen Xiao yang kemudian menoleh ke arah Shang Ren dan berkata, "... Terima kasih guru besar Shang Ren sudah menyelamatkanku. Mungkin sebaiknya aku kembali saja pada Guru besar Zhao. Lagipula, aku tidak ingin merepotkanmu. Bukankah aku dan Guru besar Shang Ren hanya kebetulan bertemu saja?"


Shang Ren terdiam menatapnya dengan ekspresi terkejut. Dan pada akhirnya, setelah beberapa saat ia pun membiarkan Zhao Bingyan mengambilnya kembali dan segera pergi dari sana menyusul Yan Fengying yang telah pergi sejak tadi. ”... Jika Shang Ren bukan karakter utamanya, mengapa dia selalu muncul ketika ada perlunya?” batin Mu Chen Xiao sambil melihat ke arah Shang Ren yang telah menjauh dari mereka.


[[ Pertama kalinya mendapatkan perhatian dari seorang penjahat ]]


[[ Sistem memberikan poin B +50 ]]


[[ Sisa poin akhir +2000 ]]


”Ternyata aku begitu diperhatikan dengan baik. Bahkan sampai penjahat sekalipun merasa sangat perhatian padaku. Hahaha!” batin Mu Chen Xiao yang membangga-banggakan dirinya.


"Hmm,... Xiao'er! Kamu tidak keberatan 'kan jika aku membawamu dalam penugasan ini?" Tanya Zhao Bingyan dengan perasaan malu.


Mu Chen Xiao tertegun dan langsung menoleh ke arah Zhao Bingyan di belakangnya. "Aku hanya mengerti dengan keadaan yang terjadi sekarang ini. Pasti masalahnya bukan hanya ada di sini saja 'kan?" Jawab Mu Chen Xiao.


Zhao Bingyan terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Mu Chen Xiao padanya. Ia pun tersenyum simpul sambil berkata, "Sepertinya Xiao'er sudah hampir melampaui Gurunya. Aku bahkan sampai terkejut seperti ini."


”Tunggu! Ada yang aneh! Mengapa dia terlihat biasa saja ketika dia tahu kalau aku bisa melampauinya? Apakah dia mencoba untuk bercanda denganku?” batin Mu Chen Xiao yang mulai merasa kalau ada yang aneh dalam diri Zhao Bingyan. Ia memiliki karakter yang tidak suka terhadap seseorang yang bisa melampauinya. Lalu, mengapa dia terlihat senang sekarang?

__ADS_1


"Saudara Yan ternyata ada di sini juga. Jadi, kau memutuskan untuk datang bersama anak kemarin sore?" Ucap seorang pemuda yang berada di belakangnya, dengan membawa beberapa bala tentara untuk pergi ke suatu tempat.


__ADS_2