Chaos System

Chaos System
Chapter. 21 - Menagih Janji


__ADS_3

"Guru besar Zhao! Orang yang Anda minta sudah ada di sini."


"Bawa dia kemari."


Seorang anak muda, dengan lonceng yang menggantung pada pinggang kirinya, berjalan dengan berpapasan dengan seorang anak gadis berambut putih dengan bola mata yang indah.


Mu Chen Xiao sedikit terkejut ketika melihat Zhao Bingyan yang terbangun kembali namun, berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Bai Qing Yu saat ini.


Sebagai murid kesayangan Guru besar, Bai Qing Yu begitu terkejut ketika melihat Zhao Bingyan yang sudah kembali sadar. Seketika matanya berbinar dan terharu melihatnya.


Bai Qing Yu langsung berlari ke arahnya sambil mengatakan, "Guru besar! Kau telah kembali!" Ucapnya sambil memeluk leher Zhao Bingyan dan membuatnya tercekik selama beberapa saat.


Mu Chen Xiao mencoba untuk mencari alasan mengapa Zhao Bingyan memanggilnya sebelum akhirnya, pandangannya terhenti ke arah Zhao Yuan yang berdiri tidak jauh darinya.


Langsung saja ia menunjukkan senyum pahitnya sambil berjalan ke arahnya dan menjulurkan tangannya seperti sedang meminta sesuatu padanya.


'Ada apa dengannya?! Jangan-jangan,...'


"Mana uangnya?" Ucap Mu Chen Xiao sambil menjulurkan tangannya pada Zhao Yuan sehingga membuatnya memiliki ekspresi kebingungan seolah dia melupakan apa yang telah dijanjikan padanya.


"Uang apa?" Tanya Zhao Yuan yang berpura-pura tidak tahu.


"Jangan berpura-pura tidak tahu! Buktinya ada di sana dan di sini! Berikan aku lima ribu keping emas dan pembiayaan gratis perguruan sekte!" Ucap Mu Chen Xiao dengan nada seperti seorang rentenir yang kejam.


'Kenapa aku selalu mendapatkan karma buruk semenjak anak ini tinggal di sekte?!' batin Zhao Yuan dengan kesal sambil mengeluarkan sebuah plakat resmi miliknya dan kemudian dia berikan pada Mu Chen Xiao.

__ADS_1


"Gunakan sewajarnya! Jangan sampai kau membuat perguruan ini menjadi miskin!"


Mu Chen Xiao terkejut senang begitu dia mendapatkan plakat resmi milik Zhao Yuan. Plakat itu memiliki ukiran emas dari nama 'Zhao Yuan' dan di bawahnya juga terdapat nama dari perguruan ini.


Biasanya orang yang memiliki plakat seperti ini, dia akan mampu membeli semua benda yang ada di luar sana. Semua biaya dari benda yang dimilikinya, akan ditanggung oleh si pemilik asli dari plakat tersebut.


"Tenang saja, aku akan menggunakan ini seperlunya saja."


Zhao Yuan bersikap seolah tidak peduli sambil mengalihkan pandangannya ke kanan dan berkata dalam benaknya, "Dia tidak mungkin bisa menghabiskan lima ribu keping emas dalam sehari. Paling, dia hanya membeli permen atau sejenisnya."


Zhao Bingyan melihat ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan dingin. Dia sama sekali tidak tersenyum meskipun dia tahu kalau yang menyelamatkan hidupnya adalah seseorang yang berdiri di hadapannya saat ini. Dia semakin tidak senang ketika melihat Zhao Yuan memberikan plakat resmi miliknya sendiri sebagai ganti nyawa Mu Chen Xiao yang telah mengobatinya.


"Bisakah kalian meninggalkanku di sini bersama dengan Xiao'er?" Ucap Zhao Bingyan yang membuat seluruh isi ruangan terkejut mendengarnya.


Tidak biasanya Zhao Bingyan mau berbicara empat mata dengan anak seperti dia. Apakah ada hal penting yang mengharuskan mereka berdua melakukan pembicaraan pribadi?


Mu Chen Xiao menatap ke arah Li Chu Yi dan berkata, "Master Chu Yi! Kau ingin menemaniku untuk berbicara dengan Guru besar? Master Chu Yi terlihat iri padaku 'ya?" Ucap Mu Chen Xiao yang mencoba untuk mempermainkannya lagi.


Lantas, semua tatapan mengarah padanya dan membuat Li Chu Yi merubah ekspresinya menjadi bingung dan tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


Dia mengeraskan tinjunya dan berkata, "Heh! Anak kecil! Kau pandai sekali berbicara tapi, kau sama sekali tidak bisa membaca pikiranku!"


Mu Chen Xiao tertawa lepas dan berkata, "Hahaha! Pikiran mungkin tidak bisa ditebak tapi, aku ini bisa membaca ekspresi Master Chu Yi. Tadi, Master sempat keringat dingin dengan matamu, terlihat kecil. Bukan itu saja, Master juga sempat mengeraskan tanganmu untuk ku. Jadi, apakah Master Chu Yi iri padaku dan menyukai Guru besar?"


Wajah Li Chu Yi seketika berubah merah begitupun dengan orang-orang di sekitarnya. Wajah Bai Qing Yu yang berdiri di sebelah Zhao Bingyan, juga memerah sampai-sampai dia harus menutup wajahnya karena ia baru mengetahui kalau Li Chu Yi ternyata menyukai Zhao Bingyan.

__ADS_1


Zhao Bingyan tidak berekspresi dan masih menatap ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan biasa.


Dia kemudian berdeham dan berkata pada semua orang di sana, "Apakah kalian tidak mengikuti apa yang aku katakan? Keluar!"


Beberapa orang di sana termasuk para tabib ikut berbaris di hadapannya dan berkata, "Kalau begitu, kami pergi." Ucap semua orang sambil berjalan keluar ruangan dengan rapi.


Sebelum mereka pergi, Li Chu Yi memberikan tatapan jengkel pada Mu Chen Xiao yang masih bersama dengan senyum puasnya karena berhasil mempermalukannya di hadapan Zhao Bingyan.


Dia kemudian benar-benar keluar dengan akhir, membanting pintunya sehingga membuat semua orang di sana sangat terkejut mendengarnya.


Setelah semuanya pergi. Zhao Bingyan mengelus dagunya sambil menutup matanya sebentar. Dia kemudian menatap ke arah Mu Chen Xiao dan berkata, "Duduklah di sini. Aku perlu berbicara denganmu."


Mu Chen Xiao terkejut dan menatap bingung ke arahnya. Dia ragu untuk duduk di sebelah Zhao Bingyan karena curiga jika dia akan mendapatkan hukuman darinya karena telah menguras harta perguruan sektenya.


'Mungkinkah dia akan memberikanku hukuman tiga puluh cambukan karena menghabiskan uangnya?' batin Mu Chen Xiao yang membayangkan hukuman yang akan datang untuknya.


[[ Mendapatkan Perhatian Khusus ]]


[[ Sistem Memberikan poin +200 ]]


[[ Sisa poin akhir +1700 ]]


'Oh? Apakah Zhao Bingyan mencoba untuk menaruh perhatian padaku?'


Mu Chen Xiao mengikuti apa yang dikatakan oleh Zhao Bingyan. Dia berjalan menghampirinya dan duduk di sebelahnya tepatnya, berada di atas kasurnya yang masih memiliki bercak darah di atasnya.

__ADS_1


Dia duduk di sebelah Zhao Bingyan dengan ekspresi bingung sekaligus ngeri jika dia membayangkan tiga puluh cambukan yang akan mendarat di punggungnya. 'Dia pasti menganggapku seperti orang yang tidak ikhlas ketika mengobatinya. Zhao Bingyan! Berhentilah menunjukkan wajah ramah mu itu padaku?'


"Xiao'er! Sebelum aku memasuki intinya, bisakah kamu memberitahukan diriku mengapa kamu bisa mengetahui cara untuk mengobati racun ular Gu Zhu?"


__ADS_2