
Hawa kekuatan spiritual yang sangat besar dan mampu merobohkan bebatuan kokoh yang ada di sekitarnya. Dinding penghalang yang sebelumnya menghalangi mereka untuk menyerang Su Lingyu, pecah berkeping-keping karena sentuhan telapak tangan Zhao Bingyan yang memiliki hawa kekuatan yang sangat luar biasa. Lembah Dao Xun sekarang ini seolah-olah sedang memancarkan sebuah cahaya biru yang membeku. Dan tiba-tiba saja di bawah kaki mereka, tanah-tanah itu menjadi beku dan mengeras. Lalu di atas kepala mereka, timbul hujan salju yang muncul tidak pada musimnya.
”Jadi, ini kekuatan aslinya? Dia lahir di pertengahan musim dingin ketika semua orang sedang berlindung dalam kehangatan. Itu cocok sekali dengan sifatnya. Ia memiliki sifat yang hangat untuk menutupi sifat dinginnya.” batin Su Lingyu yang memperhatikan.
"Kenapa mendadak jadi musim dingin? Aduh,... Dingin sekali." Ucap Yun Qing yang mengeluh kedinginan sambil mengusap-usap kedua bahunya yang masih menggigil.
Gu Qiaomei yang berdiri di sebelahnya sekarang ini, langsung melepaskan jubahnya dan memakaikannya pada Yun Qing agar ia tidak merasa kedinginan lagi. "... Berhati-hatilah. Orang ini sedang menunjukkan kekuatan aslinya." Ucap Gu Qiaomei yang terus memperhatikan gerak gerik Zhao Bingyan berjaga-jaga jika saja ia mengamuk.
Mu Chen Xiao yang sekarang ini hanya berpura-pura kesakitan untuk melihat bagaimana kekuatan Zhao Bingyan yang sebenarnya, menjadi sangat terkejut ketika ia merasa hawa kekuatan yang ada di sekitar sini menjadi sangat dingin dan tanah yang ada di bawahnya pun juga ikut membeku. Dan karena perasaan ini, ia pun akhirnya berdiri kembali dan menoleh ke arah Zhao Bingyan yang tampaknya telah menunjukkan hawa kekuatannya pada Su Lingyu. ”Apa yang akan terjadi jika hujan salju ini tidak akan berhenti.” batin Mu Chen Xiao yang kembali terduduk sambil melihat ke arah Zhao Bingyan.
"Mu Chen Xiao? Kau baik-baik saja?" Tanya Shang Ren yang tiba-tiba menunjukkan ekspresi terkejutnya ketika ia melihat Mu Chen Xiao yang tampaknya baik-baik saja.
Mu Chen Xiao menatap bingung dan mengalihkan pandangannya ke arah yang sebaliknya. "Eee,... Nanti saja aku menjelaskannya. Guru besar Zhao lebih berbahaya dariku. Mungkin, Guru besar Shang Ren bisa melakukan sesuatu padanya." Ucap Mu Chen Xiao dengan nada sedikit canggung karena semua masalah ini sepertinya berawal darinya.
Sementara ini, Su Lingyu semakin waspada terhadap serangan yang mungkin saja dilakukan oleh Zhao Bingyan padanya. Ia memiliki kekuatan yang sangat melebihi apa yang telah diperkirakan olehnya. Hujan salju yang tidak berhenti sekarang ini, bisa saja dapat berpengaruh terhadap kecepatannya saat memulai untuk menyerang. ”Sebesar inikah? Apakah Yan'er masih tidak memaafkanku karena akulah yang telah menjadi Gurunya?” batin Su Lingyu yang menatapnya dengan khawatir.
Sejak awal, Su Lingyu sudah mengakui segala kesalahannya. Dengan memanfaatkan Zhao Bingyan sebagai alat pembalasan dendam dan kebencian, membuat Su Lingyu merasa bersalah dan merenunginya di lembah Dao Xun selama bertahun-tahun. Itu semua dilakukannya karena ia tidak berani meminta maaf pada Zhao Bingyan atas kesalahannya yang waktu itu dan ia pun merasa sudah saatnya untuk bebas dari semua rasa bersalah ini.
__ADS_1
"Aku tahu Yan'er sangat membenciku. Maaf karena telah menjadikanmu sebagai alat untuk pembalasan dendam dan maaf karena aku selalu melukaimu dengan bara api ketika kau masih kecil." Ucap Su Lingyu dengan nada pasrah. "Sekarang, aku sudah mengakui semua kesalahanku. Bisakah Yan'er memberikanku kebebasan dari rasa bersalahku ini?"
”Oh, tidak. Dia benar-benar akan membunuhnya?” batin Mu Chen Xiao, "Guru besar Shang Ren! Lakukan sesuatu pada Guru besar Zhao!" Ucap Mu Chen Xiao kembali.
Shang Ren melirik ke arah Mu Chen Xiao dan ia pun kembali menatap ke arah Zhao Bingyan yang sedang bersiap untuk membunuh Su Lingyu di depannya. "Untuk apa? Lagipula, apa yang bisa aku lakukan untuk mereka? Bukankah jauh lebih baik jika wanita itu mati?" Jawab Shang Ren dengan nada tidak pedulinya.
Mu Chen Xiao tertegun dan kembali berkata, "Tapi, apa yang akan terjadi padanya setelah ini?"
Shang Ren menjawab, "Dia pasti adalah anak yang lahir di pertengahan musim dingin ketika semua orang sedang berlindung dalam kehangatan. Biarkan saja dia mengurusnya sendiri. Orang-orang yang ada di sini, tidak ada kaitannya dengan mereka." Ucapnya sambil menatap dingin ke depan.
[[ Artinya, seseorang yang biasanya bersikap dingin dan kejam di saat dia sendiri, akan menunjukkan sisi lembutnya pada orang lain ketika ia berada di dalam keramaian. Itu semua akan dilakukan agar orang-orang di sekitarnya menjadi nyaman dengannya. ]]
”Hoh? Jadi, ini adalah wujud aslinya? Hmm,... Pantas saja para sarden-sarden itu merasa heran karena aku jauh lebih dekat dengannya.” pikir Mu Chen Xiao sekarang ini.
"Ah! Gawat! Tuan muda Zhao melakukan serangan pertamanya!" Teriak panik seorang pengawal yang sejak tadi sudah memperhatikan mereka berdua.
Mendengar suara teriakan itu, membuat Mu Chen Xiao langsung saja menoleh ke arah Zhao Bingyan dan melihat apa yang dilakukannya saat ini. Ia sedang mengangkat pedangnya di atas kepala Su Lingyu akan tetapi, Su Lingyu tidak berbuat apapun dan menerima semua serangan yang akan dilakukan oleh Zhao Bingyan padanya. Meskipun saat ini, Zhao Bingyan sendiri merasa yakin kalau ia sedang dikendalikan oleh kekuatannya sendiri, ia tetap berusaha untuk mengendalikan dirinya kembali.
__ADS_1
Ketika ia masih melayangkan pedangnya di atas kepala Su Lingyu, tiba-tiba saja ia berhenti dan tidak menurunkan pedangnya kembali. Saat itu, mata sebelah kanannya meneteskan air sedangkan mata sebelah kirinya meneteskan darah yang begitu kental. "Tidak,... Aku tidak bisa melakukannya. Kau bunuh saja dirimu sendiri." Ucap Zhao Bingyan kembali sambil menurunkan pedangnya dan membuat semua tempat di sana berubah menjadi seperti semula secara perlahan.
Bola mata kirinya pun juga telah berubah seperti semula dan tanah-tanah yang mereka injak sekarang ini, perlahan melunak. Begitupun dengan hawa dingin yang ada di sekitar mereka semakin menghilang. ”Sejak kapan ia sudah bisa mengendalikan kekuatannya sendiri? Ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.” batin Cheng Xing Xian yang memperhatikan.
Setelah ia menurunkan pedangnya kembali, Zhao Bingyan mulai mengalihkan pandangannya dari wajah Su Lingyu. Ia sendiri juga merasa sedikit heran pada dirinya sendiri karena tidak bisa membunuh seseorang yang telah menjadikannya sebagai alat untuk pembalasan dendamnya.
"Yan'er,... Kau tidak ingin membunuhku dan memberikanku kebebasan?” tanya Su Lingyu sambil memegang pakaian bawah Zhao Bingyan ketika ia sedang terduduk di depannya.
"Aku hanya tidak ingin mengotori pedangku saja." Jawab Zhao Bingyan.
"Kau tidak mau melakukannya karena kau takut akan kembali menjadi seorang pembunuh?" Tanya Su Lingyu yang berhasil membuat Zhao Bingyan menoleh ke arahnya karena terkejut ketika mendengarnya.
Namun, ketika Zhao Bingyan mencoba untuk sedikit melihat ke arahnya, tiba-tiba saja Su Lingyu menggerakkan tangan kanannya yang memegang pedang dan dengan sengaja Su Lingyu membuat Zhao Bingyan seperti sedang menusuk jantungnya. Hal itu membuatnya terlihat seperti orang yang telah membunuh Su Lingyu dengan sengaja.
Ketika ia memiliki darah yang terus mengalir di bawah bibirnya, Su Lingyu menyeringai dan berkata, "Kau yang telah membunuhku, Yan'er! Mengapa kau jahat sekali!" Ucapnya dengan nada yang terdengar patah-patah dan dengan perlahan, tubuhnya pun berubah menjadi abu yang berterbangan di sekitar Lembah Dao Xun.
Zhao Bingyan terdiam dengan menahan ekspresi terkejut tidak percayanya ketika ia kembali membunuh orang di depannya. Ia sangat tidak percaya Su Lingyu berani melakukan hal ini padanya. Dia tidak mungkin sengaja membunuhnya! Su Lingyu lah yang sengaja membuatnya terlihat seperti pembunuh! Dan pada akhirnya, setelah berlama-lama ia berada di tengah-tengah abu milik Su Lingyu, Zhao Bingyan akhirnya jatuh di tengah-tengah tumpukan mayat yang sebelumnya telah mati karena hancur bersama es yang membekukan mereka.
__ADS_1