
Malam harinya, ketika semua orang telah tertidur di tempat mereka masing-masing. Tepat ketika ia berada di kediaman Zhao Bingyan, Mu Chen Xiao terlihat masih terjaga setelah seharian ini ia terus saja tidur karena paksaan Mo Wuya dan Zhang Xiuzhen yang terus menekannya untuk segera beristirahat.
"Aku benar-benar tidak bisa tidur. Kira-kira apa yang biasa orang-orang lakukan jika dia terus terjaga sepanjang malam?" Gumam Mu Chen Xiao yang memperhatikan sekitar yang tampak sepi dan hening. Tidak ada satupun suara yang menemaninya dan bahkan suara angin pun sampai terdengar.
Karena tidak ada kerjaan dan ia hanya bisa terdiam di atas ranjangnya dan menatap langit-langit, Mu Chen Xiao memilih untuk mencari udara segar diluar.
Ia terlihat sulit berjalan dan harus berpegangan pada dinding ruangan karena ia tidak ingin memakai kursi roda yang sudah mempermalukannya.
"Jika saja aku tidak mengikuti pelatihan dan memilih untuk kabur, mungkin aku tidak akan seperti ini! Ternyata kabur disaat latihan ada faedahnya juga." Gumam Mu Chen Xiao saat ia mulai terlihat berkeringat karena menahan berat badannya sendiri.
Ketika langkahnya baru berjumlah tujuh langkah dari tempat tidurnya, sebuah mantra kertas yang tidak terlihat telah melekat di lantai yang sekarang ini telah diinjak olehnya. Alhasil, setelah ia menginjak mantra tersebut, cahaya hitam seketika muncul di bawah kakinya dan ia pun menduga kalau mantra ini adalah mantra teleportasi.
Mu Chen Xiao yang mengalaminya sangat terkejut dan ia pun hanya bisa memejamkan matanya karena cahaya hitam telah membutakan penglihatannya. Lalu, tidak lama setelahnya, ia pun membuka matanya kembali setelah ia merasa kalau cahaya hitam itu telah menghilang dan membawanya ke suatu tempat yang jelek dan lembab udaranya.
"Haah? Tempat apa ini? Jelek sekali! Mengapa bisa ada bau darah di sini?" Gumam Mu Chen Xiao yang memperhatikan sekitar. ”... Mungkinkah aku berada di markas para pembunuh yang dipenuhi dengan mayat?” batin Mu Chen Xiao yang mulai menduga-duga hal aneh.
[[ Plot yang seharusnya tidak terjadi ]]
[[ Sistem mengurangi poin -50 ]]
[[ Sisa poin akhir +600 ]]
"Ingin ku blokir sistem GOB BLOK NAN TOL— Ini!" Ucap Mu Chen Xiao yang mulai merasa kesal dengan sistem yang selalu memberatkan kehidupannya.
[[ Sistem sudah di atur untuk membantu kehidupan Anda ]]
”....”
"Oh? Apakah dia adalah anak yang telah dijual padaku?" Ucap seorang laki-laki yang bersuara serak dan memiliki tubuh rapuh penuh luka serta kepala yang dipenuhi dengan luka bakar. Wajahnya pun terlihat hancur dan bola matanya hanya tersisa sebelah kiri saja.
__ADS_1
”Orang ini buruk sekali penampilannya! Lagipula siapa yang berani menjual ku? Ternyata perdagangan orang masih berlaku di sini?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan seorang laki-laki yang sekarang ini sedang duduk di atas sebuah singgasana yang terpasang di depannya.
"Tuan ini siapa?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia melihat wujud laki-laki tersebut.
Laki-laki itu menyeringai dan menjawab, "Bukankah Guru besar Shang Ren pernah mengatakannya padamu? Seseorang yang harus kau ketahui namanya dan jika kau bertemu dengan nama itu, kau harus segera pergi darinya."
Mu Chen Xiao mencoba untuk mengingat beberapa hal ketika ia sedang berbicara dengan Shang Ren. Dan saat terakhir kalinya ia bertemu dengannya adalah saat ia dibawa bersama dengan Zhao Bingyan ke pegunungan Qunya.
"Apakah Tuan adalah Raja terdahulu, Yan Ling Lao?"
Setelah laki-laki itu mendengar Mu Chen Xiao mengucapkan namanya, ia kemudian tertawa lepas sambil menutupi keningnya dan tidak berhenti sampai ia menatap Mu Chen Xiao yang tampaknya sudah tidak tahan dengannya.
"Kemarilah! Aku ingin melihatmu dari dekat."
Mu Chen Xiao langsung bergerak mundur dengan perlahan begitu ia mendengar ucapan Yan Ling Lao. Aroma busuknya semakin membuat Mu Chen Xiao merasa jijik dan mual ketika ia terus menghirupnya.
"Tidak! Aku tidak mengenal siapa tuan ini dan apakah tuan yang telah memasang jebakan di kamarku saat itu?" Tanya Mu Chen Xiao saat ia berjalan mundur dengan perlahan setelah ia melihat tatapan Yan Ling Lao yang tampaknya seperti penjahat kebanyakan.
"Aku tidak pernah tidak mendapatkan apa yang aku inginkan. Semua pasti akan terwujud di hadapanku. Kau pun sama. Karena itu kemarilah." Ucap Yan Ling Lao sambil mengulurkan tangannya kembali dan kali ini ia mulai serius dengan mengeluarkan sebagian dari pesona sihirnya.
Ketika hal itu terjadi, seketika tubuh Mu Chen Xiao seperti ditarik ke depan. Serangan tersebut berlangsung sangat cepat sehingga ia tidak bisa menghindarinya begitu saja.
Mu Chen Xiao terdorong keras dan mendarat dalam cengkraman tangan Yan Ling Lao yang langsung mencekik tenggorokannya.
”Tidak bisa bernafas! Kenapa selalu saja ada yang ingin membunuhku seperti ini!” batin Mu Chen Xiao saat ia mencoba untuk melepas tangan Yan Ling Lao yang membuatnya tidak bisa bernafas.
"Benar-benar tubuh emas! Dengan menempati tubuhmu, mungkin aku bisa memiliki kekuatan cukup besar termasuk menggunakan sihir gelap untuk menghancurkan seluruh keluarga kerajaan!" Ucap Yan Ling Lao dengan senyum seringai setelah ia memperhatikan kualitas tulang yang dimiliki oleh Mu Chen Xiao.
Ketika ia berusaha untuk melepaskan tangan Yan Ling Lao yang mencoba untuk membunuhnya, sebuah petir akhirnya keluar dari tangan Mu Chen Xiao dan membuat Yan Ling Lao harus melepasnya karena petir tersebut telah membakar tangannya.
__ADS_1
Mu Chen Xiao langsung terduduk di hadapannya setelah Yan Ling Lao melepaskan tangannya. Ia pun akhirnya bisa bernafas kembali meskipun terdapat sebuah garis merah yang melingkari lehernya.
”Setelah dia mencoba untuk membunuhku, dia malah meninggalkan bekas di leherku!” batin Mu Chen Xiao saat ia meraba lehernya sendiri yang terasa perih.
"Haah,... Ternyata dia masih melindungimu, ya?" Tanya Yan Ling Lao saat ia memperhatikan tangannya yang dipenuhi dengan luka bakar akibat serangan petir tadi.
"Sebenarnya, apa tujuanmu membawaku kemari? Apakah ada sesuatu yang harus melibatkan ku?" Tanya Mu Chen Xiao dengan ekspresi serius menatapnya.
Yan Ling Lao menyeringai ke arahnya dan ia pun menjawab sesaat kemudian, "Tentu saja, untuk melihatmu. Aku menyuruh seseorang untuk menaruh mantra teleportasi di kamarmu agar kau bisa datang di hadapanku."
Mu Chen Xiao terdiam menatapnya.
"Kenapa tidak datang saja padaku dan mengapa harus aku yang mendatangimu?" Ucap Mu Chen Xiao dengan suara keras karena ia sudah terlalu kesal dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Yan Ling Lao padanya.
Yan Ling Lao tertawa sinis dibarengi dengan senyum seringai yang sangat membuat Mu Chen Xiao semakin jengkel menatapnya.
"Apanya yang lucu? Tidak ada satupun orang yang mengajakmu tertawa!" Ucap Mu Chen Xiao sekali lagi dan ucapannya benar-benar membuat Yan Ling Lao seketika terdiam.
"He,... He,... Kau benar-benar membuatku penasaran. Aku sangat menyukai sifatmu ini." Jawab Yan Ling Lao dibarengi dengan tertawaannya.
Mu Chen Xiao terdiam tidak berekspresi karena mencoba untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Yan Ling Lao padanya.
”Otaknya beneran sudah belok ya?” batin Mu Chen Xiao yang memasang ekspresi terkejut sekaligus terheran-heran terhadap sifat Yan Ling Lao sekarang ini.
"Haah,... Tapi, bagaimanapun juga kau itu masih terlalu naif. Segel api Liu yang ada di dahimu itu, pasti sangat menyulitkan mu untuk berkultivasi, ya? Kemarilah! Aku akan melepaskannya untukmu." Ucap Yan Ling Lao yang berhasil membuat Mu Chen Xiao memperhatikan dirinya.
Dia memang memiliki keinginan untuk melepas segel ini. Namun, Shang Ren berkata kalau ia tidak akan menjadikannya sebagai rakyat biasa yang tidak bisa berkultivasi dan ia juga tidak pernah mengatakan apa tujuan dia melakukan ini terhadapnya.
”Apa aku turuti saja apa kemauannya?” batin Mu Chen Xiao yang terus menatapnya dengan ekspresi serius.
__ADS_1
Lalu, ketika ia akan berjalan ke arah Yan Ling Lao yang telah menawarkan sesuatu yang mungkin akan sangat membantunya, tiba-tiba saja dari belakang seseorang langsung menarik tangannya dan mengajaknya berlari keluar dari ruangan tersebut.
Dia adalah seorang pemuda yang memiliki usia sekitar 14 tahun dengan rambut hitam dan bola mata yang berwarna ungu terang. Namanya adalah Xing Ruo dengan nama keluarga yang masih belum diketahui.